Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 20


__ADS_3

Setelah kepergian Senja, Uncle Iko membersihkan dirinya untuk mandi, berendam air dingin! Berbeda dengan Senja yang memilih air hangat,


Kakinya melangkah turun menuju meja makan, di bukanya tudung saji itu. Dan berbagai menu masakan sudah terhidang di atas sana.


Air liur Uncle Iko seakan menetes melihat makanan yang terhidang, tanpa berlama-lama lagi, Uncle Iko segera mendudukkan dirinya menyantap dengan lahap berbagai hidangan yang ada.


"Bibi.... " Ucap Uncle Iko memanggil bibi pelayan.


"Iya tuan, ada apa?" Ucap Bibi menghampiri Uncle Iko di meja makan.


"Ah, jangan memanggilku seperti itu, panggil Iko saja. aku hanya ingin bertanya, siapa yang memasak makanan ini." Ucap Uncle Iko bertanya.


"Ah memang nya kenapa Iko? Apa tidak enak?" Tanya Bibi pelayan itu heran, harap-harap cemas.


"Ah, bukan begitu. Ini enak sekali bibi." Ucap Iko dengan mata berbinar.


"Ah Terimakasih Bibi, sudah masak seenak ini." Ucap Uncle Iko berterimakasih.


"Ah, tapi Iko yang memasak semua ini bukan Bibi." Ucap Bibi.


"Ah siapa?" Ucap Uncle Iko bertanya dengan dahi berkerut.


"Aku Uncle? Bagaimana enak?" Tanya Senja yang baru saja tiba di antara kedua orang dewasa itu.


"Bibi permisi dulu." Ucap Bibi berlalu pergi ke dapur.


"Tidak enak?" Ucap Uncle Iko dingin


"Kau yakin uncle? ku rasa ada yang salah dengan lidahmu." Ucap Senja dengan nada mengejek pada Uncle Iko.


"Tentu! masakan mu tak enak! enak masakan yang di masak Bibi." Ucap Uncle Iko memperjelas.


"Ah jangan membohongi ku Uncle! Kau bahkan hampir menghabiskan semua makanan itu, jangan lupakan. sudut bibirmu masih ada saus Uncle." Ucap Senja.


"Hahahahha.... " Tawa Senja memenuhi isi ruangan itu dengan dirinya yang berlaku pergi.

__ADS_1


Ah, kenapa harus ada saus di ujung bibirku! ayolah! kau membuatku di ter tawakan oleh bocah ingusan seperti dirinya itu. lirih Uncle Iko merutuki kebodohan nya dan mengusap kasar ujung bibirnya yang masih ada saus.


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


SENJA POV


Samar ku dengar suara ribut di bawah, ah tepat nya mungkin di meja makan.


Ku dengar Uncle ku berteriak, aku pun turun dan melihat apa yang sebenarnya terjadi di sana.


Ku lihat Uncle mengatakan bahwa masakan ku enak dan jangan lupakan ujung bibirnya yang masih meninggalkan saus.


Ah kenapa kau menggemaskan Uncle Iko. Kaki ku perlahan mendekati nya, aku pun berkata jika yang memasak semua itu diriku, ah tapi dia dengan gengsi nya malah menjawab masakan ku tidak enak.


Huh, dasar Uncle! Kau terlalu gengsi untuk mengakuinya, lalu ku bilang saja ujung bibirnya masih ada saus yang tertinggal, setelahnya aku tertawa melihatnya mematung dengan pandangan seperti orang bodoh.


Ku tinggal kan dirinya yang masih di meja makan, kaki ku melangkah ke area kolam renang yang terdapat di rumah ku, mungkin tak terlalu besar, tapi cukup menyegarkan untukku saat ini.


Rasanya aku ingin berenang, menyegarkan semua nya. Toh aku juga tak ada hal yang harus di kerjakan, lebih baik menikmati hidup ku.


Ah biarkan saja, toh di rumah ini tak ada orang jahat kan. pikirku.


SENJA POV End


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


UNCLE IKO POV


Saat aku turun, ku dapati berbagai menu makanan yang sudah terhidang di atas meja dengan begitu banyak dan mengguggah selera.


Tanpa berlama-lama aku segera memakan berbagi menu yang tersaji di atas.


Rasanya sangat enak, tak seperti menu yang biasa nya di masak oleh bibi, saat ku tanya pada bibi, tiba-tiba Senja datang dan bilang semua masakan ini dia lah yang memasak.


Ku pikir, anak itu hanya tau belajar dan bermain saja, ternyata ia sangat pandai memasak juga. Namun saat diriku di tanya oleh nya bagaimana masakan nya. Aku langsung menjawab tidak enak.

__ADS_1


Aku terlalu gengsi untuk memuji nya, ya walaupun sebenarnya masakan nya memang enak.


Hingga dia mengingat kan ku bahwa masih ada saus di ujung bibirku! ah sial! kenapa harus seperti ini.


Dia terus menertawakan aku, dan berlalu pergi meninggalkan ku.


Huft....


Seusai makan, ku putuskan untuk menonton televisi, ah cukup lama aku menonton namun tak ada siaran televisi yang menurut ku menarik.


Lebih baik aku berolahraga saja, saat kaki ku melangkah menuju area yang biasa aku gunakan untuk Olahraga,


Samar ku dengar riak dari suara kolam, siapa kira-kira yang berenang di jam segini? Apa Senja? Ah mungkin dia.


Ku putuskan untuk ke arah kolam renang terlebih dahulu, menenggok siapa yang berenang, dan benar! Ternyata itu Senja.


Dan apa itu! Pakaian nya! kenapa harus memperlihatkan lekuk tubuh miliknya. Ah sial! jantung ku kian bertalu melihat dirinya begitu apik memperagakan berbagai gerakan berenang nya. Semua terkesan sangat seksi di mataku.


Sesekali aku harus menelan liur ku dengan kasar, ah kenapa! Erangan Frustasi Uncle Iko mengacak rambutnya.


Kenapa kau bereaksi secepat ini adik kecil ku! Kau membuat ku gila! Dan kau Senja! Belum setengah hari kau membuat Uncle mu ini berendam air dingin.


Ah sialan!


UNCLE IKO POV END


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Happy Reading ya guys.


Terimakasih yang udah Vote.


Jangan lupa like nya ya sama komen๐Ÿ’œ๐Ÿ˜‚


__ADS_1



__ADS_2