
Sulawesi
"Hah. Masih menyakitkan ternyata." Ucap Senja membuka matanya, matanya terlalu menyebalkan, ia berpihak akan kepahitan yang menyebabkan nya terus mengalir membasahi pipi cantiknya.
Usapan kasar terus Senja lakukan, ya mau bagaimana lagi, Semalaman ia hanya bisa menangis, entah sudah berapa jam? Senja tak ingat. Hari ini ia terbangun dengan mata sebab nya.
Rasanya akan malu dengan keadaan mata sipit ini bertemu dengan kedua orang tuanya, Dan berakhir lah Senja seharian hanya ada didalam kamarnya.
Bukan untuk menangis! Sudahlah! Cukup ia menangis.
Tok
Tok
Tok
"Senja, turun nak! Kau belum makan seharian." Ucap Bunda Nur yang khawatir dengan keadaan putrinya.
"Baik Bunda." Ucap Senja. Hah kamu kuat Senja! Baiklah ayo jangan ada air mata lagi kau harus bahagia. Monolog Senja melangkah untuk membuka pintu dan melihat sang Bunda yang sangat cemas memikirkan dirinya.
"Kau tak apa-apa kan nak?" Ucap Bunda Nur memandang putri sulung nya.
"Tenang Bunda, Senja tak apa-apa. Hehehe, Kau tau Bunda, ini hari libur dan putri mu akan menjadi putri tidur bukan?" Ucap Senja dengan kekehan menggoda.
"Ya kau benar! Lekas turun dan Ayo makan." Ucap Bunda Nur.
"Baik Bunda." Ucap Senja tersenyum.
🎶
Kalimantan
Pesawat mendarat dengan sempurna, sangat sempurna. Hari ini Iko sudah berada di kota kelingan mantan eh salah Kalimantan (Jangan tegang wey!😋)
Rumahnya, tempat yang seharusnya ia pulang, bahagia bersama keluarga kecilnya. Iko, Monica dan tentunya Gara.
__ADS_1
"Apa kau bahagia?" Tanya Monica mengandeng mesra lengan Uncle Iko.
Hening! Tak ada apapun kata yang keluar dari mulut Iko, sepanjang pesawat mengudara, bibirnya seakan bungkam untuk berucap.
Meski berulang kali Monica berusaha melakukan interaksi dengan dirinya! Semua hanya berakhir sia-sia tak berguna.
Kedua nya melangkah masuk menuju mobil yang sudah menunggu mereka, Doni setia mengantarkan kedua majikannya, dan ia bahagia karena melihat keluarga majikan nya kembali utuh seperti sedia kala.
Rumah mewah megah, semua masih tampak sama, Tatapan kosong terus Iko layangkan memandang lurus ke depan, Harusnya ia akan bahagia, kenapa ini sangat menyiksa batin nya.
"Ayo masuk, Gara pasti merindukan mu." Ucap Monica menuntun Iko untuk masuk kedalam.
"Papa?" Ucap Gara terbata saat melihat orang yang di sayangi nya, beberapa kali Gara menepuk kedua pipinya seolah ingin memastikan bahwa ini nyata! Bukan lah mimpi atau pun khayalan nya saja.
"Gara, ini memang papa mu, kau tak bermimpi sayang." Kekeh Monica saat melihat ekspresi sang putra.
"Papa... " Ucap Gara berlari memeluk Iko dengan sayang.
"Jagoan papa, gimana kabarnya?" Tanya Iko tersenyum pada Gara.
"Hiks... hiks... hiks... papa jangan pergi! Aku rindu papa." Ucap Gara mengalunkan kedua tangan nya ke leher Iko memeluknya sangat erat.
"Ayo papa." Ucap Gara semangat.
Kaki Iko melangkah ke arah taman rumah tersebut tanpa memperdulikan Monica yang ada di sampingnya.
