Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 41


__ADS_3

"Bugh." Ucap kedua wanita itu terpekik saat keduanya tak sengaja bertabrakan.


"Maaf" Ucap Monica.


"Ah saya yang minta maaf karena sudah menabrak tante." Ucap Senja dengan memungut belanjaan nya.


"Ah saya yang salah, saya yang jalan tak melihat ke depan." Ucap Monica meminta maaf dan membantu Senja memunggut barang-barang nya.


"Tak apa-apa tante." Ucap Senja tersenyum.


"Sebagai permintaan maaf saya, mari saya taktir kamu makan siang." Ucap Monica mengajak Senja untuk makan siang.


"Ah tak usah tante." Ucap Senja menolak halus.


"Sudah ayo, tak apa." Ucap Monica memaksa Senja untuk melangkah masuk kedalam cafe yang ada di mall tersebut.


Flashback ON


"Senja ayo temani Bunda ke supermarket untuk belanja." Ucap Bunda Nur pada putrinya.


"Ah ayo Bunda." Ucap Senja senang, keduanya pun kini sudah sampai di salah satu mall yang ada di kota tersebut.


"Bunda, senja ingin tanya sesuatu." Ucap Senja dengan malu-malu.


"Tentu, katakanlah sayang." Ucap Bunda Nur tersenyum pada Senja.


"Ah itu, bagaimana menjadi seorang istri yang baik." Ucap Senja tertunduk lirih malu-malu.


"Kau sudah yakin sayang untuk menikah muda?" Tanya Bunda Nur.


"Iya Bunda, Senja yakin." Ucap Senja.


"Kau tak ingin seperti teman-teman mu, yang saat ini mereka masih bisa terbebas bermain ke sana kemari mengejar cita-cita nya?" Tanya Bunda Nur.


"Senja hanya ingin menikah dengan Uncle Iko Bunda, kebahagian Senja hanya saat hidup bersamanya, Senja tak akan menyesal menikah muda Bunda." Ucap Senja mantap sebagai jawaban atas keraguan sang Bunda.


"Baiklah, menjadi seorang istri yang baik ah, saat kau harus berusaha memenuhi keinginan suami mu, bila terjadi masalah segera selesaikan dan bicarakan baik-baik, jangan pernah merahasiakan apapun dari suamimu, karena kalian berdua hidup menjadi sepasang suami istri susah senang harus di jalani bersama apapun itu masalahnya." Ucap Bunda Nur panjang lebar.


"Kau mengerti?" Ucap Bunda Nur.


"Senja mengerti Bunda, terimakasih." Ucap Senja memeluk lengan sang Bunda.


"Tentu, kah putri Bunda satu-satunya semoga kau selalu bahagia sayang." Ucap Bunda Nur tersenyum.


Dertt


Dertt


"Iya Ayah, Bunda akan segera ke sana." Ucap Bunda Nur menutup panggilan telfon itu.


"Ayah kenapa Bunda?" Tanya Senja.


"Ah tidak apa-apa, hanya saja Bunda tak bisa menemanimu berbelanja, Kau bisa kan berbelanja sendiri?" Tanya Bunda Nur.

__ADS_1


"Iya Bunda, Senja tak apa-apa, berikan saja daftar belanja yang harus Senja beli Bunda" Ucap Senja.


"Ini daftar belanja nya dan ini uang nya, hati-hati ya." Ucap Bunda Nur melangkahkan pergi meninggalkan sang putri.


Senja membeli beberapa bahan makanan sesuai dengan belanjaan yang di tuliskan sang Bunda, "Ah sudah." Ucap Senja tersenyum lega saat semua sudah ada di dalam keranjang.


🎶


"Foto ini benar suami saya bu, tapi kenapa di sini namanya Niko bukan Riko bu." Tanya Nyonya Monica pada Ibu Doni.


"Saya tak tau Nyonya." Ucap Ibu Doni.


"Kapan tuan Niko akan ke sini." Ucap Nyonya Monica bertanya.


