
"Bunda... hiks... hiks... hiks... Maafin Senja." Ucap Senja begitu lirih.
"Bisa cerita dengan Bunda? Apa ini? Apa ada hubungan nya dengan Uncle Iko lagi?"
"Hiks, bunda... Senja minta maaf Bunda, Senja tak bisa melupakan Uncle Iko."
"Senja sudah berusaha mencintai Angga, tapi Senja tak bisa Bunda." Lirih Senja dalam hatinya.
"Sudah berapa lama bertemu dengan Uncle Iko lagi hem?"
"Senja tak tau Bunda, Tapi malam itu Senja tak sengaja bertemu dengan putranya, waktu itu Senja menyelamatkan putra Uncle Iko yang hampir tertabrak, lalu kita bertemu lagi saat di mall itu pun tak sengaja, sampai akhirnya Uncle Iko terus datang ke rumah sakit tempat Senja bekerja walau hanya sekedar memberikan makan siang untuk Senja." Ucap Senja menjelaskan.
"Senja tau bukan? Uncle Iko sudah memiliki istri dan anak?" Tanya Bunda.
"Uncle Iko sudah 2 tahun yang lalu bercerai dengan istrinya Bunda."
"Jadi karena Uncle Iko sudah bercerai dengan istrinya, Senja kembali mengejar Uncle Iko lagi?"
"Tidak seperti itu Bunda, tapi hati Senja yang dari dulu masih mencintai Uncle."
"Lalu, Jika putra Uncle Iko tak menyetujui Senja menjadi ibu sambungnya? Apa Senja akan tetap memperjuangkan Uncle Iko?" Tanya Bunda Nur.
"Senja akan berusaha memperjuangkan Uncle Iko dan mendapatkan restu dari putranya Bunda."
"Senja yakin?"
"Ya Senja yakin!"
"Ya sudah, Jika memang putri Bunda sudah membuat keputusan seperti itu, Bunda akan mendukung." Ucap Bunda Nur begitu lirih.
"Terimakasih Bunda.... tapi ayah?" Ucap Senja seketika bersedih.
"Senja harus buktikan kepada Ayah, bahwa Uncle Iko adalah pria yang tepat untuk putri cantiknya ini. Bunda akan membantu senja untuk meyakinkan ayah! Jangan bersedih ya." Ucap Bunda Nur berusaha menenangkan putrinya.
"Terimakasih Bunda." Ucap Senja memeluk ibunya.
🎶
__ADS_1
Hari ini tekad nya begitu kuat untuk bertemu dengan Uncle Iko, memperjuangkan cintanya. Setelah mendapatkan Alamat kantor Uncle Iko, senja merias wajahnya dengan make up tipis, rambutnya di biarkan tergerai dengan begitu indahnya, dan baju putih polos panjang ia kenakan, kesan kulit putih bersih miliknya tampak selaras dengan kemeja yang ia pakai hari itu.
Tepat pukul 10 pagi, Senja sudah masuk kedalam kantor uncle Iko yang berada di jakarta, tatapan kagum dan cantik di layangkan dari setiap karyawan laki-laki yang melihat keberadaan Senja, sedangkan karyawan wanita hanya menaruh rasa iri akan kecantikan milik Senja kala itu.
"Selamat pagi mba, apa saya bisa bertemu dengan Tuan Iko!" Ucap Senja dengan begitu sopan.
"Maaf sebelum nya, anda siapa ya? Apa sudah membuat janji dengan Tuan Iko sebelumnya?" Ucap Resepsionis itu bertanya.
"Belum mba, tapi katakan saja Dokter Aulia ingin menemuinya. Saya yang merawat Tuan Muda Gara, dan saya utusan dari rumah sakit ingin melaporkan perkembangan kesehatan Tuan Muda Gara." Tutur Senja dengan dalih segala kebohongan nya.
Maafkan Senja Uncle! Tapi ini jalan satu-satunya agar bertemu dengan mu! Dan maaf telah menjual nama Gara Uncle! Lirih Senja dalam hatinya.
