
"Bibi Uncle Iko kemana?" Tanya Senja saat ia sudah duduk di meja makan, namun tak menemukan Uncle Iko.
Beberapa menit Senja menunggu, hingga jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi, tapi Uncle Iko tak kunjung muncul di meja makan.
Makan duluan ah, laper! Nunggu Uncle Iko lama. Gumam Senja dalam hatinya
Senja pun menyantap hidangan yang sudah di sajikan oleh Bibi di Meja makan dengan lahap.
Beberapa menit setelah Senja menghabiskan semua makanan, Uncle Iko tak kunjung menunjukkan dirinya.
Kemana ih Uncle! Katanya nungguin makan! ini belum nonggol juga sampai sekarang! Gerutu Senja dalam hatinya.
Senja pun melangkah kan kakinya menghampiri kamar Uncle Iko dengan menghentak-hentakkan kakinya.
"Uncle!" Teriak Senja,
"Uncle Iko ada didalam!"
"Uncle!"
"Senja masuk ya Uncle!"
"Uncle! Senja masuk!" Ucap Senja dengan teriakan yang tak kunjung mendapatkan sahutan dari sang pemilik kamar.
Clek!
"Uncle!" Lirih Senja melihat Uncle Iko yang keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan handuk yang melilit pinggang nya, Bagian dada di biar akan terbuka untuk mengekspos perut sempurna miliknya.
"Uncle! Ini masih pagi kenapa Uncle Mandi? Bukan kah Uncle sudah mandi?" Ucap Senja bertanya.
"Ah itu... hem.... " Jawab Uncle Iko dengan ter gugup.
"Apa Uncle! Ih kalau ngomong yang jelas Uncle!" Ucap Senja bingung dengan kegugupan kata yang keluar dari mulut Uncle Iko.
Ini semua karena mu Senja! Ah tak mungkin aku bisa menjelaskan padamu! Gerutu Uncle Iko dalam hatinya.
"Ah tadi, Uncle merasa gerah saja, makanya Uncle Mandi lagi!" Ucap Uncle Iko dengan alasan nya.
"Oh.... " Ucap Senja ber oh ria.
"Lalu? kau sendiri kenapa masuk ke kamar Uncle tak mengetuk pintu dahulu Senja." Ucap Uncle Iko bertanya.
"Jika telinga Uncle masih berfungsi! aku sudah mengetuk berulang kali pintu itu, hingga membuat tangan ku merah! dan tak ada sahutan dari mu Uncle." Ucap Senja sinis.
"Ah merah? mana? mana?" Tanya Uncle Iko mengambil kedua tangan milik Senja.
"Ah Uncle! itu... " Ucap Senja ter gugup saat gerakan reflek Uncle Iko yang memegang tangan nya.
"Yang mana? mana Senja? apa sakit?" Ucap Uncle Iko khawatir.
"Uncle! Ah itu, tak apa! kau segera bergegas memakai pakaian mu Uncle!" Ucap Senja menarik kedua telapak tangan nya.
__ADS_1
"Ah iya." Ucap Uncle Iko menggaruk tekuk nya yang tak terasa gatal itu.
"Senja permisi dulu Uncle! Senja tunggu dibawah." Ucap Senja melangkah meninggalkan Uncle Iko didalam kamarnya.
...🌺🌺🌺...
"Uncle." Ucap Senja memanggilku Uncle Iko yang saat ini tengah berada di sebelah nya.
Keduanya kini tengah asyik menonton serial televisi yang ada, bukan keduanya? Hanya Uncle Iko.
Senja masih gugup dan terus memikirkan caranya, untuk menyampaikan pesan pada Uncle Iko tentang perasaan nya.
"Ya?" Jawab Uncle Iko tanpa mengalihkan pandangan nya dari televisi di depan.
"Hem, Keluar yuk Uncle! Senja bosen di rumah." Ucap Senja pada Uncle Iko.
