
"Kenapa lo bisa suka sama Uncle lo sendiri?" Tanya Angga pada Senja secara tiba-tiba.
Keduanya tengah berasa di ayunan yang tersedia di taman itu dengan posisi bersebelahan.
"Hah!" Ucap Senja kaget.
"Kenapa lo bisa suka sama Uncle lo?" Tanya Angga mengulangi pertanyaan nya.
"Gue gak tau! Soal cinta dan suka juga gue gak tau maknanya." Ucap Senja jujur.
"Lo belum pernah pacaran gitu?" Tanya Angga pada Senja yang langsung di balas gelengan kepala.
"Hahahaha, serius lo belum pernah sama sekali? Pacaran? Di jaman sekarang seperti ini?" Tanya Angga tak percaya.
"Ih lu budek apa gimana sih ah! Gue gak pernah pacaran! dan jangan nge tawain." Ucap Senja sinis dengan tatapan kesalnya.
"Ya maaf deh." Ucap Angga.
"Kenapa lo gak tertarik dengan yang lebih muda? seperti gue?" Ucap Angga menggoda.
"Hem, gue ga tau! Kalau perasaan bisa di atur! Mau nya gue suka sama siwon aja? Atau Lucas? Jungkook? Ah oppa korea gitu." Ucap Senja membayangkan oppa Korea yang ia sebut.
"Dih! ngimpi lu ketinggian kali maemunah." Ucap Angga sinis.
"Hahahaha, biarin." Ucap Senja tersenyum membayangkan.
"Lalu? apa yang lo rasain saat deket Uncle lo." Ucap Angga.
"Deg-deg an ga karuan gitu." Ucap Senja membayangkan wajah Uncle Iko.
"Udah ih ngapain bahas Uncle Iko coba sih!" Ucap Senja tersadar, saat arah pembicaraan nya mengarah tentang Uncle Iko.
"Hehehe gitu aja ngambek si neng." Ucap Angga menggoda.
"Gue punya taruhan nih sama loh." Ucap Senja dengan mata berbinar seolah menemukan ide.
"Apa?" Tanya Angga menelisik.
"Ayo ikut gue." Ucap Senja menarik paksa tangan Angga untuk mengikutinya.
Dan sekarang mereka sudah sampai di depan salah satu mall terbesar di kota itu.
__ADS_1
"Mau ngapain?" Ucap Angga bertanya.
"Udah ayo ikut." Ucap Senja.
"Lo mau morotin gue ya! mau minta beliin ini itu." Ucap Angga menatap Senja dengan curiga.
"Iya gue mau morotin lu! Udah si diem! Cerewet banget itu mulut." Ucap Senja menatap tajam ke arah Angga.
Senja menarik paksa Angga untuk masuk ke mall dan menuju tempat yang ia tuju, menghiraukan ocehan Angga yang seperti burung beo hari ini.
Ah bukan hari ini, setiap hari Angga selalu seperti itu. Dan berakhir lah mereka di area permainan Mall tersebut.
"Ngapain kita disini?" Tanya Angga tak mengerti.
"Jualan tahu bulet mang Angga!" Ucap Senja.
"Mana tahu bulet nya? Lo mau jualan di sini? seriusan?" Tanya Angga.
Oh Tuhan! terkutuk lah kau Angga! Kenapa pemikiran mu terlalu polos seperti ini! Gumam Senja, ingin rasanya menggeplak wajah tampan Angga.
"Lo ih lemot banget! Ya kali gue mau jualan tahu bulet disini! Mainlah kita Angga." Ucap Senja.
"Maksudnya?" Ucap Angga bingung.
"Sembarangan kalo ngomong." Ucap Angga tak terima.
"Yaudah beliin gue koin buat main! Nanti siapa yang kalah itu yang akan traktir makan selama seminggu? Gimana deal?" Ucap Senja menarik turun kan alisnya.
"Cih! Lo mau nantangin gue permainan ga mutu kayak gini? Jelas lah gue yang menang pastinya." Ucap Angga dengan sombong nya.
"Sok lu! Ayo buktiin." Ucap Senja.
Dan berakhir lah keduanya, mereka mempermainkan hampir semua permainan yang ada di sana, dan pada akhirnya Senja lah yang memenangkan permainan itu. Tampak tawa riang dan bahagia yang di keluarkan oleh keduanya. Hingga tak menyadari ada sepasang mata yang mengepalkan tangan nya menatap kedua orang tersebut.
"Yeay! Gue menang! Inget janji lo jangan pura-pura lupa." Ucap Senja tersenyum remeh.
"Iya-iya bawel." Ucap Angga tersenyum kecut.
"Hahahaha... " Ucap Senja.
"Yaudah gue laper yok makan." Ajak Senja , Dan Angga hanya menganggukkan kepalanya mengikuti langkah kaki Senja.
__ADS_1
"Senja! Ucap Angga yang menarik pergelangan tangan Senja secara tiba-tiba dan berbisik. "Arah jam 12, itu kayak Uncle Iko kan?" Ucap Angga.
Senja yang awalnya ingin protes lebih memilih untuk melihat ke arah sosok yang di tunjuk Angga.
"Iya kayak Uncle Iko! Itu bener Uncle Iko." Ucap Senja berbisik.
"Ngapain Uncle Iko ngikutin kita?" Tanya Angga.
"Ya mana gue tahu oneng! Gue kan dari tadi di sini sama lo." Ucap Senja sinis.
"Lo ih jangan keras-keras kenapa suaranya." Ucap Angga menatap Senja.
"Ya Maaf."
Gue punya ide! hahaha... Rasain Uncle suruh siapa mengikuti Senja diam-diam. Gumam Senja dengan tersenyum licik.
Senja pun menggandeng tangan Angga dengan mesra, menjatuhkan kepalanya di pundak kokoh milik Angga.
"Lo ngapain sih?" Ucap Angga tiba-tiba heran dengan sikap agresif yang dilakukan oleh Senja.
"Diam aja!" Ucap Senja.
Keduanya pun saat ini sudah terduduk di salah satu meja dengan berhadapan.
Saat makanan yang mereka pesan sudah terhidang di atas meja dengan sempurna, Senja pun memotong steak pesanan nya, menyuapkan potongan pertama untuk Angga.
"Sayang... Aaaaaa." Ucap Senja dengan suara manja dan nada yang sedikit keras, jangan lupakan raut wajah yang dibuat seimut mungkin.
"Ini? a.... " Ucapan Angga tertahan saat Senja langsung menyodorkan secara paksa kearah mulut Angga, mau tak mau ia harus mengunyah potongan steak tersebut.
"Ah pinter nya." Ucap Senja tersenyum.
"Sayang, ada saus di ujung bibirmu." Ucap Senja dengan tangan mengulur membersihkan sudut bibir milik Angga
Disisi lain kedua tangan Uncle Iko mengepal kuat, ada rasa sesak menyelimuti dalam dirimu melihat adegan yang ada di depan nya tersebut.
πΆπΆπΆ
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
__ADS_1
yang udah vote makasih ya.
Sini peluk online sama Author hehehe π