
Mau curhat! Author kok lagi mode males ngetik wkwkkwk, tapi alur udah ada.
Lagi pengen nonton drama china, sama baca novel author yang lain hehehehe
Tapi di usahain ini minimal update 1 bab yaπ
Oke nih lanjut yok....
Senja siap kejar Uncle Iko yaw... π Kekuatan super mu ayo keluarkan.
πΆ
"Uncle!" Lirih Senja dengan pandangan yang tak terbaca.
"Maafkan saya dokter Senja dan Angga saya tak tau jika kalian... Saya permisi." Ucap Uncle Iko sopan dan berlalu pergi! Cukup sakit dan sesak jika ternyata wanita yang di cintai nya memilih Angga daripada dirinya. Terbukti dengan pelukan penuh cinta yang di lihat olehnya.
"Kejarlah! Kau mencintainya bukan? Perjuangkan?" Ucap Angga meyakinkan Senja.
"Terimakasih Angga, semoga kau mendapatkan wanita yang lebih baik dariku!" Ucap Senja tersenyum. Ia pun bergegas melangkah mengejar Uncle Iko, cintanya dan kebahagiaan nya.
"Uncle.... " Panggil Senja, namun sayangnya yang di panggil sudah masuk kedalam mobil dan pergi menjauh.
"Huh... Kenapa kau tak menunggu penjelasan dariku Uncle!" Lirih Senja tertunduk sedih, langkahnya begitu gontai kembali ke ruangan nya.
"Kenapa?" Tanya Angga yang melihat wajah lesu Senja.
"Dia sudah pergi, aku gagal mengejarnya dan memberikan penjelasan." Ucap Senja begitu lirih.
"Sudahlah, kau masih punya waktu untuk menjelaskan nya nanti, dia memberikan ini padamu. Makanan kesukaan mu." Ucap Angga menyodorkan bungkus makanan yang terjatuh di lantai.
"Ah ya, makasih."
"Sudah! Ayo pulang! Aku akan menjelaskan pada Ayah dan Bunda tentang hubungan kita." Ucap Angga menuntun Senja untuk pulang, percuma jika di paksakan bekerja, Senja tak akan bisa fokus dengan pekerjaan nya.
πΆ
Kini semua orang sudah terduduk rapi di ruang keluarga rumah Senja.
__ADS_1
"Bunda, Ayah Angga ingin bicara sesuatu." Ucap Angga memulai pembicaraan dan memberanikan dirinya.
"Ada hal penting apa Nak, sehingga membuat kamu mengumpulkan Ayah dan Bunda disini." Ucap Bunda Nur dengan begitu lembut.
"Hah.... " Helaan nafas panjang keluar dari mulut Angga untuk menormalkan degub jantung nya.
"Angga dan Senja sudah sepakat untuk tidak melanjutkan pertunangan ini Bunda, Ayah." Ucap Angga serius.
"Apa???" Ucap Ayah dan Bunda kaget seketika.
"Kenapa? Bisa jelaskan ini pada Ayah? Senja! Angga!" Ucap Ayah Senja terlihat menahan emosinya.
"Ayah, jangan memarahi Senja, semua ini sudah keputusan yang paling terbaik untuk kita berdua. Mungkin kita tidak berjodoh." Ucap Angga lagi, Senja hanya bisa tertunduk takut akan kemarahan yang Ayah tunjukkan padanya.
Senja masih ingat jelas, bagaimana Ayah nya adalah orang pertama yang menyetujui Uncle Iko, dan hari dimana kebohongan Uncle Iko terbongkar, membuat ayahnya sangat marah, bahkan menyuruh Senja untuk melanjutkan studinya di luar negeri.
"Ayah! Tenang! Pasti Senja dan Angga sudah memikirkan ini yang terbaik." Ucap Bunda menenangkan suaminya.
"Maafin Senja yang hanya bisa mengecewakan Ayah dan Bunda." Ucap Senja begitu lirih.
"Senja ingin istirahat, Selamat malam." Ucap Senja berlalu pergi ke kamar.
