Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 23


__ADS_3

"Nina... " Ucap Senja.


"Senja, kok ada di sini? emang di bolehin ikut?" Tanya Nina.


Ya, semua murid sudah berkumpul di sekolahan, beberapa saat lagi pengumuman kelulusan akan di umumkan lewat media sosial.


Beberapa siswa yang hari ini berada di area lingkungan sekolah, sudah memakai baju putih Abu-Abu mereka, untuk mengikuti konvoi kelulusan yang akan di lakukan, sudah ada beberapa pilok yang mereka siapkan.


3


2


1


Semua bersorak gembira, semua di nyatakan lulus, Nina dan Senja juga saling memeluk satu sama lain.


Meski hanya kata lulus saja yang di umumkan, walau nilai mereka masih diposisi tidak di ketahui alias di gantung, yang terpenting kata lulus dulu bukan? Sebagai tanda kebebasan. Hehehe


Tanpa menunggu lebih lama lagi, mereka pun memulai dengan aksi mencoret-coret baju yang mereka kenakan. saling mencoret menggambar apapun yang mereka inginkan.


Tak hanya itu, ada yang memberikan ttd di baju mereka dari orang yang di anggap mereka sahabat sebagai kenang-kenangan.


Masa putih Abu-Abu adalah masa yang paling menyenangkan, dimana cinta malu-malu akan mengiringi saat kita duduk di bangku sekolah ini.


Setelah acara kelulusan, seseorang teman yang terbiasa memberi pesan perlahan dari mereka mungkin hanya sekedar penonton story saja ke depan nya.


Setelah ini, Teman-teman Senja pun akan sulit untuk di temui, mereka akan sibuk dengan kegiatan yang mereka lakukan, melanjutkan studinya? Bekerja? berwirausaha? Pindah kota? pindah Pulau? atau pindah Negara? Semua memiliki perencanaan masing-masing untuk mencapai kata sukses yang mereka impikan bukan?


Setelah puas bercoret ria dengan kesenangan , mereka segera beranjak untuk naik ke sepeda motor yang mereka bawa, memulai melakukan pawai konvoi kelulusan nya.


"Lo, ikut sama gue! gak nerima penolakan pokoknya." Ucap Angga yang baru saja tiba mencekal pergelangan Senja yang ingin ikut bersama dengan Nina.


"Ga! Gue sama Nina." Jawab Senja dengan galak.

__ADS_1


"Jodi! Lu bawa motor temen nya Senja, tuh!" Ucap Angga menyuruh Jodi sahabat nya.


"Oke bro." Ucap Jodi melangkah ke arah Nina sahabat Senja.


"Tolong kerjasamanya ya, temen gue lagi suka sama sahabat lu. Tenang meski kelihatan nya galak, tapi dia ga mungkin macem-macem kok." Ucap Jodi lirih berbisik pada Nina sahabat Senja, agar ia mau berkerjasama dengan nya.


"Lu yakin?" Ucap Nina merasa ragu.


"Yakin kok." Ucap Jodi tersenyum pada Nina.


"Apa-apaan sih! Main nyuruh orang!" Ucap Senja dengan sengit menatap wajah Angga.


"Cewek gak boleh mengendarai motor saat ini Harus di bonceng cowok! bahaya." Ucap Angga.


"Dih! dapet teori dari mana?" Tanya Senja dengan berkacak pinggang. Untung tangan nya sudah di lepas oleh Angga.


"Lu jadi cewek nurut apa gak bisa sih! Heran gue! Lu tuh di bonceng cowok sekeren gue gitu, Harusnya lo bangga." Ucap Angga menyombong kan dirinya.


"Dih, Najis! lu jelek gak ganteng! dan satu lagi! emang kenapa kalo gue ga nurut sama lo! Emang lo siapa?" Ucap Senja tak kalah sengit.


"Dih ogah!" Ucap Senja membuang tatapan jenggahnya.


"Harus mau dan mau!" Ucap Angga.


"Senja, bener juga apa yang di katakan cowok itu, sebaiknya kita di bonceng aja sama cowok." Ucap Nina menengahi perdebatan di antara keduanya.


"Nah, teman lu pinter itu! gak kayak lu bodoh!" Ucap Angga mereka dirinya sudah di bela oleh sahabatnya Senja.


"Yaudah lu pacaran aja sono noh sama dia yang lu anggap pinter!" Ucap Senja tak terima dikatakan bodoh oleh Angga.


"Nin, ah kok kamu bela dia sih!" Ucap Senja mengerucut kan bibirnya.


"Gak bela Senja, tapi saran dia bagus." Ucap Nina segera naik ke motor dan di bonceng Jodi. Keduanya sudah meninggalkan Senja dan Angga di situ.

__ADS_1


"Udah naik!" Ucap Angga menarik paksa tangan Senja.


"Lepasin ih sakit!" Ucap Senja mengibaskan tangan nya.


"Ya makanya naik? mau gue gendong dulu? apa gue cium disini?" Ucap Angga tersenyum dengan evil nya mengancam Senja.


Dengan sangat terpaksa Senja naik di atas motor milik Angga.


"Pegangan." Ucap Angga memberitahu.


"Ogah." Ucap Senja cepat.


"Susah emang! gue takut lu bakal jatuh nyungsep ke bawah! lagian apa susahnya sih pegang gue! justru lo yang di untung in bisa meluk gue." Ucap Angga percaya diri.


"Astaga! lu tu titisan apa sih? Sok kegantengan banget, sok kepedean banget!" Ucap Senja memijat pelipisnya.


"Arjuna dong! Ganteng tampan berwibawa." Ucap Angga menaik turunkan alisnya.


"Woy bangun! gak ada namanya titisan Arjuna bentukan begini! Lu titisan dedemit kali?" Ucap Senja.


"Kalau lu ga mau pegangan! Kita gak akan jalan! lu liat itu udah pada jalan." Ucap Angga menunjuk ke depan.


Setelah perdebatan sengit kedua orang tersebut, di akhiri dengan Senja berpegangan pada Angga dan motor melaju dengan kecepatan sedang bersama dengan anak-anak lain.


Sesekali berteriak untuk menyalurkan kesenangan dan kegembiraan mereka pada masyarakat luas yang mereka lintasi itu.


🎢🎢🎢


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa Like dan komen.


Dan untuk yang udah Vote terimakasih πŸ’™β€β€β€

__ADS_1




__ADS_2