
NB: Maaf atas double part yang isinya sama, sebenarnya aku udah UP part itu kemarin tapi masih review, aku frustasi kenapa ada apa😖
Terus novel satunya review sampai 2 hari!
Dan Ini satu tambahan Part untuk hari ini.
Kembali ke cerita.
🎶
Mobil yang di tumpangi oleh Uncle Iko dan Senja berhenti di parkiran restoran yang berada di pinggir pantai.
"Uncle! Kenapa kau membawaku kesini?" Ucap Senja bertanya.
Cup
"Uncle kenapa kau mencium ku." Ucap Senja protes.
Cup.
"kau sudah tau kesalahan mu sayang!" Ucap Uncle Iko menekankan pada kata sayang di hadapan Senja.
Astaga! kenapa aku sampai lupa, sudah kesepakatan bukan? kalau sedang berdua dengan nya akau kan menggilanya sayang atau honey! dan jika aku menggilanya Uncle maka, ia akan menciumiku! Ucap Senja bertanya pada hatinya.
"Oke-oke, kenapa membawa ku kesini honey!" Ucap Senja bertanya, mengubah panggilannya.
"Makan! aku lapar." Ucap Uncle Iko singkat.
"Apa! tadi kau bilang Bunda menunggu kita!" Ucap Senja bertanya.
"tidak jadi!" Ucap Uncle Iko keluar mobil, disusul oleh Senja masuk.
"Kau menjengkelkan Uncle!" Ucap Senja mengehentakkan kakinya.
Bugh
Hap
"Kau ingin aku mencium mu disini sayang!" Ucap Uncle Iko yang sudah mendekatkan wajahnya ke arah Senja.
saat tubuh mungil Senja menabrak tubuh kekar Uncle Iko, dan dengan gerakan cepat Uncle Iko menangkap Senja jatuh kedalam pelukan nya agar tak jatuh bawah.
"mesum." Ucap Senja mendorong dada Uncle Iko dengan wajah merah bak tomat.
__ADS_1
Keduanya pun akhirnya menikmati makanan yang sudah tersaji didepan mereka.
"Aku tak suka jika kau jalan dan menyapa bocah ingusan itu." Ucap Uncle Iko ketus di sela makan siang saat itu.
"Bocah ingusan?" Ucap Senja berfikir. "Angga?" Ucap Senja bertanya memastikan nya.
"Jangan sebut namanya honey! jika kau tak ingin bibir mu merah bengkak karena ku! Kau hanya boleh menyebut namaku!" Ucap Uncle Iko.
"Cih posesif! bilang aja cemburu! dasar aki-aki." Gumam Senja mengumpat seperti berkumur.
"Kau tidak sedang mengumpatiku kan sayang?" Ucap Uncle Iko melirik tajam ke arah Senja yang tengah bergumam.
"Ah tidak mungkin aku mengumpati mu honey!" Ucap Senja tersenyum.
Dulu! Sok-sokan menolak ku! dan sekarang bucin mu keterlaluan Uncle! Aih! Apa salahnya? kan aku hanya berteman dengan nya. Gumam Senja.
"Ah, honey tapi kan aku hanya berteman dengan nya." Ucap senja mecoba bernegosiasi.
"Tidak! temanmu hanya boleh wanita, dan laki-laki yang boleh dengan mu hanya aku!" Ucap Uncle Iko.
Keduanya pun menyelesaikan makan dan kembali untuk pulang.
Sesampainya di rumah, Senja masih diam tak ingin menjawab perkataan Uncle Iko.
"Hem." Deheman keluar dari mulut Senja. dan dibaliknya tubuh Senja, di tangkupnya kedua pipi Senja.
"Saat kau dekat dengan pria lain selain diriku, rasanya aku ingin menghajar pria itu. Sayang aku terlalu mencintaimu." Ucap Uncle Iko dengan begitu lirih.
"Baiklah honey! aku akan menjaga jarak dengan pria lain. Hanya dirimu yang aku cintai." Ucap Senja menoel hidung mancung Uncle Iko dan melingkarkan kedua tangan nya di leher Uncle Iko.
"Kau menggodaku baby?" Ucap Uncle Iko mengedipkan sebelah matanya.
Cup
Cup
Cup
Awalnya hanya kecupan sekilas, namun romansa cinta yang pertama kali buat Senja begitu memabukkan hingga keduanya berciuman dan saling bertahutan.
Lidah keduanya bermain ke daerah lawan masing-masing, mencari posisi yang nikmat untuk diri sendiri.
"Apa yang kalian lakukan! Iko! Senja!" Ucap Bunda Nur pada keduanya.
__ADS_1
Tamatlah riwayatku! Ucap Senja lirih dalam hatinya.
Keduanya bak seperti seekor kucing yang tertangkap basah oleh majikan karena mencuri, eits! Tapi keduanya telah tertangkap basah oleh Bunda Nur yang ketahuan berciuman, ah dan posisinya sangat intim sekali.
"Kau tenang, biar Uncle yang menjelaskan." Lirih Uncle Iko berbisik pada Senja.
"Tapi Uncle! Aku.... " Ucap Senja dengan gugup.
"Kau percaya bukan dengan Uncle? Mari kita hadapi ini bersama." Ucap Uncle Iko tersenyum.
"Kakak, aku akan jelaskan padamu semua ini, tapi bukan sekarang waktunya. Biarkan Senja istirahat terlebih dahulu." Ucap Uncle Iko.
"Kalian harus menjelaskan sejelas mungkin padaku! Sejak kapan kalian seperti ini! Bunda kecewa padamu Senja." Ucap Bunda Nur berlalu pergi meninggalkan keduanya, Ayah Fandy mengekori istrinya melangkah masuk kedalam kamar.
Ayah Fandy cenderung lebih diam, tak ingin menanggapi berlebihan perihal keduanya, pasti Senja mempunyai alasan tersendiri bukan?
Senja bukan gadis bodoh yang tak bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuknya? Ayah Fandy percaya pada putri kesayangan nya itu.
"Kau istirahat! Uncle akan bertanggung jawab atas semuanya, percayalah honey!" Ucap Uncle Iko tersenyum kearah senja yang tampak sedih, dan menyuruh nya masuk.
"Iya uncle." Ucap Senja melangkah pergi.
Setelah selesai makan malam, biasanya waktu yang tepat untuk mereka mengistirahatkan badan nya.
Namun berbeda dengan Senja dan Uncle Iko.
Keempatnya kini tengah berada di ruang keluarga, Senja dan Uncle Iko tampak seperti narapidana yang sedang menunggu vonis hakim.
"Mulai Penjelasan nya!" Ucap Bunda Nur dengan nada dingin.
"Aku dan Senja berpacaran kak! Aku mencintai putrimu! Maaf!" Ucap Uncle Iko dengan nada begitu lembut dan terdengar sangat jelas.
"Apa! Kalian!" Ucap Bunda Nur kaget.
🌈🌈🌈
Nah hayo! Bunda marah nih sama Senja.
Uncle Iko juga sih, cium-cium anak gadis orang.
Udah kayak pedofil aja sih Uncle. Wkwkwkwkw.
Bunda Nur setuju gak nih sama hubungan keduanya? 😂
__ADS_1