Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 77 (END)


__ADS_3

"Mommy! Ailin gak mau pelmen! kalau bikin mommy sedih dan abang sakit!" Ucap baby Airin dengan nada takut nya,


Baby Airin kini sudah ada di pangkuan sang Mommy, duduk menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Bibi pengasuh yang menjaganya sedang pergi membeli beberapa minuman untuknya.


"Airin do'ain buat abang ya!" Ucap Mommy Senja begitu lirih kepada sang baby.


"Papa!" panggil nya kepada sang papa yang saat ini berdiri dengan keadaan mondar mandir menunggu dengan cemas. "Mau sama papa!" Ucap Baby Airin meminta turun dari pangkuan sang Mommy.


"Sayang! sama bunda aja ya!" Ucap Mommy Senja, seolah tau keadaan sang suami yang saat ini terlihat kacau melihat keadaan sang putra yang terbaring lemah.


"Gendong papa! Hua.... "Ucap Baby Airin dengan mata berkaca yang siap menangis,


"Kemari! Putri cantiknya papa!" Ucap Papa Iko berjongkok menyambut sang putri.


"Tak apa, biarkan Airin kesini!" Ucap Papa Iko seolah tau arti sorot dari sang istri.


Hap!


"Ah sakit!" Ucap Baby Airin kala kakinya tak sengaja terpegang oleh Papa Iko dalam gendongan nya.


"Airin sakit apa hem?"Ucap Papa Iko mencium pipi gembul sang putri.


"Itu!" Tunjuk nya ke arah kaki, Perlahan Papa Iko menyikap rok yang di kenakan sang putri, terlihat luka lebam yang menghitam di sana.


"Mommy! Airin kenapa!" Ucap Papa Iko kala melihat luka di kaki sang putri.


"Bukan mommy! tadi tante jahat gini Ailin!" Ucap baby Airin mempraktekan bagaimana gerakan cubitan yang Monica layangkan padanya.


Tangan Papa Iko mengepal kuat dalam diam! Kali ini tak ada cara lain selain menjebloskan Monica di dalam penjara, membuatnya mendekam seumur hidup di jeruji besi itu.


"Tenanglah! Ini semua salah ku yang tak bisa menjaga Airin dan Gara dengan baik! Maafkan aku!" Ucap Mommy Senja menuntun sang suami untuk duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kau boleh menghukum ku untuk semua kekacauan ini! Aku terima keputusan mu! Jika memang kau ingin menceraikan ku itu tak apa! Atau bahkan ingin memenjarakan ku." Lirih nya dengan tertunduk tersedu,


"Jangan bicara kan seperti ini! Ini semua bukan salah mu Honey! aku tak ingin kau berkata seperti itu!" Lirih Papa Iko merengkuh istrinya.


"Bagaimana dok?" Ucap Papa Iko sudah berdiri kala pintu ruang operasi terbuka.


"Maaf Pak! Kami sudah melakukan yang terbaik! Tapi putra bapak tidak bisa di selamatkan!" Ucap sang dokter dengan nada lirih!


"Apa!! Dokter pasti bohong kan! Putra saya masih hidup kan!" Ucap Papa Iko mengguncang bahu sang dokter dengan keras.


"Tuhan lebih sayang dengan putra bapak! Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik!" Ucap Dokter itu lagi.


"Pa! Lepaskan! Kau harus ikhlas!" Tepukan bahu membawanya sadar dan melepaskan cengkraman sang suami pada dokter itu melangkah masuk untuk melihat sang putra didalam.


Untung saja, Baby Airin sudah berada dengan pengasuhnya untuk pulang dan beristirahat di rumah.


"Gara!!" Ucapnya begitu lirih kala melihat sang putra tidur dengan tersenyum di ranjang rumah sakit, sangat damai. tangisnya pecah menguar memenuhi seisi ruangan itu.


"Kenapa dia jahat dengan putranya sendiri Senja! Kenapa!" Lirihnya menangis tersedu dalam dekapan sang istri.


🎶


Pemakaman benar-benar di lakukan, tangan kekar yang selama ini mengelus putra, bahkan terkadang beradu mulut dengan putra kesayangan nya.


Tangan itu begitu lembut tanpa tenaga menerima jenazah sang putra yang akan di kebumikan.


Suara ejekan yang selalu ia lontarkan kepada sang putra kini beralih dengan doa kala satu persatu tanah itu berguguran jatuh dalam makam sang putra.


