
Suara ayam berkokok begitu nyaring di pagi hari, matahari tak lagi malu-malu untuk tampak pada pagi hari ini. Sangat cerah dan indah.
Ah manis sekali, kedua kelopak mata Senja perlahan membuka matanya, meski jarum jam masih menunjukkan pukul 6 pagi, sang putri yang mendapat julukan putri tidur tak lagi bangun siang untuk hari ini dan seterusnya.
Cincin emas yang melingkar di jari manisnya, sesekali ia kecup mesra, rasanya seperti mimpi hari ini ia sudah menjadi tunangan Uncle Iko, ah bukan Mas Iko. Senyum mengambang terus tercetak dalam bibirnya.
"Sempurna. Waktunya turun." Begitu lah gumam Senja dalam hatinya, ia sudah cantik dengan pakaian rumahan, dan untuk pertama kalinya Senja mandi pagi hari. Kakinya melangkah turun untuk ke dapur membantu sang Bunda menyiapkan menu sarapan pagi ini.
"Ada angin apa nih? Putri Bunda sudah cantik begini." Ucap Bunda Nur menggoda Senja yang baru saja tiba di dapur rumah itu.
"Ah Bunda, Senja ingin belajar memasak, membantu Bunda." Ucap Senja tertunduk malu-malu.
"Benarkah? Putri kecil Bunda ternyata sudah dewasa ya." Goda Bunda Nur menaik turunkan alisnya.
"Bunda, jangan terus menggoda Senja. Sebentar lagi Senja kan akan menjadi seorang istri." Lirih Senja dengan tertunduk. Pipinya merah bak tomat mengucapkan kata istri, ah senangnya.
"Putri Bunda bisa malu-malu ya." Ucap Bunda Nur lagi.
Ledekan sederhana terus di layangkan Bunda Nur pada sang putri, Ah Senja jadi semakin merona, semua menu sarapan pagi pun sudah terhidang dengan sempurna di meja makan tersebut.
Ayah Fandy sudah turun mendudukkan dirinya di kursi yang ada,
"Senja, panggil Iko untuk segera turun." Ucap Bunda Nur, "Baik Bunda." Ucap Senja melangkah ke atas untuk membangunkan Uncle nya.
Ah bukan Uncle, tapi tunangan nya.
Tok
Tok
Tok
"Uncle! Bangun." Ucap Senja mengetuk pintu, namun tak ada sahutan dari dalam setelah beberapa kali Senja terus mengetuk pintu.
Sedang apa? Gumam Senja lirih memikirkan kira-kira apa yang di kerjakan Uncle Iko didalam kamar sehingga tak mendengar panggilan nya.
Clek!
"Uncle?" Ucap Senja mengecek kedalam kamar Uncle Iko dengan memasukkan kepalanya saja untuk mengintip, namun nihil tak ada sosok Uncle Iko di atas kasur.
Tempat tidur nya pun sudah tertata dengan rapi.
Kakinya terus melangkah masuk kedalam kamar itu, mencari sosok Uncle Iko, mungkin ia sedang mandi pikir Senja, setidaknya ia harus menyampaikan bahwa semua orang sudah menunggunya di bawah.
"Apa yang kau cari honey?" Bisikan Uncle Iko memeluk Senja dari belakang, menaruh kepala nya di dagu Senja.
"Uncle! Kau mengangetkan ku." Ucap Senja protes.
__ADS_1
"Coba ulang sekali lagi?" Ucap Uncle Iko.
"Ah, itu. Sa- sayang Bunda menyuruhmu segera turun untuk sarapan." Ucap Senja gugup.
"Baiklah, kau turun terlebih dahulu, Aku ingin mandi sebentar Honey." Ucap Uncle Iko.
"Ya." Ucap Senja segera berbalik dan keluar kamar tersebut, sungguh Senja tak ingin berada di dalam, itu akan sangat membahayakan kesehatan jantungnya bukan?
