
Dengan kecepatan tinggi mobil yang di kendarai oleh Uncle Iko pun sudah sampai di area parkiran rumah sakit. Kakinya segera melangkah masuk.
"Mbak apa ada pasien korban kecelakaan yang baru saja masuk bernama Senja?" Tanya Uncle Iko pada resepsionis rumah sakit itu.
"Ah sebentar pak." Ucap Resepsionis itu memeriksa tiap dokumen yang ada.
"Ada pak pasien masih di ruang penangan nan, bapak tinggal lurus aja, nanti belok ke kiri." Ucap Resepsionis itu memberitahu arah kepada Uncle Iko.
"Terimakasih mbak." Ucap nya. Kakinya segera melangkah ke ruangan yang di maksud, sesuai dengan jalan yang di tunjukkan oleh Resepsionis.
"Sus bagaimana keadaan pasien?" Tanya Uncle Iko saat melihat ada suster yang keluar dari ruangan itu.
"Pasien perempuan? atau laki-laki pak?" Tanya nya.
"Keduanya!" Ucap Uncle Iko.
"Pasien laki-laki sudah saya pindah kan di ruang rawat inap di ruang Melati 2. Sedangkan pasien perempuan kasih dalam kondisi kritis! Ia mengalami benturan yang cukup kuat di bagian kepalanya." Ucap Suster itu menjelaskan.
Deg
Deg
Deg
senja! ku mohon bertahan lah! Uncle mencintai mu jangan tinggalkan Uncle senja! Lirih Uncle Iko dalam hatinya.
"Baik Pak saya permisi dulu." Ucap Suster itu berlalu pergi meninggalkan Uncle Iko yang terduduk lemas di lantai.
Beberapa menit kemudian, dokter keluar dari ruang rawat itu. "Bagaimana dokter?" Ucap Uncle Iko bertanya.
"Anda keluarga pasien?" Tanya Dokter pada Uncle Iko.
"Iya dok saya paman nya." Ucap Uncle Iko.
"Bisa ikut keruangan saya?" Ucap Sang dokter.
"Baik dok." Ucap Uncle Iko.
Keduanya pun tiba di ruangan dokter tersebut.
"Begini, benturan hebat di kepalanya membuat pasien harus segera di operasi. Hanya jalan itu yang bisa kita tempuh untuk menyelamatkan nyawanya. Dan kemungkinan berhasil hanya separuh 50% 50%." Ucap Sang dokter.
__ADS_1
"Apa dia tak bisa sembuh dok?" Ucap Uncle Iko.
"Bisa, hanya kemungkinan sebesar 50% kemungkinan pasien dapet hidup sesuai dengan prediksi saya." Ucap Dokter itu.
"Apapun lakukan untuk kesembuhan nya." Ucap Uncle Iko memohon.
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin pak, bapak bisa menandatangani surat ini sebagai penanggung jawab pasien." Ucap Sang dokter.
"Baik! Kapan operasinya akan di laksanakan?" Ucap Uncle Iko.
"Setelah bapak menandatangani surat ini! Dan segera selesaikan urusan administrasi nya! Maka malam ini juga kita akan segera melakukan operasi." Ucap Dokter itu.
"Baik dok! Lakukan yang terbaik." Ucap Uncle Iko.
Setelahnya, Uncle Iko segera mengurusi semua biaya administrasi yang di perlukan oleh Senja dan mengisi formulir pasien yang disediakan sesuai dengan prosedur rumah sakit.
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam. Dan operasi langsung di laksanakan malam itu juga! Beberapa dokter bedah dan ahli masuk kedalam ruangan.
"Uncle Iko!" Ucap Angga yang datang tiba-tiba dengan kaki di seret dan masih ada luka goresan di setiap sudut wajahnya.
Uncle Iko mendongak menatap siapa yang memanggilnya tersebut. Rasanya ketika melihat orang itu! Ingin memberikan pukulan pada bocah ingusan yang tak becus menjaga Senja.
"Bagaikan keadaan Senja Uncle!" Tanya Angga.
"Maaf Uncle!"! Ucap Angga menunduk.
"Maaf ini semua salahku!" Ucap Angga tertunduk sedih menangis pilu.
"Ya memang! Memang ini salah mu!" Ucap Uncle Iko kesal.
"Huft.... "
"Sebaiknya kau beristirahat, hubungi kedua orang tuamu! Dan untuk Senja biar saya yang menjaganya! Tak usah membantah!" Ucap Uncle Iko dengan nada mengintimidasi.
"Baik Uncle." Ucap Angga berlalu pergi kembali kedalam ruang rawat inap milik nya.
Jantung Uncle Iko berpacu cepat! Mengumpat kesal dalam hatinya! Sudah 3 jam dokter melakukan tindakan operasi! Namun nihil mereka belum keluar dari dalam.
Erangan nya frustasi! Mengacak rambutnya! Jangan lupakan penampilan rabi yang kini menjadi sangat lusuh.
Air matanya luruh menetes! Entahlah! kehilangan Senja seakan paling memilukan! Dan Uncle Iko tak bisa membiarkan itu terjadi.
__ADS_1
Lebih baik hatinya sakit tapi masih melihat Senja tersenyum bahagia! Daripada sekarang! Harus melihat Senja yang terbujur tak berdaya di atas kasur! Dengan nyawa yang di pertaruhkan.
5 jam kemudian! Adzan subuh sudah berkumandang, Uncle Iko masih setia membuka matanya! lelah tentu! Tapi ia tak bisa memejamkan sedikit matanya sedikit pun.
Clek!
Satu dokter keluar dari ruang rawat operasi tersebut.
"bagaimana dokter?" Tanya Uncle Iko pada dokter yang baru saja keluar.
"Detak jantung pasien tadi sempat tak ada, tapi syukur lah Tuhan begitu baik dengan nya! Dia mampu melewati semua masa kritisnya." Ucap dokter menjelaskan.
"3 Jam lagi pasien akan sadar! dan pasien akan segera di pindah kan di ruang rawat inap." Ucap Sang dokter.
"Terimakasih dok." Ucap Uncle Iko.
🎶
"Senja." Ucap Uncle Iko begitu lirih. tangan nya menggenggam erat tangan dingin milik Senja! wajah pucat! selang pernafasan yang masih menempel di atas hidung nya.
Maafkan Uncle Senja! Jangan buat Uncle seperti ini! Bangun Senja! Uncle juga mencintaimu!
Uncle akan memperjuangkan dan membalas cinta mu Senja! Ku mohon bangun Senja! bangun! Lirih Uncle Iko dengan beberapa kali mencium pergelangan maupun telapak tangan Senja yang berada ditangan nya.
Air matanya terus mentes dan mengalir.
Dert.
Dert
Bunyi sering telfon membuyarkan tatapan sendu Uncle Iko saat melihat Senja.
"Halo kak?" Ucap Uncle Iko.
"Senja bagaimana? Bunda Nur mengkhawatirkan keadaan nya." Ucap Ayah Fandy di ujung sana.
"Senja baik-baik saja, nanti siang kalian boleh kesini." Ucap Uncle Iko.
"Baiklah! Siang nanti kita akan ke sana." Ucap Ayah Fandy menutup telfon nya.
🎶🎶🎶
__ADS_1
Senja! Nih Uncle Iko udah mau tuh nerima cinta kamu! Buruan sadar ya senja.
Happy Reading maaf kalau ada yang typo🤗🤗