Disisi lain, dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian tante Monica hadir di acara pemakaman putranya sendiri, tangisnya begitu pecah kala bayi yang selalu di gendong dan timang, tak di pedulikan bahkan sebelum kematian nya ia masih memikirkan dirinya.


Gara! Maafkan mama! ini semua karena mama! Monolog nya pilu dalam hati.

__ADS_1


"Apa kau puas melihat putra mu seperti ini? Ini kan yang kau inginkan? Bahkan sebelum. meninggal dia masih memikirkan kata maaf atas semua kesalahanmu!" Ucap Papa Iko dingin kala semua pelayat sudah meninggalkan area pemakaman.


"Pak! Saya harap hukum di proses secara adil untuk wanita ini! Bawa pergi dari sini!" Ucap Papa Iko dingin.


Kakinya terduduk kaku menatap nisan sang putra bertuliskan Anggara Dirgantara, bibirnya kelu untuk berucap apapun! termasuk kata maaf untuk semua hal jika memang dia masih belum menjadi orang tua yang baik untuk putranya.


"Sayang! Biarkan gara tenang disana! ikhlaskan gara ya! Tuhan lebih sayang dengannya." Lirih Senja menepuk pundak sang suami, sangat lembut dan sabar menemani sang suami yang tengah terpuruk,


Orang tua mana, yang tak pilu dan tersayat, tangan yang sedari kecil menimang bermain kini harus memakamkan sangat putra.


"Terimakasih selalu ada untukku sayang! Terimakasih telah menguatkan ku! Aku mencintaimu. Mencintai Gara dan Airin. Kalian pelengkap kebahagiaan dalam hidupku!" Ucap Papa Iko merangkul tubuh sang istri untuk pulang meninggalkan makam sang putra.


🎶


Gara, maafkan Papa jika kau lebih banyak menanggung keegoisan kami selaku orang tua, Gara kecil yang selalu aku timang dan aku banggakan! Waktu begitu cepat berlalu putra Papa sudah tumbuh menjadi remaja! sangat tampan, bahkan ketampanan nya melebihi Papa! Papa masih tak menyangka jika Allah lebih sayang dengan Gara, Ah rasanya Papa akan sangat merindukan gangguan Gara nantinya! Papa sudah mengikhlaskan Gara untuk pergi selamanya. Gara akan selalu ada di hati Papa, menjadi putra nakal yang selalu menganggu Papa, putra baik dengan segala pemikiran dewasanya. Papa mencintaimu Anggara Dirgantara. -Riko Dirgantara-


Gara terimakasih telah menjadi putra sambung mommy, putra yang selalu menganggap mommy ibu kandung nya sendiri. Terimakasih atas cinta besar yang Gara berikan kepada mommy! Maaf jika mommy masih belum bisa menjadi yang terbaik untukmu! Kau akan selalu menjadi putra sulung Mommy, akan ada ruang kecil dalam hati mommy yang selalu menyimpan namamu, Mommy akan memaafkan kesalahan mamamu dan mommy akan menjaga mamamu Gara! Mommy mengikhlaskan mu pergi, Gara yang tenang di sana ya. Mommy menyayangi mu. -Senja Aulia Husna-


Semua nya telah berakhir Gara pergi membawa kesan dan sakit yang mendalam di setiap masing-masing hati orang tuanya. Kepolisian menetapkan Mama Monica akan di penjara seumur hidupnya atas kasus pembunuhan yang dilakukan nya, hingga pada 2 bulan pertama ia hanya diam tak bersuara, rasa menyesal menyayat ulu hati terdalam, rasanya gagal menjadi seorang ibu, tak pernah memperhatikan nya sedari kecil, dan tangan inilah yang di pergunakan untuk membunuh sang putra, pada akhirnya jalan bunuh diri membuatnya pergi dengan rasa sesal dan semua perasaan benci yang ada dalam hatinya.


Tak ada rasa benci, dendam, dan iri yang menghilang secara abadi, hilangnya rasa itu kala sang pemilik juga menutup mata dan meninggal untuk selamanya.


...THE END!...


🎶


Terimakasih atas 77 Bab dan waktu selama lebih dari 2 bulan kalian yang setia membaca dan menunggu bab selanjutnya dari Novel Author ini.


Wkwkwk....


Author tau, kalian sayang dengan Gara. Tapi ini adalah alur yang author buat, maaf jika mengecewakan kalian semuanya.

__ADS_1


Biarkan Gara pergi, mungkin dia lebih bahagia ada disana.


__ADS_2