Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BONCAP Mau Lewat


__ADS_3

Biarlah Gara tetap menjadi laki-laki tampan dengan sejuta keikhlasan, terkadang Tuhan sangat sayang kepada mahluk nya hingga umur yang seharusnya di habiskan untuk bermain dengan temansebaya atau memperjuangkan segala inginnya terpaksa Tuhan ambil.


Tuhan tak ingin laki-laki baik itu terus menanggung kesakitan, kecewa dan pengkhianatan. hingga pulang adalah kebahagiaan abadi yang menjadi pilihan terbaik bagi Tuhan.


Airin Rienja Sanjaya, gadis ini tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cerdas dan membanggakan bagi Papa Iko dan Mommy Senja, banyak perlombaan yang di menangkan oleh Gadis ini.


Hanya butuh waktu 5 tahun waktu yang Airin pergunakan untuk menamatkan bangku sekolah Dasar, setelah lulus dan memasuki bangku sekolah menengah pertama ia tetap menjadi gadis dengan segudang prestasi.


"Papa... Mommy!" Ucapnya datang mengecup pipi kedua orang tuanya,


"Putri Papa, sudah pulang akhirnya. Bahagia banget!" Ucapnya mencium pipi sang putri yang masih mengenakan seragam biru tua (SMP)


"Ya tentu! Lihatlah Airin menang!" Ujarnya dengan bangga.


"Wah! Putri Papa memang sangat cerdas!" Ucap Papa Iko mengacungkan kedua tangan nya di depan sang putri.


"Eits! Itu juga putri Mommy!" Ucap Mommy Senja tak mau kalah.


"Bahahhaa!" Tawa ketiganya memenuhi isi ruangan itu.


...*****...


"Papa! Kau kenapa!" Tanya Mommy Senja pada sang suami yang tampak melamun memandang keluar jendela meski malam kian larut.


"Hanya masalah di kantor!"


"Apa kau perlu bantuan ku!" Tanyanya pada sang suami, meski Mommy Senja seorang dokter tapi dia cukup bisa untuk membantu sedikit jika perusahaan suaminya bermasalah.


"Tak usah! Kau jaga Airin saja di rumah tapi kemungkinan seminggu kedepan aku akan kembali kekantor dan pulang larut malam!"


"Jaga kesehatan mu! Aku percaya kau bisa mengatasi semuanya!" Ucap Mommy Senja masuk kedalam pelukan Papa Iko.


Keesokan harinya, meja di gebrak oleh Papa Iko.


"Pak! Bagaimana bisa?" Ujar Papa Iko pada salah satu staf perusahaan nya.


"Maafkan kami pak! Tapi memang itu yang sebenarnya nya terjadi, perusahaan Dirgantara merugi cukup besar!"


"Bukan besar! tapi sangat besar! Panggilan Pak Herman dan suruh dia menghadap keruangan ku dengan segera!"


"Maaf Pak! Pak Herman sedang pergi berlibur dan mengajukan cuti selama seminggu kedepan!"


"Apa! Bagaimana bisa!" Ucap Papa Iko memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Baiklah kau boleh pergi! Jangan menerima tamu, dan jangan menganggu ku untuk hari ini!" Ujar Papa Iko menyuruh keluar stafnya dengan isyarat tangan.


"Sudah ku katakan! Jangan menganggu ku!" Ucap Papa Iko langsung naik pitam kala pintu ruangan nya kembali terbuka.


"Apa aku tak boleh masuk Papa!" Ujar Mommy Senja yang sudah melangkah masuk.


"Sayang! Maaf!" Lirihnya sesal.


"Aku membawa makanan untuk mu!" Ujarnya membuka dan menata tiap menu yang di bawa.


"Aku akan memakan nya nanti!"


"Hah, Kenapa? Kau tau bukan? Tuhan menciptakan sebuah masalah beserta dengan kuncinya? Dan kau percaya bukan bahwa Tuhan tak memberikan masalah di luar batas kemampuan hambanya untuk menyelesaikan!" Kalimat penenang itu di lontarkan oleh Mommy Senja, tangannya dengan talaten menyuapi sang suami.


"Semua yang kita miliki hanyalah titipan darinya sayang, sekalipun kau tak punya apa-apa aku dan Airin akan tetap mencintaimu dan tak akan meninggalkan mu! Bagi kami kau lah satu-satunya laki-laki yang paling baik dan terhebat!" Dan lagi masih banyak kata penyemangat yang keluar dari mulut Mommy Senja.


"Selesai!" Ucapnya mengusap bibir sang suami dengan tisu.


"Kau memang istri terbaik, tak salah aku memilihmu! Aku mencintaimu Mommy nya Airin."


"Ya! Aku juga mencintai mu Papa Iko!"


Selama Herman, adik dari Pak Surya bekerja di perusahaan Dirgantara, selama setahun kinerjanya memang sangat baik hingga Papa Iko percaya padanya dan ia hanya beberapa kali masuk kantor atau tidak mengerjakan pekerjaan nya dirumah, lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga kecilnya.


