Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 55


__ADS_3

SENJA POV


Semua berjalan seperti biasanya, hari dimana aku bertemu dengan Uncle Iko cukup membuat relung hatiku menolak melupa.


Dia menunjukkan reaksi aku masih sangat mencintai paman ku itu, tanpa mau menghapus sosok dirinya.


Dengan sekuat tenaga, Angga selalu ada menemaniku, dan hal di luar dugaan kembali terjadi.


Hari ini secara tiba-tiba Uncle Iko muncul dan menemui diriku secara pribadi, mengatakan tentang sebuah kebohongan bahwa ia sudah bercerai dengan istrinya. Oh ayolah apa yang kau mau Uncle Iko.


Aku sudah berusaha berdamai dengan melepas mu 4 tahun silam dengan sekuat tenaga aku melupakan mu, dan saat bertemu dengan mu hari itu kau seolah menggagalkan semua rencana kata lupa yang aku susun untukmu. Kenapa kau begitu jahat padaku Uncle! Lirih nya bermonolog dalam hati.


Tak hanya sampai disitu, Uncle Iko terus mendesak ku! Menatap begitu lekat diriku mengatakan kata Cinta, ah Uncle Aku memang masih mencintaimu bahkan sangat mencintai mu. Namun detik itu ku katakan aku tak mencintaimu kau masa laluku dan Angga masa depan ku! Jika kau tanya bagaimana rasanya! Kau berhasil membuatku di rundung pilu untuk kesekian kalinya. Kau hebat Uncle.


Dan di sini lah aku, terduduk di kursi dengan mata berair atas penolakan yang aku layangkan padamu! Maaf Uncle! Angga terlalu baik untuk aku sakiti untuk kesekian kalinya. Mungkin takdir cinta kita tak harus memiliki. namun lebih pada kata mengikhlaskan.


SENJA POV END


🎶


📱 : Sayang ayo pulang! 10 menit lagi aku keruangan mu.


Isi pesan singkat yang dikirimkan Angga untuknya, Senja pun bergegas membasuh muka dan membersihkan wajahnya dari sisa air mata, memolesnya lagi dengan sedikit make up.


Tok


Tok


Tok


"Masuk!" Ucap Senja dari dalam seolah tau bahwa tamunya kali ini adalah Angga, dan benar saja. Angga melangkah masuk dengan senyum sumringah di bibir nya.


"Ayo pulang." Ucap Angga yang langsung di balas anggukan oleh Senja, sepanjang perjalanan senja hanya diam tak ingin rasanya membalas perkataan Angga. Entahlah. kedatangan Uncle Iko membuat mood nya benar-benar buruk.


"Kau tak apa-apa?" Tanya Angga pada Senja yang semenjak tadi hanya diam saja.


"Ya." Ucap Senja memaksakan tersenyum.


"Kita sudah sampai! Aku akan langsung pulang! Salam untuk Bunda dan Ayah. dan kau jangan lupa istirahat." Ucap Angga memberi nasihat.


"Baik terimakasih." Ucap Senja turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


🎶


"Tante Senja." Panggil Gara saat melihat sosok Senja tengah masuk kedalam sebuah cafe yang ada sama oleh Gara.


"Gara?" Ucap Senja dengan terbata.


"Sini!" Ucap Gara melambaikan tangan nya ke arah Senja.


"Kau disini? dengan siapa?" Tanya Senja.


"Sendiri! Papa sedang ada rapat di kantor sana, dan aku lapar ya sudah aku kesini." Tutur Gara pada Senja.


"Oh begitu."


"Duduk tante!" Ucap Gara tersenyum.


Keduanya pun memesan menu untuk melepaskan dahaga lapar yang terasa pada perut keduanya.


"Gara tante boleh tanya?" Ucap Senja dengan gugup.


"Boleh tante."


"Tante lihat, Gara selalu keluar dengan Papa. Lalu? Mama Gara kemana?" Ucap Senja takut-takut.


"Maaf kalau tante lancang bertanya." Ucap Senja tak enak hati.


"Sudah tante! Tak apa. Jika tante mau! Tante boleh kok jadi Mama Gara." Celetuk Gara tersenyum.


