
"Kau tak bisa melakukan ini padaku Riko! Aku masih mencintaimu, aku tak ingin berpisah dengan mu, dan kau laki-laki yang sudah memiliki istri sekaligus seorang putra Riko." Ucap Monica dengan memeluk Uncle Iko secara tiba-tiba dari belakang.
"Uncle... Kau.... "Ucap Senja menutup mulutnya saat melihat Uncle Iko telah di peluk dari belakang oleh seorang wanita.
" Senja! Dengarkan ini tidak seperti yang kau lihat." Ucap Uncle Iko cepat, melepas pelukan Monica dan kaki nya melangkah cepat mendekati Senja.
"Tante Monica." Ucap Senja begitu lirih, saat Monica melihat ke belakang ke arah nya.
"Senja, apa kabar?" Ucap Monica dengan tersenyum.
"Apa yang tante lakukan dengan Uncle Iko?" Dan apa yang Uncle lakukan dengan Tante Monica?" Cercah Senja pada kedua orang dewasa tersebut, sorot matanya saling bertanya satu sama lain.
"Dia yang tiba-tiba memelukku! Ini salah faham Senja." Ucap Uncle Iko dengan begitu gugup.
"Lalu?" Ucap Senja masih tak percaya dan tak puas dengan jawaban Uncle Iko.
"Aku dan dia tak ada apa-apa Senja. Percayalah. Ini salah faham." Ucap Uncle Iko lagi.
"Apa memeluk suami sendiri sebuah dosa Senja?" Ucap Monica yang tampak enteng mengucapkan nya tanpa memperdulikan perasaan Senja.
"Suami?" Ucap Senja terbata.
"Ya Senja, maaf kau harus tau! Tapi Tuan Niko adalah suami ku yang hilang saat kecelakaan pesawat dan dia bernama Riko Dirgantara." Ucap Monica memberikan fakta.
"Uncle?" Tatap Senja melihat ke arah Uncle Iko yang ada di sebelah nya menggenggam erat tangan kecilnya.
"Akan aku jelaskan! Kau percaya padaku bukan?" Lirih Uncle Iko pada Senja.
"Kau masih muda Senja, Tante mohon batalkan pernikahan mu dengan Iko! Dia suamiku! Bahkan kita sudah menjalin biduk rumah tangga selama 10 tahun, dan memiliki seorang putra Senja!" Ucap Monica lagi.
"Kau banyak bicara Monica! Silahkan Keluar dari sini." Ucap Uncle Iko menatap tajam pada Monica.
"Senja harus tau fakta itu! Kau jangan pernah menutupi nya Iko!" Ucap Monica lagi, ia tak gentar dengan tatapan tajam menghunus dari Iko suaminya.
"Monica keluar!" Ucap Uncle Iko dengan menaik kan nada suaranya.
"Ku harap kau tak egois Senja! Ada seorang anak yang masih membutuhkan sosok seorang Papa." Ucap Monica melangkah pergi meninggalkan Senja dan Iko di ruangan itu.
πΆ
__ADS_1
"Honey!" Panggil Uncle Iko pada Senja yang tatapan nya lurus menerawang jauh ke depan.
"Batalkan saja pernikahan kita Paman." Ucap Senja memandang keluar jendela.
"Apa! Kau tak boleh mengatakan nya! Kita akan tetap menikah." Ucap Uncle Iko tak terima.
"Aku bukan wanita murahan yang merusak rumah tangga orang lain paman." Ucap Senja tanpa ingin melihat ke arah Uncle Iko.
"Kau bukan perusak rumah tangga orang Senja, Ini takdir yang Tuhan berikan kepadaku!" Ucap Uncle Iko pada Senja.
"Sejak kapan Paman ingat semua nya!" Tanya Senja begitu dingin.
"Jangan memanggil ku seperti itu honey!" Ucap Uncle Iko.
"Katakan!"