"Oh dokter Tuan Gara, sebentar saya telfon Tuan Doni dahulu." Ucap Resepsionis itu.
Ya Tuhan! Semoga asisten Uncle Iko tak curiga kepadaku! Lirih Senja dengan perasaan Was-was.
"Dokter Aulia langsung menuju ruangan Tuan Iko yang berada di lantai 10 ya. Dokter di suruh menunggu di ruangan Tuan Iko! Beliau sedang rapat hingga jam 11 nanti." Ucap Resepsionis memberikan izin.
"Baik mba, terimakasih."
🎶
Di ruangan rapat, waktu satu jam yang di perkirakan ternyata tidak sesuai dengan rencana, Rapat tersebut telah berkahir hanya butuh waktu 30 menit saja.
"Maaf Tuan Iko! Ada dokter Aulia yang sedang menunggu di ruangan anda, beliau datang sebagai utusan rumah sakit untuk memberikan informasi mengenai kesehatan Tuan Muda Gara." Ucap Doni memberitahu setelah semua orang sudah meninggalkan ruang rapat dan kini hanya tersisa mereka berdua.
"Dokter Aulia? Siapa? setahuku dokter yang merawat Gara adalah dokter Kirana, dan aku tak pernah meminta pihak rumah sakit untuk kemari melaporkan perkembangan gara." Ucap Tuan Iko bingung dengan informasi yang di berikan Doni.
"Tapi Tuan..... memang seperti itu informasi yang saya dapat dan maaf jika saya sudah lancang menyuruh nya menunggu di ruangan anda." Ucap Doni tertunduk akan kesalahan nya.
"Kita ke sana sekarang!" Ucap Tuan Iko berdiri langkah nya begitu tegas dan cepat agar segera sampai di ruangan nya, bertanya siapa yang kira-kira mengaku utusan rumah sakit sebagai dokter yang menangani Gara, nama Aulia! Agrhhhh Entahlah Tuan Iko tak tau, wajahnya tampak frustasi, siapa orang yang berani nya melakukan kebohongan tersebut.
Clek!
"Siapa kau! Berani nya kau lancang duduk di kursi ku!" Ucap Tuan Iko dengan begitu emosi, saat masuk kedalam ruangan nya dan melihat ada orang yang menduduki kursi kerja nya dengan posisi membelakangi.
"Siapa kau!" Ucap Tuan Iko lagi,
__ADS_1
"Selamat pagi Uncle! Senang bertemu denganmu lagi! Cih! Kau pelit sekali padaku Uncle! Aku hanya ingin merasakan duduk di kursi ini!" Ucap Senja membalikkan tubuhnya.
"Sen..... " Ucap Tuan Iko terbata.
"Saya akan mengurusnya Tuan." Ucap Doni yang ingin segera mengusir Senja keluar dari ruangan itu.
"Tidak usah! Kau keluar dulu Doni! Dan jangan biarkan orang masuk kedalam ruangan ku! Dia keponakan ku!" Ucap Tuan Iko mencegah asisten nya itu.
"Baik Tuan Iko! Saya permisi!" Ucap Doni berlalu pergi.
Clek!
Pintu tertutup dengan sempurna.
"Ada apa kau kesini Senja! Bukan kah kau harusnya berada di rumah sakit bekerja." Ucap Uncle Iko membelakangi Senja.
"Aku merindukan mu sayang." Ucap Senja memeluk Uncle Iko dari belakang, suaranya begitu lembut berbisik di telinga Uncle Iko.
"Senja.......
🎶
Atuh meluknya dari depan aja Senja! Biar enak makin errrr.... 😂😂😂😋😋😋
Happy Reading guys.
Udah 2 bab loh ini ya.
Kok Senja ngaku namanya Aulia ya? kan nama lengkap Senja itu, Senja Aulia Husna.
Begitu ya.
Mau lihat penampilan Senja nih? Boleh kok Yok liat!
__ADS_1
Udah cantik gini loh wey! Awas aja Uncle Iko nolak! Author langsung depak dari PerNovelan Uncle ini loh😂
Wkwkwkwk Canda ya Uncle Iko❤❤😘