"Esok tuan Niko akan kesini untuk membeli beberapa karung beras guna persediaan." Ucap Ibu Doni memberikan informasi.


"Apa Ibu tau dimana toko nya?" Ucap Nyonya Monica bertanya.


"Toko yang di kelola Tuan Niko ada 3 cabang Nyonya, jadi saya tak bisa memastikan keberadaan tuan Niko ada di toko mana." Jelas Ibu Doni.


"Ah baiklah kalah seperti itu, Terimakasih esok saya akan kembali kesini bu." Ucap Nyonya Monica pamit undur diri.


"Nyonya mau kemana?" Tanya Doni saat melihat bos nya pergi.


"Kau tetap disini Doni, aku hanya ingin jalan-jalan mencari udara segar." Ucap Nyonya Monica.


"Saya temani Nyonya." Ucap Doni.


"Kau di sini saja, saya ingin pergi sendiri Doni."


"Ya." Jawab Monica melangkah pergi.


Flashback OFF


🎶


Monica dan Senja menikmati makanan yang telah tersaji didalam meja tersebut dengan hening menyapa.


"Tante kesini dengan siapa?" Tanya Senja memecah keheningan.


"Sendiri, hanya ingin berjalan-jalan." Ucap Monica.


"Ah ya, namaku Senja, kalau tante siapa?" Ucap Senja mengulurkan tangan nya.


"Monica, salam kenal Senja." Ucap Monica tersenyum tulus pada Senja.


"Salam kenal juga tante." Ucap Senja tersenyum.


Dert


Dert


Dert

__ADS_1


"Iya Uncle!" Ucap Senja mengangkat telfonnya.


"Iya tunggu sebentar, Senja ke sana sekarang." Ucap Senja menutup telfon nya.


"Siapa? Paman mu?" Ucap Monica saat tadi mendengar kata Uncle keluar dari mulut Senja.


"Ah iya, tapi sekarang aku sudah menjadi tunangan nya." Ucap Senja malu-malu.


"Kau dan paman mu?" Tanya Monica kaget.


"Kami tidak memiliki ikatan darah tante, ya sudah Senja pergi dulu ya, terimakasih atas makanan nya." Ucap Senja pamit berlalu pergi meninggalkan Monica.


"Apa perlu aku antar?" Teriak Monica pada Senja.


"Tidak usah tante, terimakasih." Ucap Senja berlaku pergi meninggalkan Monica dengan langkah lebar nya.


🎶


"Uncle sudah menunggu lama?" Ucap Senja masuk kedalam mobil tersebut.


"Ah lumayan, Sudah semua?" Tanya Uncle Iko memastikan belanjaan Senja.


"Sudah sayang." Ucap Senja malu-malu.


"Ah baiklah, Ayo pulang. Kau ingin makan terlebih dahulu?" Tanya Uncle Iko.


"Tidak aku sudah kenyang, baru saja selesai makan." Ucap Senja memberitahu.


"Makan dengan siapa? Bukan kah Bunda Nur sudah pulang terlebih dahulu karena ada urusan honey?" Ucap Uncle Iko bertanya.


"Ya memang, aku makan bersama dengan tante Monica." Ucap Senja tersenyum.


"Monica?" Tanya Uncle Iko.


"Iya sayang." Ucap Senja menimpali.


Argh.... Argh... lengguh Uncle Iko yang tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit, seperti memori wanita tiba-tiba muncul dalam benaknya, semua masih tampak gelap dan hitam.


"Uncle!" Ucap Senja panik.


"Uncle tak apa honey, tolong ambilkan air minum." Ucap Uncle Iko.


"Baik minumlah Uncle." Ucap Senja menyodorkan botol air mineral ke arah Uncle Iko, dan Uncle Iko langsung menghabiskan minuman tersebut.


🎶


Haredang Haredang, Panas-panas


Sabar tahan,


Jangan deg-deg an


😂😂😂😂

__ADS_1


Happy Reading sayang-sayang ku🤗🤗🤗


__ADS_2