Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 6


__ADS_3

"Uncle, sebelum pulang makan dulu ya?" Ucap Senja pada Uncle Iko saat mereka ingin pulang ke rumah.


"Hem, oke." Ucap Uncle Iko.


"Di pinggir jalan saya ya Uncle! Senja pengen makan sambel pecel lele." Ucap Senja membayangkan sensasi pedas cabe dengan crispy nya ikan lele yang di goreng.


"Senja! itu tak baik untuk kesehatan! belajarlah pola hidup sehat." Ucap Uncle Iko mengingatkan.


"Ah ayolah Uncle sekali-sekali tak apa Uncle!" Ucap Senja dengan wajah memohon padapadal Uncle Iko.


"Hem, sekali." Ucap Uncle Iko pasrah.


"Ah tentu. Ayo!" Ucap Senja dengan mata berbinar.


Keduanya melangkah kaki keluar dari Mall tersebut untuk mencari warung tenda pinggir jalan sesuai dengan permintaan Senja tentunya.


...🌺🌺🌺...


Lele goreng, tempe goreng sambel dan nasi hangat tak lupa es teh yang ada untuk melengkapi makan malam itu.


Air liur senja pun tak dapat di bendung, tanpa berlama-lama Senja langsung memakan pesanan nya dengan semangat.


"Senja! Uncle tak akan meminta makanan mu! Jangan buru-buru memakan nya." Ucap Uncle Iko mengingatkan.


"Hehehehe... Maaf Uncle." Ucap Senja menyunggingkan senyumnya.


Keduanya menikmati makan malam itu dengan canda tawa, hingga makanan yang ada sudah habis tak tersisa.


"Uncle terimakasih untuk hari ini. Uncle adalah paman terbaik yang aku miliki." Ucap Senja pada Uncle Iko.


"Kau tak perlu berterimakasih, sudah tugas Uncle menyenangkan keponakan Uncle satu-satunya bukan?"


"Hem, ayo kita pulang Uncle!" Ucap Senja pada Uncle Iko.


Keduanya masuk kedalam mobil dan Uncle Iko melajukan menuju ke rumah.

__ADS_1


Dan Senja sudah mencari posisinya, tak butuh waktu lama ia tertidur di kursi penumpang sebelah Uncle Iko.


Mungkin karena terlalu capek dan kenyang, semua mendukung untuknya terlelap.


Hingga sampai rumah, sang tuan putri belum juga terbangun dari tidurnya.


"Senja." Ucap Uncle Iko membelai pipi mulus Senja, namun si empu nya hanya menggeliat dan mencari posisi nyaman nya.


Uncle Iko menghembuskan nafas kasarnya. Akhirnya mau tak mau ia menggendong Senja ala bridal style untuk masuk kedalam rumah.


Senja bukan nya terganggu malah ia mencari posisi nyaman dengan mendusel di dada Uncle Iko, jangan lupakan bibirnya yang di gigit kebawah. Ah sial! seperti anak kecil saja.


Uncle Iko hanya terkekeh geli melihat nya.


"Senja kenapa Iko?" Tegur Bunda Nur saat melihat Iko menggendong Senja untuk masuk.


"Tidur kak, sudah aku bangunkan tapi tidak bangun." Ucap Uncle Iko menjelaskan.


"Oh... ya sudah baringkan langsung ke kamar nya ya." Ucap Bunda Nur.


"Iya kak." Ucap Uncle Iko.


Seketika setelah terbaring Senja meriah guling yang ada dan memeluk nya dengan erat tanpa sadar.


"Senja, senja kenapa kau begitu menggemaskan saat tertidur seperti ini." Lirih Uncle Iko melihat cara tidur Senja.


"Good Night keponakan Uncle, Have nice dream." Lirih Uncle Iko perlahan melangkah keluar kamar Senja.


...🌺🌺🌺...


Disisi lain, rumah besar tanpa seperti biasanya, meski ada beberapa pelayan namun tak tampak bahagia.


Monica lebih sering pulang malam, dan perlahan mulai tak menghiraukan pertumbuhan dan perkembangan putranya.


Banyak yang harus Monica pelajari dalam menjalankan perusahaan mendiang sang suami.

__ADS_1


"Mama." Ucap Gara yang saat ini melihat sang Mama baru saja pulang dengan wajah letih.


"Kenapa sayang? Gara belum tidur?" Ucap Sang Mama Monica bertanya.


"Gara haus ma, Gara ingin minum." Ucap Gara menjelaskan.


"Mama baru pulang?" Ucap Gara bertanya. dan Mama Monica menjawab dengan anggukan kepala.


"Mama ke kamar dulu ya Gara, Mama mau istirahat. Capek!" Ucap Mama Monica pamit kepada putranya.


"Iya ma." Ucap Gara.


"Gara jangan lupa langsung istirahat kembali ya!" Ucap Mama Monica memperingatkan, dan Gara hanya menganggukkan kepalanya.


...🌺🌺🌺...


Kamar sederhana,tapi nampak mewah, berwana biru dan putih, perpaduan syang sangat indah.


Seorang anak kecil bernama Anggara tengah termenung memandang foto kedua orang tuanya bersama dirinya.


"Papa! Gara rindu papa? apa papa bahagia di alam sana?"


"Mama sekarang lebih pulang malam dan jarang memperhatikan Gara lagi papa!"


"Gara rindu dengan suasana keluarga kita yang dulu!"


"Kenapa Papa jahat dengan Gara, meninggalkan Gara dan Mama."


Berbagai lirihan hati Anggara hanya tertahan dalam hatinya saja, Hingga ia tidur dengan memeluk figura kecil yang menggambarkan keluarga kecilnya yang dulu bahagia.


Sekarang masih bahagia! tapi ada perbedaan tentunya.


🌈🌈🌈


Happy Reading ya guys.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya.


Buat yang Vote terimakasih πŸ’™πŸ’œπŸ’œπŸ’œβ€β€β€


__ADS_2