Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 71


__ADS_3

Amarah kian menyelimuti dalam diri Monica, rasa iri dan dengki menjadi satu di layangkan kepada wanita yang bernama Senja!


Gadis itu, dulu dia begitu polos sok baik mengikhlaskan Riko untukku! Tapi sekarang tanpa sepengetahuan ku dia merebut segalanya! Bahkan bukan hanya Riko! Putra ku sendiri juga ikut membelanya! Dasar gadis sialan! Aku pasti akan membunuhmu!


Monolog Monica dalam hati, penyesalan pasti akan menghampiri siapa saja. Sesal telah meninggalkan keluarganya dan memiliki berkiprah mengejar cita-cita nya. Hah.


Aku akan merebut semua nya kembali, kembali seharusnya kepadaku! Karena Riko dan Gara adalah milikku! Lirih Mama Monica,


๐ŸŽถ


"Sayang lepaskan!" Ucap Senja kala ingin melepas belitan Papa Iko, namun nihil belitan dan dekapan itu kian kencang seolah Papa Iko tak ingin melepaskan nya.


"Huh, Ayolah. Ini sudah pagi, kita harus bersiap! Kau harus pergi ke kantor bukan?" Ucap Senja berbisik.


"Honey! Jangan menggodaku pagi-pagi!"


"Ah apa? Memang apa yang ku lakukan!"


"Jangan berbisik di telinga ku! Itu sangat menggelikan, dan kau harus bertanggung jawab atas ulah mu! Dia terbangun oleh mu!"


"Apa! Bagaimana mungkin aku hanya berbisik saja! Kenapa reaksi nya begitu cepat!"


"Karena setiap dengan mu selalu begitu! Hanya dengan mu!"


"Cih Gombal.".


"Terima hukuman mu honey!"


"Tapi! semalam kau telah melakukan nya beberapa kali!"


"Tak masalah aku masih kuat!"


"Kau akan terlambat ke kantor!"


"Aku bosnya tak ada yang berani memarahiku!"


"Lalu aku? Aku akan terlambat?"


"Masih ada satu jam untuk kita menyelesaikan! Nikmati dan segera selesaikan honey!" Ucap Papa Iko melancarkan aksinya dan terjadilah.


"Apa Papa dan Mommy sudah turun bi?" Tanya Gara saat mendudukkan kursi di meja makan.


"Belum aden." Jawab Bibi.


"Baiklah bi. Terimakasih." Ucap Gara memulai sarapan paginya sendirian, setelah itu kakinya melangkah menuju ke arah kamar Mommy dan Papa nya. Oke saatnya Gara beraksi๐Ÿ˜‚


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


"Mommy!!!! Papa!!!!!" Teriakan serta gedoran di layangkan eh Gara untuk memanggil dua orang masih bergumul dengan penyatuan nya.


"Shit! Kau menjengkelkan son!"


"Baby! kau tak boleh berkata seperti itu!" Tegur Senja pada suaminya.


"Ada apa!" Teriak Papa Iko dari dalam tanpa berniat membukanya.


"Buka lah dulu!" Ucap Mommy Senja.


"Tak mau! Biarkan saja!"


"Papa keluarlah ada hal penting yang ingin aku bicarakan!" Teriak Gara lagi dari luar kamar.


"Nanti saja!"


"Tak bisa Papa ayolah!!!" Teriak Gara dengan gedoran pintu yang terus di layangkan.


"Hah, Apa!" Ucap Papa Iko saat membuka pintu dengan wajah masam, hanya sebagian tubuhnya yang muncul di balik pintu itu.


"Wow! Papa apa kau tak kedinginan, ini sudah pagi dan kau tak memakai baju dan oh penampilan mu sungguh berantakan!"


"Diamlah! Ada apa!" Sulut Papa Iko.


"Aku hanya ingin berpamitan! Mommy mana!"


"Cih kau hanya ingin berpamitan tapi menggedor pintu seperti orang kesetanan!"


"Apa cepat katakan!"


"Aku tau Papa sudah berumur! Jadi aku berikan ini agar Papa kuat di ranjang!"


"Garaa!!!!"


"Mommy aku berangkat sekolah! Selamat berolahraga!" Ucap Gara berlalu pergi tanpa ingin terkena omelan keras sang Papa.


