
Hari ini pukul 10 pagi, Iko harus mengadakan pertemuan dengan kedua orang tua Doni untuk membahas jumlah pasokan beras yang harus di kirimkan ke toko sesuai dengan yang Iko setujui.
"Uncle!" Panggil Senja saat Uncle Iko hendak masuk kedalam mobil.
"Ya?" Jawab Uncle Iko menghentikan langkah kakinya.
"Senja...." Sorot matanya melihat ke kanan dan ke kiri memastikan keadaan sekitar.
Cup
"Selamat bekerja Uncle!" Teriak Senja berlari masuk kedalam rumah, ia tak ingin mendengar apalagi melihat ekspresi Uncle Iko saat dia mencium nya.
Ah honey! lagi! lagi kau tega tak mencium yang satunya. Lirih Uncle Iko memegang sebelah pipinya tempat Senja mencium nya tadi.
🎶
"Selamat pagi pak ibu." Ucap Uncle Iko menjabat kedua tangan dua orang paruh baya tersebut.
"Selamat pagi menjelang siang tuan Niko." Ucap Ibu Doni menjabat uluran tangan tuan Niko.
"Hahaha, Ibu bisa saja." Kekeh iko pada Ibu Doni.
"Mari tuan Niko," Ucap Ibu Doni mempersilahkan Tuan Niko berjalan lebih dahulu.
Ketiganya tengah duduk di ruangan untuk membicarakan masalah pemesanan, Ibu Doni pamit untuk mengambilkan cemilan dan secangkir minuman.
"Silahkan tuan Niko, boleh di cicipi." Ucap Ibu Doni.
"Ah ya bu." Ucap Iko tersenyum
"Baiklah pak, untuk bulan ini saya pesan 1 kwintal beras, ya mana di bagi rata 5 cabang toko ya pak, langsung saja kirimkan di alamat ini." Ucap Uncle Iko pada Bapak Doni dan menyerahkan catatan kecil alamat dan cek guna pembayaran beras tersebut.
"Terimakasih tuan Niko, saya akan segera kirimkan. Senang bisa bekerja sama dengan anda. Mari di nikmati terlebih dahulu." Ucap Bapak Doni pada Iko.
Uncle Iko menikmati cemilan yang tersaji di atas meja tersebut, sesekali bercengkrama ria dengan dua orang paruh baya itu.
"Saya permisi dulu Bapak dan Ibu." Ucap Uncle Iko mengulurkan tangan.
"Tentu tuan." Ucap Keduanya menjabat tangan Uncle Iko.
Hap
Hap
Hap
Langkah Uncle Iko terhenti saat ada perempuan yang menghambur kedalam pelukan nya, Uncle Iko tak membalas dan hanya diam saja hingga tubuh wanita itu berguncang.
"Pa, kenapa kau tak memberitahuku jika masih hidup?"
__ADS_1
"Pa apa kau tak merindukan ku?"
"Pa bagaimana kabarmu?" Berondong ucapan Monica yang masih menangis dalam pelukan Uncle Iko melepaskan segala kerinduan yang ada dalam hatinya.
Suami yang paling ia cintai sepenuh hati, semuanya tampak seperti mimpi bisa memeluk kekasih hatinya.
"Maaf anda siapa? dan kenapa memangil saya pa?" Ucap Uncle Iko melepas pelukan Monica secara paksa dan mengundurkan dirinya dengan Monica, menciptakan jarak di antara kedua orang tersebut.
"Aku Monica aku istrimu pa? Apa kau tak ingat dengan ku?" Lirih nya dengan mata berkaca-kaca.
"Istri? Aku tak mengerti apa yang anda bicarakan?" Ucap Uncle Iko dengan nada tegas.
"Kau suami ku yang hilang! Saat kecelakaan pesawat dan namamu adalah Riko Dirgantara." Ucap Monica memberikan penjelasan.
"Omong kosong apa ini yang anda bicarakan pada saya.? Nama saya adalah Niko saputra dan bukan Riko Dirgantara. Anda jangan mengaku istri saya." Bentak Uncle Iko pada Monica kalau itu.
"Maaf tuan Niko, jika saya ikut campur. Tapi memang benar anda adalah Tuan Riko Dirgantara yang menghilang akibat kecelakaan pesawat dan Nyonya Monica adalah istri anda." Ucap Doni berusaha membantu menjelaskan nya.