"Huft... baiklah saat aku menolong mu agar tak jatuh seminggu yang lalu." Ucap Uncle Iko memberikan fakta.
"Dan jika hari ini aku tak datang? Apa kau berniat menyembunyikan semuanya dariku?"
"Maaf!" Lirih Uncle Iko tertunduk sedih.
"Bukan seperti itu, aku akan jujur dengan mu tapi bukan seperti ini." Ucap Uncle Iko mengacak frustasi rambutnya.
"Lalu? Harus seperti apa waktu yang tepat untuk kau memberitahu semua padaku!" Ucap Senja.
"Senja! Diam lah! Dengarkan aku!" Ucap Uncle Iko menaik kan nada suaranya.
"Semua sudah jelas Paman, terimakasih. Segera bicaralah pada Bunda dan Ayah Kembalilah pada keluargamu!."
"Aku akan pulang, permisi Paman." Ucap Senja melangkah pergi.
"Jangan pergi! dengarkan!" Ucap Uncle Iko mencekal pergelangan tangan Senja yang ingin melangkah pergi.
"Lepaskan Paman!" Ucap Senja mengibaskan tangan nya agar terlepas dari cekalan sangat Uncle!
"Dengar kan aku, aku mohon honey!" Ucap Uncle Iko memaksa Senja untuk menatap nya, namun Senja tak ingin sekali bertatapan dengan Uncle Iko saat ini.
"Semua sudah jelas Uncle! Ku mohon lepaskan! Semua terasa menyakitkan bagiku!" Lirih Senja.
__ADS_1
"Tapi honey.....
"Ku mohon lepaskan Uncle, biarkan aku sendiri." Ucap Senja berusaha melepaskan.
"Senja! Dengarkan! aku memang suami Monica, semua fakta yang Monica katakan memang benar adanya! Tapi Monica tak pernah menjadi istri yang baik selama kita menjalani biduk rumah tangga! ia sibuk dengan dirinya sendiri! dan kau bukan perusak hubungan rumah tangga orang lain karena rumah tangga ku sudah tak sehat sejak dahulu!!" Ucap Uncle Iko cepat.
"Setelah kau menyembunyikan fakta bahwa kau telah memiliki seorang istri dan anak dariku? apa kau berharap aku masih mempercayai mu Paman? Kumohon lepaskan!" Ucap Senja, telinganya seolah tuli tak ingin mendengar apapun penjelasan Uncle Iko.
"Baiklah! kau boleh pergi!" Ucap Uncle Iko pasrah melepaskan cekalan tangan Senja.
πΆ
Duduk di bangku taman, sendiri menumpahkan semua kesedihan yang menyesakkan dalam hati, tentang fakta mengejutkan dan kebohongan calon suaminya.
Kenapa dunia begitu kejam padaku? Perjuangan cinta yang tak mudah dan sekarang harus terpaksa berakhir dengan menyakitkan.
Uncle! Kenapa! Kau orang pertama yang mengenalkan ku arti Cinta! dan kau adalah orang pertama yang mengajari ku berteman dengan kecewa. Semua terasa sangat menyakitkan Uncle!!!
"Arggghhhhh"
"Arghhhhhh"
"Arghhhh...." Teriak Senja begitu menyayat, untung saja taman tersebut sepi dengan pengunjung. Jika tidak semua orang akan melihat dirinya memandang penuh tanya ke arah Senja yang tengah menangis dan berteriak.
"Senja, kenapa?" Ucap seseorang yang tiba-tiba muncul.
"Hiks... hiks... hiks..." Lirih Senja dengan air mata yang tumpah.
Hap
"Menangis lah," Ucapnya membawa Senja salam pelukan nya.
"Uncle!" Lirih Senja dengan begitu sakit.
"Sudah! Kau bisa menceritakan nya nanti saat kau lebih tenang." Ucapnya terus menenangkan Senja yang menangis tersedu dalam pelukan nya.
πΆπΆ
Ah Senja kasihan.... π©
__ADS_1