Uhuk


Uhuk


Uhuk


"Tante tak apa?" Tanya Gara menyodorkan air minum pada Senja.


"Ya." Ucap Senja lirih setelah meminum air tersebut sorot matanya melirik ke arah Gara yang saat ini tak ada rasa kesedihan yang terpancar kala berucap Mama dan Papa nya telah berpisah.


"Jangan melihatku seperti ini tante!" Ucap Gara tiba-tiba.


"Gara tak sedih melihat Mama dan Papa berpisah." Ucap Gara singkat.

__ADS_1


"Kenapa?" Ucap Senja lembut.


"Gara tak tau permasalahan apa yang terjadi di antara Papa dan Mama, yang Gara rasakan semenjak kecil Mama tak pernah peduli dengan Gara, dan setelah Papa kembali dari kecelakaan pesawat itu. Mama dan Papa sering bertengkar. Papa lebih ingin menghindar dan tak menunjukkan pertengkaran tersebut karena takut menggangguku. Tapi Mama selalu mencari cara untuk memulai pertengkaran. Hanya itu yang Gara tau. Dan Papa selalu ada buat Gara." Ucap Gara menjelaskan.


"Lalu sekarang Mama kemana?" Tanya Senja, kepalang tanggung tidak menyelidiki dengan tuntas tentang rumah tangga Uncle Iko, dan maaf kalau Gara menjadi alternatif untuk mengorek semua informasi.


"Yang Gara tau, 3 bulan setelah Mama berpisah dari Papa, Mama menikah lagi dan sampai sekarang Mama tak pernah mengunjungi Gara." Ucap Gara tertunduk sedih.


"Maafin tante Senja ya yang membuat Gara sedih." Ucap Senja tak enak hati..


"Hah, tak apa tante! Hanya saja Gara merasa hanya di lahir kan dari Mama tanpa mendapatkan kasih sayang darinya."


"Lalu? Kenapa Papa Gara juga tak menyusul Mama? dengan menikah lagi? Biar Gara mendapatkan kasih sayang dari sosok Mama?"


"Semenjak berpisah dengan Mama, Papa mencari satu wanita, ya mungkin itu wanita yang di cintai Papa, tapi Gara tak tau bagaimana wajah wanita itu, hanya saja Gara pernah sekilas melihat fotonya hanya memakai seragam sekolah dan..... " Ucapan Gara terhenti, matanya menelisik melihat ke arah Senja yang tengah terduduk mendengar kan lanjutan kalimatnya.


"Dan apa?" Ucap Senja menatap serius.


"Seperti tante Senja... Hahahaha... " Tawa Gara menggoda Senja yang memasang ekspresi seriusnya.


"Kau ini, tak baik mempermainkan orang dewasa." Ucap Senja mencubit lengan Gara.


"Augh! Kau menyakiti ku tante! Aku akan mengadukan mu pada Papa." Ucap Gara mengerucut kan bibirnya.


"Eh jangan gitu dong Gara! Ah main nya adu-aduan. Kan tante gak keras juga nyubit nya. Kamu sih godain tante." Ucap Senja memasang wajah was-wasnya.


"Hahaha.... Gara hanya bercanda tante." Ucap Gara tersenyum.


Dan keduanya pun terlihat percakapan ringan di cafe tersebut sambil menikmati makanan yang ada, Senja lupa dengan tujuan nya membeli beberapa keperluan pribadi dan kini ia malah berbincang ria dengan Gara, tanpa sepengetahuan keduanya sosok Uncle Iko mengamati keduanya kala berbincang.


Sosok Senja yang periang, ramah dan mampu menyesuaikan lingkungan dengan cepat membuat Gara bisa tersenyum lepas dan tanpa ragu, Gara bercerita tentang semuanya.


🎶


Happy Reading.


Maaf kalau ada yang typo.


Dan maaf kalau bisanya UP satu bab, karena kondisi aku emang gak bisa di buat nulis banyak😩 karena flu batuk demam, akibat musim penghujan yang gak menentu ini.


Dan tugas ku sebagai mahasiswa akhir penuh drama itu juga menyulitkan ku untuk ngetik lebih dari 1 bab sehari😩

__ADS_1


Oke gitu aja. See you.


__ADS_2