🎶
"Bagaimana keadaaan jagoan Papa, saat Papa tak ada hem?" Tanya Iko saat keduanya sudah terduduk nyaman di kursi Taman, tanpa adanya Monica.
"Baik Papa, Gara sudah bisa mandi sendiri! mengenakan seragam sendiri, sarapan sendiri." Ucap Gara tersenyum.
"Lalu? Mama kemana sayang? kenapa Gara memakai seragam sendiri? Bukan kah biasanya mama yang selalu ada untuk membantu?" Ucap Iko tersenyum, meski usianya sudah 10 tahun tapi Gara sudah terbiasa di bantu oleh Mama atau papanya dalam memilihkan baju dan berpakaian yang benar! Karena anak itu akan selalu berantakan jika memakai pakaian nya sendiri.
"Mama terlalu sibuk dengan bisnis nya dan Mama selalu pulang larut malam papa." Ucap Gara lirih.
__ADS_1
"Sudah tak apa, Mama sibuk juga karena membiayai sekolah Gara bukan?" Ujar Uncle Iko.
"Jadi Gara tak boleh lagi sedih ya? Kan sudah ada Papa." Ucap Uncle Iko tersenyum.
"Ya Papa. Terimakasih. Gara sayang papa."
"Papa juga sayang sekali dengan Gara."
🎶
Satu bulan berlalu, saat dimana Uncle Iko memutuskan untuk kembali ke keluarganya dan memperbaiki segalanya.
Tidak! Semua sudah terlambat untuk di perbaiki! Hati dan fikiran Uncle Iko masih terpatri jelas hanya milik Senja.
Honey! Aku merindukan mu! Apa kau sudah bahagia? Lirih Uncle Iko tertunduk sedih.
Hanya Gara yang membuatnya bertahan dengan pernikahan yang sudah tak sehat lagi menurutnya, jika bukan karena bocah itu! Iko sudah memilih untuk berpisah dengan Monica.
"Cukup! Apa mau mu Iko! Kau kembali ke keluarga ini untuk memperbaiki semuanya dari awal bukan? Kenapa kau masih tak menganggap ku ada selama sebulan ini!" Ucap Monica menatap kearah Iko.
"Kau bisa tidak? Jaga sopan santun mu! Ketuk dulu sebelum kau masuk dalam ruang kerja seseorang!" Ucap Iko sinis! Tanpa ada kata permisi! Monica langsung menerebos masuk ruang kerja Iko dan membentak nya.
"Hah Sopan santun? Lantas? Apa kau tau caranya menghargai! Aku istrimu! Kau sudah sebulan kembali! Kau berkata jika ingin memperbaiki semuanya tapi kau tak menganggap ku ada! Bahkan kau lebih memilih tidur dengan Gara atau kau akan tidur di ruangan ini!" Ucap Monica dengan nada menggebu nya.
"Jika kau tak bahagia! Lepaskan aku! Biarkan aku membesarkan Gara sendiri!" Ucap Uncle Iko begitu lirih!
"Jaga ucapan mu Iko! Aku mencintaimu! Tak bisakah kau mulai mencintai ku lagi dan melepaskan gadis sialan itu!" Ucap Monica tersulut emosi.
"Jaga ucapan mu Monica! Jika bukan karenanya! Aku akan egois untuk memperjuangkan Senja daripada memilih mu!" Ucap Uncle Iko dingin.
"Kau!"
"Keluar Monica! Biarkan aku sendiri! Dan jaga bicara mu! Aku tak mau Gara mengetahui pertengkaran di antara kita! Ku harap kau mengerti! Selamat malam." Ucap Uncle Iko.
Dengan langkah terpaksa dan kesalnya! Monica menghentak-hentakkan kakinya keluar dari ruang kerja Iko.
__ADS_1
Sialan! Meski bocah itu sudah tak lagi menganggu hidupku! Tapi bayangan nya akan selalu menghantui Iko! Umpat Monica dalam hatinya.
❤❤❤❤