"Apa buktinya! Jangan coba-coba membohongi ku!" Ucap Uncle Iko menatap tak suka pada Doni.
"Ini." Ucap Doni menyerahkan amplop coklat besar kepada Tuan Niko.
Perlahan namun pasti, Uncle Iko membuka amplop coklat yang disodorkan oleh Doni kepada dirinya, tampak buku nikah keduanya, foto pernikahan, bayi kecil gara yang menggemaskan dan berbagai foto keluarga ketiganya.
"Tidak! Tidak! Ini pasti bohong!" Ucap Uncle Iko menyangkal semua bukti yang ada.
"Aku harus pergi! Dan ini bawa saja." Ucap Uncle Iko melangkah pergi dan menyerahkan semua berkas tersebut ke tangan Doni.
"Riko! kau tak bisa pergi!" Teriak Monica menatap kepergian Iko suaminya.
"Biarkan seperti ini dulu nyonya, Tuan Riko pasti masih syok mendengar fakta ini. berikan waktu kepada nya." Ucap Doni pada Nyonya Monica.
🎶
Uncle Iko tiba di dalam ruang kerjanya, kepalanya berdenyut lebih cepat, rasa sakit nyeri semuanya ada dan menjadi satu.
"Jangan biarkan seseorang masuk kedalam ruangan ku! Aku tak mau di ganggu." Ucap Uncle Iko berpesan pada karyawannya.
"Baik tuan." Ucap Pegawai tersebut menganggukkan kepalanya.
Setibanya di dalam ruangan, di sandarkan nya kepala tersebut di kursi, kata suami, foto dirinya dengan wanita tersebut, buku nikah bayi tampan semuanya terngiang-ngiang dalam pikiran nya.
🎶
Pukul 12 siang, Senja sudah tampil cantik dengan pakaian casual tak lupa mengoleskan sedikit bedak dan lipstik di bibir mungilnya, rambutnya ia biarkan tergerai bebas kebawah. Ah sungguh cantik bahkan sangat cantik.
Ditangan nya menggenggam kotak bekal makan siang untuk sang Uncle tercinta yang telah meluluh lantahkan hatinya, mengobrak abrik tak karuan.
"Bunda, Senja pergi dulu ya." Pamit Senja pada Bunda Nur.
__ADS_1
"Ya hati-hati." Ucap Bunda Nur.
Senja memilih transportasi online taksi guna mengantarkan dirinya ke tempat Uncle Iko, hanya butuh waktu 10 menit, mobil sudah sampai di halaman toko tersebut.
Kakinya melangkah masuk kedalam, "Apa Uncle Iko ada didalam?" Tanya Senja pada pegawai yang ada.
"Ada Nona Senja, tapi tuan berbicara jangan ada yang menganggu nya." Ucap pegawai tersebut memberitahu dengan nada tak enak hati.
"Apa Uncle ada masalah?" Tanya Senja.
"Saya kurang tau Nona Senja, tapi toko ini tak ada masalah apapun." Ucap Pegawai tersebut.
"Ah baiklah, aku akan masuk kedalam."Ucap Senja.
"Tapi Nona." Ucap Pegawai tersebut takut-takut.
"Tak apa, aku tak akan melibatkan mu, kau boleh kembali bekerja." Ucap Senja.
"Baik Nona." Ucap pegawai tersebut berlalu melanjutkan pekerjaan nya.
Clek!
"Apa kau tidak mengerti perkataan ku! Jika aku tak ingin di ganggu!" Ucap Uncle Iko dengan nada tegasnya saat melihat pergerakan pintu di buka oleh seseorang.
"Apa kau tak ingin melihat ku Sayang?" Tanya Senja yang sudah masuk kedalam ruangan kantor Uncle Iko.
"Ah maaf Honey, kemari lah." Ucap Uncle Iko dengan nada melembut.
"Kenapa hem? Apa ada masalah yang mengganggumu?" Tanya Senja.
"Ah.... Aku.... "
Pengen SEBLAK wkwkwkwk, jangan tegang guys...
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Udah Up 3 Bab Nih, jangan lupa likenya jangan pelit.
Yang udah Vote makasih ya.
NB:
Niko Saputra adalah nama yang diberikan oleh keluarga Senja.
Riko Dirgantara Nama asli Uncle Iko.
Begitu ya, jangan bingung soal nama ya😂 Intinya Author cuman akan menyebut IKO biar gak bingung. hehehe.
__ADS_1