Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 29


__ADS_3

Semenjak hari itu, ada jarak yang tak nampak dari Uncle Iko dan Senja. Keduanya hanya bisa terlihat bersama saat makan pagi dan makan malam, itu pun berempat dengan kedua orang tua Senja.


Terkadang Uncle Iko pulang larut malam, untuk mengurus bisnis cabang Toko Sembako yang dimiliki oleh orang tua Senja, ia bertanggung jawab atas segala kemajuan dan kesuksesan toko tersebut.


Sedangkan Senja? Ia sesekali keluar dengan Angga tentunya, Namun sudah satu minggu pertama Angga selalu mengajak Senja keluar hanya untuk sekedar jalan-jalan saja.


Ada ruang kosong yang mulai tampak nyata dalam diri Uncle Iko, yang terbiasa mendapatkan sapaan manis dari Senja tiba-tiba semuanya tampak datar, dan saat Senja berpamitan pun menggunakan bahasa yang formal kepadanya.


Setiap kali Uncle Iko melihat Senja dengan pria lain, rasanya hati ini akan di penuhi emosi! Ada perasaan tak rela dalam diri Uncle Iko.


Sejujurnya Uncle Iko rindu dengan semua keceriaan, ke usilan yang Senja lakukan pada dirinya.


Dan saat pikiran nya membayangkan Senja, selalu saja hatinya berdebar dan jantungnya berpacu lebih cepat serta bayang-bayang ciuman hangat selalu menghantui Uncle


Arghh.... Sejak kapan bibir senja menjadi candanya! Erangan Uncle Iko dengan frustasi.


Sebulan sudah atmosfer dingin itu tercipta diantara keduanya, Hingga Uncle Iko menyadari bahwa ia mencintai keponakan nya.


"Uncle mencintai mu Senja." Lirih Uncle Iko dalam hatinya.


Salah kan cinta ku berlabuh pada seorang gadis ingusan yang ku anggap sebagai keponakan? Salah kah aku! atau bahkan semua orang akan mencap ku sebagi pedofil karena mencintai keponakan ku sendiri. Gumam Uncle Iko bertanya dengan pikiran nya sendiri.


Senja! Kau yang membuat Uncle tak bisa sehari saja tanpa memikirkan mu! Kau harus menanggung semua ini Senja! Uncle juga mencintaimu! Maaf jika perasaan Uncle terlambat. Esok Uncle akan mengungkapkan padamu perasaan Uncle dan kau tidak ada kesempatan untuk menjawab selain kata IYA! Ucap Uncle Iko mantap dalam hatinya.


Berbeda dengan Senja, selama sebulan ia menjauhi Uncle! Ah bukan menjauhi setidaknya menjaga jarak diantara keduanya!


Senja tak ingin jatuh lebih dalam dan sakit dalam perangkap cinta Uncle Iko, Cukup sakit! Miris! Cinta pertamanya harus berakhir tragis dengan penolakan.


"Diam aja si, mikir apa? Utang!" Celetuk Angga.


"Lo tuh! punya mulut dijaga! Gue ga punya utang!" Ucap Senja ketus.


"Hahahaha... Iya deh maaf!" Ucap Angga.


"Kenapa?" Tanya Angga.


"Gue mau nyerah aja buat perjuangan Uncle Iko, selama sebulan ini Uncle udah gak peduli lagi sama gue." Ucap Senja mencurahkan isi hatinya pada Angga


"Asyik! Gue bisa dong jadi pacar lu." Jawab Angga dengan menggoda


"Walaupun gue gak bisa dapetin Uncle Iko, bukan berarti gue mau pacaran sama lo! Rasa suka butuh proses, dan lupa juga butuh waktu Angga." Ucap Senja


"Gak papa, gue tunggu lu kok." Ucap Angga serius.


"Angga! Kenapa lu baik banget si sama gue selama ini, padahal gue udah banyak nyakitin lu." Ucap Senja bertanya.


"Gue tulus sayang dan cinta sama lu Senja! Tapi gue gak mau maksain hati lu buat gue! Gue gak mau ngebuat orang yang gue suka gak bahagia atau terpaksa jalanin hubungan ini." Ucap Angga dengan begitu bijak.


"Thanks ya lu selalu ada buat gue dan sabar sama segala tingkah laku gue." Ucap Senja pada Angga dengan tulus.

__ADS_1


"Tentu Honey." Goda Angga.


"Ish itu menggelikan Angga! Udah ayo pulang!" Ucap Senja, yang dibalas dengan Anggukan oleh Angga namun beberapa detik kemudian Angga tertawa dengan renyah.