Hahahahhaha.....


"Kenapa wajahmu seperti itu Baby?" Tanya Senja kala suaminya masuk kembali dan mendudukkan dirinya di sisi ranjang!


"Dia memberikan ku ini! Aku heran dapat dari mana bocah nakal itu! Dia kira papanya tak kuat apa jika berurusan dengan ranjang!" Ucap Papa Iko mengerutkan bibirnya.


"Hahahha...."


"Kau tak percaya!"


"Ah bukan seperti itu! Ya aku percaya tapi....


"Tapi apa....!"


"Ini sudah siang! Dan aku harus segera bersiap selamat tinggal." Ucap Senja berlalu pergi masuk kedalam kamar mandi

__ADS_1


"Honey! Tapi kita baru melakukan nya satu ronde!"


"Nanti malam! Aku harus segera bersiap!" Jawab Senja dari kamar mandi.


Ah kau begitu menggemaskan Senja! Aku mencintai mu selalu.


๐ŸŽถ


"Maaf dok, ada yang ingin bertemu dengan anda!" Ucap Suster yang di tugaskan untuk menjadi asisten Senja.


"Siapa Sus?"


"Ibu Monica katanya!"


"Biarkan dia masuk Sus!"


"Baik dokter."


"Selamat siang! Ada apa ibu Monica menemui saya!"


Brak!!!!!


"Tinggalkan Gara dan Riko, mereka berdua milikku! Kau perebut!" Ucap Mama Monica tanpa basa basi!


"Hah, maaf jika saya lancang ibu, ini di rumah sakit jika permasalahan yang Anda ingin bicarakan terkait masalah pribadi, anda salah membicarakan nya di sini!"


"Cih! Kau munafik! Kau perebut! Tinggalkan mereka wanita murahan!"


"Maaf bu sebelumnya! Saya ingatkan kembali saya sudah menyerahkan Uncle Iko kepada Anda 4 tahun lalu untuk memperbaiki dan menjaga kembali keutuhan rumah tangga kalian! Tapi nampaknya ibu tidak memanfaatkan waktu dengan baik! Bukan saya yang merebut siapapun tapi ibu Monica sendiri lah yang meninggalkan anak dan suami Anda!"


"Lancang sekali kau bicara bocah ingusan! Tau apa kau tentang aku!"


"Saya memang tak tau apapun dan tak ingin tau apapun tentang ibu! Yang saya ketahui anda hanya masa lalu suami saya! Dan sekarang saya lah yang menjadi masa depan suami saya!"


"Kau!!!!" Ucap Mama Monica menggebrak meja kerja Senja dan itu menimbulkan suara yang nyaring dan keras.


"Mohon jaga sopan santun ibu! Silahkan Anda boleh keluar nampaknya saya tidak lagi memiliki waktu untuk meladeni Anda. masih banyak pasien yang harus saya tanggani! Jika ibu Monica yang terhormat tak tau pintu keluar , mari saya tunjukkan!" Ucap Senja menunjuk pintu keluar yang ada di ruangan nya itu.


"Akan ku buat perhitungan dengan mu! Awas kau! Tunggu pembalasan atas penghinaan yang kau lakukan dokter Senja!" Ucap Mama Monica keluar dengan membanting pintu.


"Ada apa dokter? Apa orang tadi melakukan sesuatu yang jahat pada Anda?" Tanya suster yang masuk kedalam ruangan Senja dengan ekspresi khawatir nya.


"Saya tidak apa-apa Sus, bisa tinggalkan saya sendiri, saya ingin istirahat sebentar."


"Baik dokter, jika ada apa-apa panggil saya." Ucap suster itu membungkuk hormat meninggalkan Senja sendiri di ruangan nya.


๐ŸŽถ


Mohon maaf nih readers, Kira-kira author udah kasih nama bibi pelayan di rumah nya Papa Iko dan Mommy Senja belum ya?


Wkwkwkwk.

__ADS_1


Kalau belum anggep aja Mbok Jumi lah ya๐Ÿ˜‚ Atau bibi intinya itu. ๐Ÿ˜‚ Maafin Author orang nya pelupa apalagi kalau soal nama orang๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‹ Susah ingatnya.


__ADS_2