"Sejak awal, Senja tak pernah mencintaiku Ayah, aku yang memaksa putrimu untuk mencintaiku, meskipun aku sudah menjaganya bertahun-tahun dia hanya menganggap ku sebagai kakaknya saja." Ucap Angga berusaha kuat menahan sesak yang ada di dalam dadanya.
"Apa ini ada hubungan nya dengan Uncle Iko?" Tebak Ayah Fandy.
"Biarkan Senja yang menjelaskan semua ini Ayah, dan yakinlah ini yang terbaik untuk Angga dan Senja, Ayah tak boleh memarahi Senja." Nasihat Angga.
"Ya sudah! Maafkan putri Ayah nak! Kau laki-laki yang baik pasti kelak kau akan mendapatkan jodoh yang terbaik pula." Ucap Ayah Fandy berusaha ikhlas menerima keputusan keduanya.
"Tapi Angga janji akan tetap berusaha menjaga Senja untuk Ayah. Angga permisi dulu." Ucap Angga berpamitan pada keduanya.
Senja! Terimakasih telah memberikan waktu beberapa tahun untuk menjagamu, meski sangat sakit melepas mu, tapi demi kebahagiaan mu aku akan melakukan itu! Aku akan membantu mu untuk memperjuangkan cinta mu! Kau tak perlu khawatir! Monolog Angga dalam hatinya.
"Bunda ada apa ini?" Tanya Ayah Fandy begitu lirih pada istrinya setelah kepergian Angga.
"Istirahat dulu yah! Besok Bunda akan menanyakan pada Senja, kau tau bukan? Putrimu sudah besar! Sudah menjadi seorang dokter, pasti ini keputusan yang terbaik untuk dirinya?" Ucap Bunda Nur berusaha menangkan suaminya.
__ADS_1
πΆ
Senja menangis tergugu dalam heningnya malam, Kenapa hanya untuk bersamamu aku harus melewati perjalanan pilu seperti ini Uncle! Kau begitu jahat padaku! Kau orang pertama yang mengenalkan aku arti Cinta, lalu kau menyakiti dan aku berusaha ikhlas melepaskan mu pergi Uncle! 4 tahun aku pergi meninggalkan mu! melupakan mu, detik ini kenapa kau kembali! Semua usahaku sia-sia Uncle! Kenapa! Hatiku begitu jahat pada ragaku sendiri, ia memihak padamu Uncle. Senja mencintaimu Uncle Iko.
Begitulah, semua rasa yang Senja keluarkan dalam hatinya, tentang pengalaman cinta pertama yang menyakitkan.
Pagi menyapa dengan cerah, matahari bersinar dengan cantiknya. seolah tak memihak pada gadis yang semalam menangis tersedu, untung saja hari ini dirinya libur bekerja? Jika tidak! Ah dia tetap kan bolos bekerja. Tak mungkin Senja bekerja dengan keadaan seperti ini.
Tok
Tok
Tok
"Senja, Bunda ingin masuk dan bicara padamu!" Panggil Bunda Nur dari luar kamar.
Bunda, kenapa kau datang di saat yang tidak tepat seperti ini! Monolog Senja.
"Sebentar Bunda!" Ucap Senja segera bangun membasuh mukanya dengar air dingin. persetan dengan suhu yang terpenting wajahnya tak terlihat bersedih, meski dirinya tahu itu tak berpengaruh banyak padanya.
Clek!
Kedua ibu dan anak itu terduduk di ranjang milik Senja.
"Kemari lah!" Ucap Bunda Nur, Senja pun merebahkan dirinya di pangkuan sang Bunda.
"Putri Bunda kenapa menangis hem? Senja sudah besar bukan? Bunda percaya semalam adalah keputusan yang paling terbaik dan berat bagi Senja dan Angga kan?" Ucap Bunda Nur membelai rambut putrinya.
"Bunda... hiks... hiks... hiks... Maafin Senja." Ucap Senja begitu lirih.
"Bisa cerita dengan Bunda? Apa ini ada hubungan nya dengan Uncle Iko lagi?"
"Hiks, bunda... Senja...
.
.
__ADS_1
Mau makan dulu atuh! Laper ih! ceritanya nanti aja Bundaππππ
Yang tegang yok Rileks dulu yaππππ