Masalah penyelewengan dana yang membuat perusahaan Dirgantara merugi besar sudah terungkap, Herman Sanjaya pria muda yang di percaya ini tak di sangka menjadi seorang pengkhianat. Dalang utama di balik kerugian besar yang di tanggung perusahaan.


Mengeluarkan secara tak hormat dari perusahaan Dirgantara tanpa meminta uang sepeserpun atas kerugian yang telah di timbulkan, itu cukup pantas bukan?


"Tuan Iko mohon jangan pecat saja!" Lirih Herman dengan tatapan memohon dan berkali-kali memohon.


"Maaf Tuan Herman saya tak bisa lagi bekerja dengan orang yang tak jujur seperti anda! Saya sudah berbaik hati tak menuntut anda atas kerugian dan membuat Anda mendekam di penjara! Mohon jangan menganggu saya dan menunjukkan batang hidung anda lagi didepan keluarga saya!"


"Sombong???? Akulah yang selama ini membuat perusahaan mu lebih jaya saat kau sibuk dengan keluarga kecilnya itu! Tapi kau sangat sombong! Aku kan membalas mu!" Ucapnya menggebu kala permohonan nya tak di kabulkan hingga membuat security harus turun tangan mengusirnya dari perusahaan Dirgantara.


"Papa!" Ucap Airin berlari memeluk sang Papa, gadis ini terus bertanya kapan Papa pulang semenjak kejadian itu Papa Iko memang sering pulang larut malam, memperjuangkan kembali keuangan perusahaan dan menstabilkan nya.


Bagaimana pun banyak karyawan yang menggantungkan hidup keluarga nya pada perusahaan Dirgantara.


"Putri Papa tak tidur?" Ucap Uncle Iko mensejajarkan tinggi nya dengan tubuh sang putri.


"Papa lelah! Ini Airin buatin jahe anget!" Ujarnya menyodorkan cangkir di hadapan sang Papa.


"Terimakasih princess, Baik banget!" Ujarnya tersenyum meminum secangkir jahe hangat yang di berikan sang putri.

__ADS_1


"Papa jangan capek-capek Bekerja, nanti kalau Airin sudah besar, sudah berumur 20 tahun Airin akan bantu Papa dan menjadi pemimpin yang hebat!" Ujarnya sombong dengan berkecak pinggang.


"Wah? Benarkah? Papa kan menunggu Airin dewasa dan berumur 20 agar Papa dan Mommy bisa melihat pemimpin yang hebat seperti Airin di masa yang akan datang!" Ucapnya mengacak rambut sang putri.


"Airin sayang! Sudah malam! Ayo tidur! Di lanjut besok ya ngobrolnya kan kasihan Papa yang baru pulang!"


"Ya mommy! Dadada Papa! Selamat malam!" Ucap Airin berlalu masuk kedalam kamarnya.


"Ayo! Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu! Sini ku bantu!"


"Tak usah biar aku saja!"


"Apakah semua sudah membaik?" Tanya Mommy Senja kala keduanya sudah berada di dalam kamar, tangan nya cekatan membantu sang suami melonggarkan dasi yang dikenakan.


"Ya, hampir! Aku masih tak menyangka Tuan Herman bisa seperti itu!"


"Semua manusia bisa berubah seiringan dengan lingkungan tempat pergaulan nya dan keadaan yang mendesak dengan segala masalah dan tuntutan!"


"Ya kau benar sayang!"


"Sudah, mandilah!"


"Bersama ya!"


"No Papa!"


"Ku mohon!"


"Hah, Baiklah aku akan menemani mu!"


Nyatanya bukan menemani, keduanya menikmati indahnya mahligai surga dunia untuk pasangan yang halal baginya.


Mommy Senja adalah sosok istri yang sangat menginspirasi, bagaimana ia bisa menempatkan dirinya di berbagai kondisi, Jadi Mommy yang terbaik untuk putrinya, menjadi teman sekaligus sahabat bagi sang suami dalam menghadapi masalah.


Menjadi istri yang sangat nakal jika berurusan dengan masalah ranjang,


Papa Iko, sosok laki-laki yang di idamkan semua wanita, sangat bijaksana dan berwibawa, menempatkan Mommy Senja menjadi ratu dalam hidupnya. Tak jarang para pembisnis maupun wanita cantik di luar sana sangat iri dengan kemesraan keduanya, minusnya semua orang jarang mengetahui siapa sosok putri cantik yang dimiliki keluarganya Dirgantara, para kalayak hanya tau siapa sosok wanita cantik di balik kesuksesan seorang Riko Dirgantara, yang tak lain adalah Senja Aulia Husna.


🎶


...ENDDDDDDD...


Mau ngucapin makasih, dan makasih! Biarkan Mommy Senja dan Papa Iko bahagia ya disini!! ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2