"Senja! Neduh dulu! Udah gerimis nih." Ucap Angga saat hujan mulai turun.


"Gak usah ga! Nanggung!" Ucap Senja.


"Udah lu bawa motornya agak kencengan dikit!" Ucap Senja.


"Bahaya Senja!" Ucap Angga memperingatinya.


"Udah yakin aja! Keburu hujan nya makin deres nih!" Ucap Senja.


"Tapi lu pegangan ya!" Ucap Angga memperingati.


"Iya! Lu agak kencengan bawa motornya biar cepet sampai rumah gue! Terus lu bisa mampir buat neduh! kan enak!" Ucap Senja


Angga pun menuruti permintaan Senja dan mulai menambah laku kendaraan nya, dan....


Brak!


Saat di persimpangan Angga tak sengaja berpapasan dengan mobil yang tiba-tiba datang dari arah yang berlawanan, dan kecelakaan pun tak dapat di hindarkan.


Pyar!


Foto Senja yang saat itu terpanjang di dinding jatuh ke lantai, saat Uncle Iko tengah menonton televisi Jantung nya seketika berpacu dan firasat nya buruk terhadap Senja.


Langit seketika langsung turun hujan dengan deras membuat perasaan Uncle Iko kian tak baik.


"Iko! Senja belum pulang?" Tanya Bunda Nur.


"Belum Kak, mungkin mereka sedang berteduh dulu." Ucap Uncle Iko berusaha tenang, meski perasaan nya kian aduk bercampuran.


"Coba kamu hubungi ponsel milik Senja, Iko." Ucap Bunda Nur meminta bantuan pada Iko.


Nihil, ponsel Senja tak aktif dan panggilan Iko tak satupun yang dijawab oleh Senja.


"Bagaimana?" Tanya Bunda Nur.


"Senja tak bisa di hubungi kak, mungkin baterei miliknya habis! Kakak tenang saja! Iko akan mencarinya, Senja pasti baik-baik saja." Ucap Iko berusaha menenangkan.


"Baik Iko, nanti kabari kakak secepatnya." Ucap Bunda Nur berlalu pergi masuk kedalam kamar.


Rasa cemas Uncle Iko kain menjadi saat Senja tak dapat di hubungi.


Sialan! Kemana bocah ingusan itu membawa Senja! Akan ku bunuh dia, Jika senda mengalami luka gores karena nya. Umpat Uncle Iko pada Angga.


30 menit kemudian.

__ADS_1


"Halo Senja." Ucap Uncle Iko saat ponselnya berdering dan ada nama Senja di layar ponselnya. Wajah gembira dan ceria langsung ada dalam dirinya.


"Halo bapak! Maaf menganggu waktunya! Kami dari Rumah Sakit Bunda ingin memberitahu kan bahwa pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan dan saat ini kondisinya kritis." Ucap Suster di ujung sana.


Deg


Deg


Deg


Senja.


Lirih Uncle Iko, "Halo pak?" Ucap Suster di sebrang sana saat Uncle Iko hanya diam tak menanggapi ucapan nya.


"Ah iya Halo, saya akan segera ke sana." Ucap Uncle Iko.


Uncle Iko segera bersiap untuk berangalkat ke rumah sakit tersebut.


Tok


Tok


Tok


"Ada apa Iko?" Tanya Ayah Fandy saat Iko mengetuk pintunya.


"Apa Kak Nur sudah tertidur?" Tanya Iko.


"Sudah Iko." Ucap Ayah Fandy.


"Kak, begini aku ingin menyampaikan berita buruk padamu kak!" Ucap Iko menarik nafas panjang nya.


"Senja mengalami kecelakaan kak, Iko akan ke sana untuk melihat." Ucap Iko.


"Apa! Kakak akan ikut denganmu!" Ucap Ayah Fandy terkejut.


"Ini sudah malam kak, sebaiknya kakak istirahat saja, temani Kak Nur. Esok pagi kakak boleh ke sana untuk melihat keadaan Senja. Nanti Iko akan di kirimkan keadaan Senja saat sudah sampai di rumah sakit.." Ucap Iko memberikan saran.


"Kau yakin Iko!" Tanya Ayah Fandy.


"Ya kakak." Ucap Iko tersenyum.


🎶🎶🎶


Happy Reading guys.


Bagaimana keadaan Senja ya? Buat Angga siap-siap kena bogem bentar Uncle Iko😂


Maaf kalau masih ada yang typo😂

__ADS_1


__ADS_2