
SENJA POV
"Uncle." Ucap Senja tengah malam mengetuk pintu kamar Uncle Iko.
"Kenapa senja?" Tanya Uncle Iko membukakan pintu.
"Senja ingin tidur dengan Uncle Iko." Ucap Senja.
"Tapi... "
"Ku mohon." Ucap Senja dengan wajah memelas nya.
"Baiklah." Ucap Uncle Iko.
Sebelum esok harinya saat dimana Uncle Iko harus pergi! Aku dengan nekatnya meminta untuk tidur dengan nya, hanya sekedar memeluk Uncle, menyetok kehangatan pelukan darinya sebelum ia pergi.
"Tidur lah Senja." Ucap Uncle Iko dengan posisi memejamkan matanya.
Mataku, terasa engga untuk terpejam saat melihat wajah tampan yang aku cintai untuk malam ini ada dalam pelukan ku, hingga sebuah teguran darinya menyadarkan ku, mau tak mau aku harus memejamkan mataku.
Ah kenapa begitu sulit.
Ku dekap tubuhnya dengan begitu lembut dan penuh damba, ku cium aroma tubuhnya yang menjadi wangi favorit ku.
Jika ku boleh meminta! izinkan malam ini lebih panjang dari sebelumnya, aku masih enggan untuk berpisah dengan nya.
Yeah! Tapi pagi tetap bekerja pada semestinya, waktu berputar pada seharusnya.
Hari itu Uncle Iko, kekasihku, benar-benar pergi dari rumah sesuai dengan keinginan Bunda.
Semalam bersama, rasanya masih kurang bagiku! bahkan melihatnya pergi se menit, rinduku kian menjadi hanya untuk nya.
__ADS_1
Hari-hari ku lewati dengan hampa, flat! tak ada yang berarti sama sekali, hanya bisa bertukar pesan saat ini pada Uncle Iko.
Karena Bunda benar-benar membuat Uncle sibuk di toko dan jarang memiliki waktu luang hanya untuk melakukan video call.
Setelah 3 hari kepergian nya, aku berusaha untuk menemuinya, namun sial! Supir yang di suruh Bunda untuk mengantarkan ku, tak membiarkan aku menemui Uncle Iko.
dan aku terpaksa harus pulang dengan harapan kecewa.
Genap seminggu Uncle tak berada di rumah ku, dan genap 3 hari ia sangat sulit untuk di hubungi, rasa rinduku sudah kian memuncak.
Tak ada selera untuk ku makan hari itu, rasanya hanya ingin bertemu dengan Uncle Iko tak ada yang lain. sampai malam harinya, kudengar samar Bunda memanggil ku dan mengecek suhu tubuhku!
Tapi mataku enggan untuk menjawab apapun atau bereaksi. semua begitu lemah buatku.
Hingga tangan Ayah menggendong ku dan membawaku ke rumah sakit, saat berada di dalam ruangan periksa, kesadaran ku menghilang. Dan aku tak tau ada kejadian apa selanjutnya.
SENJA POV END
UNCLE IKO POV
Sebelum pergi meninggalkan rumah itu, tengah malam pintu kamar ku di ketuk oleh nya, tampak tatapan nya memohon ingin tidur bersama ku, ah rasanya tak tega menolaknya. Namun aku takut jika Kak Nur atau Kak Fandy memergoki aku dan putrinya tidur seranjang, meski hanya sekedar tidur dan saling memeluk.
Persetan dengan semua itu, Ku suruh ia masuk dan kami menghabiskan waktu malam itu dengan tidur saling berpelukan satu sama lain.
Namun bocah itu, tak bisa memejamkan matanya untuk waktu yang cukup lama, hingga harus ku tegur dirinya untuk segera tidur, tak berselang lama, kudengar nafas teratur dari dirinya.
Akhirnya tidur juga. Syukurlah. Gumam ku dalam hati.
Sebelum kepergian ku, ku berikan dia pengertian bahwa aku akan selalu membalas pesan nya, kita masih bisa melakukan video call untuk mengobati rasa rindu, dan jika ia ingin menemui ku, maka aku akan meluangkan waktu untuknya.
3 hari setelah aku pergi dari rumah itu, keadaan toko terlalu sibuk bahkan sangat sibuk, aku melupakan janjiku untuk melakukan video call bersamanya. Kita hanya bisa bertukar pesan saat itu.
__ADS_1
Tak kusadari, ternyata dia datang untuk menemui ku, tapi saat itu aku tengah pergi untuk membeli dan melakukan transaksi dengan produsen hingga malam hari.
Dan hari berikutnya aku hanya bisa bertukar pesan meminta maaf padanya, sudah ku utarakan alasan ku tak menemui dirinya waktu itu.
genap 5 hari, pelanggan di toko meningkat begitu signifikan, semua produk laris manis terjual. Bahkan aku harus bolak balik menemui produsen untuk segera mengirimkan stock yang aku butuhkan.
Tak terasa 2 hari setelahnya, aku benar-benar lupa untuk memberikan dirinya kabar, saat malam hari ku putuskan untuk memberinya kabar setelah aku pulang dari toko.
Namun, sebelum aku sampai ke rumah, aku sudah mendapatkan telfon dari Kak Fandy yang menyuruh ku segera ke rumah sakit. Dia memberitahu, bahwa senja sakit dan harus di rawat inap saat itu juga.
Jantung ku berpacu begitu cepat! Ada rasa menyalahkan diriku, kenapa akhir-akhir ini aku begitu sibuk sehingga hampir melupakan dirinya.
Saat aku sampai di rumah sakit, Kak Fandy memberitahu ku bahwa Senja sakit demam dan terus memanggil namaku.
Rasa sesak kian memuncak dalam diriku, saat mengetahui itu semua.
Honey! Maafkan Uncle! Ucap Ku begitu lirih.
Aku masuk begitu saja, di ruangan itu, ku genggam tangan munggil yang bersuhu panas. Ku abaikan tatapan membunuh kedua orang dewasa di hadapan ku saat melayangkan kata tak Terima dari sorot matanya.
Ku genggam, ku usap dengan begitu lirih. Kata maaf ku layangkan lembut dalam hatiku saat melihat keadaan Senja yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
UNCLE IKO POV END
🌈🌈🌈
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote terimakasih.
__ADS_1