"Eh tumben?" Ucap Uncle Iko heran.
"Semalam kau sudah puas keluar kan? biasanya kau akan memanfaatkan hari ini untuk di rumah seharian? Kenapa tiba-tiba mengajak Uncle pergi." Berondongan pertanyaan yang di tuju kan pada Senja dari sang Uncle.
"Kalau tak mau ya sudah!" Ucap Senja dengan mengerucut kan bibirnya.
"Ah, jangan ngambek dong Senja! mau kemana? Ayo Uncle temani." Ucap Uncle Iko tersenyum pada Senja.
"Taman? Melihat danau yuk Uncle?" Ucap Senja mengutarakan pendapat nya.
"Ah baiklah." Ucap Sang Uncle
"Yeay! terimakasih Uncle!" Ucap Senja senang, tanpa sadar ia mencium pipi sang Uncle dan berlalu pergi untuk menuju ke kamar nya. Meninggalkan Uncle Iko yang masih mematung dengan perlakuan keponakan cantiknya.
Senja! jangan membuat Uncle untuk mandi ketiga kalinya Senja! Ini masih pagi! Ah sial! kenapa diriku lemah sekali! Ini hanya sekedar ciuman dari keponakan untuk Uncle nya! Gumam Uncle Iko untuk menghentikan pikiran liar hatinya yang menganggap ciuman itu lebih dari seorang kasih sayang keponakan terhadap Uncle.
...🌺🌺🌺...
"Ayo Uncle." Ucap Senja.
Saat ini Senja menggunakan gaun putih bermotif, sederhana namun sangat pas dan membuat penampilan Senja terlihat lebih cantik dan Natural.
"Ayo." Ucap Uncle Iko.
Mobil yang di kendarai keduanya pun membelah jalanan sore hari itu, Hingga berhenti di sebuah taman yang luas dengan danau buatan yang sangat jernih.
"Uncle!" Ucap Senja.
"Fotoin." Ucap Senja menyerahkan ponsel nya pada Uncle Iko.
Matanya berbinar melihat berbagai bunga yang bermekaran yang berada di taman tersebut.
"Baiklah. Siap?" Ucap Uncle Iko
"Iya Uncle!" Ucap Senja dengan semangat menggebu.
__ADS_1
1
2
3
"Bagaimana Uncle?" Tanya Senja.
"Ah, kau ini. Mana ada bergaya dengan memejamkan mata seperti ini." Ucap Uncle Iko tak terima dengan gaya Senja.
"Uncle ih, ini namanya estetik!" Ucap Senja berbangga diri.
"Ah tidak! ini jelek! Uncle hapus!" Ucap Uncle Iko tegas.
"Ayo foto lagi." Ucap Sang Uncle memerintah.
1
2
3
"Bagaimana Uncle?" Tanya Senja, dan Uncle Iko hanya mengacungkan ibu jari miliknya. Tanda bahwa foto ini bagus.
Keduanya pun saat ini tengah duduk di atas rumput di pinggir danau, memandang hamparan danau hijau dengan air putih jernih.
Sangat menyejukkan mata, dengan suasana sore hari yang terasa sejuk, semakin mendukung keindahan alam sang Pencipta.
"Uncle!" Ucap Senja lirih.
"Ya?" Ucap Uncle Iko.
"Senja pengen ngomong serius sama Uncle Iko." Ucap Senja lembut, matanya lirih menatap Uncle Iko dengan perasaan dalam yang mendamba.
"Senja Cinta Uncle Iko! Uncle mau kan menikah dengan Senja!" Ucap Senja mengumpulkan seluruh keberanian nya.
"Senja..... Uncle..... " Ucap Uncle Iko.
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Thank yang udah Vote ya makasih banyak.
Jangan lupa like dan komen.
Hayo kira-kira Uncle Iko jawab apa nih! Ah Senja punya keberanian dari mana ih!
__ADS_1
Wkwkkwkw....