Hap
Ditariknya tangan Senja hingga ia jatuh dalam pelukan Uncle Iko. "Uncle!" Pekik Senja kaget dengan gerakan tiba-tiba.
Cup
Cup
Cup
"Morning kiss tunangan Uncle." Ucap Uncle tersenyum. Senja terdiam terpaku dengan perlakuan manis Uncle Iko pada pagi itu, sungguh seluruh syaraf nya seakan kaku ingin menghentikan waktu detik itu juga.
"Honey." Ucap Uncle Iko membuyarkan lamunan Senja.
"Ah, aku akan menunggu dibawah." Ucap Senja langsung berlari terbirit-birit meninggal kan kamar tersebut.
Uncle! Kenapa kau begitu manis pagi ini, ah aku semakin mencintaimu. Lirih Senja dalam hati memegang dadanya yang berdetak lebih cepat kala itu.
🎶
Berbeda dengan monica yang bangun pagi hari itu, matanya terasa berat dan enggan untuk bangun pagi.
Drama meninggalkan Gara, dan menitipkan nya pada pengasuh di rumah sungguh membuatnya sakit. Ingin sekali dirinya mengajak sang putra tapi saat ini bukan waktu yang tepat.
Monica bergegas bangun untuk membersihkan dirinya, hari ini ia akan berkunjung ke gudang penyimpanan beras milik kedua orang tua Doni.
Karena seperti yang dikabarkan oleh Doni, bahwa orang yang mirip dengan tuan Riko Dirgantara sering membeli beras milik kedua orang tua Doni dan menjualnya kembali.
Tok
Tok
Tok
"Sebentar." Ucap Monica menyahuti.
Clek!
"Apa nyonya sudah siap?" Tanya Doni pada Monica didepan pintu kamar hotel tersebut.
__ADS_1
"Ya, aku sudah siap, ayo." Ucap Monica, keduanya melangkah menuju parkiran mobil, melajukan mobilnya menuju gudang penyimpanan beras milik kedua orang tua Doni. Tak butuh waktu lama hanya 15 menit waktu yang di tempuh Monica untuk sampai ke gudang penyimpanan tersebut.
"Silahkan turun nyonya." Ucap Doni membukakan pintu untuk majikan nya.
"Ya." Ucap Monica singkat.
"Mari ikut saya." Ucap Doni memimpin jalan pada Monica.
"Ibu, Bapak, kenalkan ini Nyonya Monica bos Doni dari kota." Ucap Doni memperkenalkan Monica pada kedua orang tuanya.
"Oh ini, mari kita duduk di sana Nyonya." Ucap Ibu Doni menyuruh Monica mengikutinya, tibalah ketiga orang tersebut dalam ruang kerja yang ada.
"Mari duduk Nyonya." Ucap Ibu Doni mempersilahkan untuk duduk.
"Doni sudah menceritakan pada saya soal suami Nyonya, dan ini adalah dokumen tentang Tuan Niko." Ucap Ibu Doni menyerahkan berkas indentitas pada Monica.
"Niko?" Ucap Monica mengulang nama tersebut.
"Iya Nyonya, Tuan Niko." Ucap Ibu Doni.
"Tapi suami saya bernama Riko, Bukan Niko." Ucap Monica.
"Ya Nyonya, saya tahu itu. tapi lihatlah dulu foto dan biodata nya." Ucap Ibu Doni.
"Dilihat dulu Nyonya." Timbal Doni yang ada didalam sana.
Perlahan namun pasti, Monica membuka berkas identitas yang diterimanya dari Ibu Doni, tangan nya bergetar tak percaya.
Memang tertulis namanya Niko Saputra, tapi foto yang tertera didalam sana benar adalah suaminya, Riko Dirgantara.
"Pa." Ucap Monica dengan bibir bergetar dan mata yang sudah berkaca-kaca.
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan Komen.
Untuk yang udah Vote terimakasih ya.
Buat kalian, kalau mau tebak-tebak alurnya silahkan gak papa😂
Tapi jangan marah ya sama Author kalau gak sesuai ekspektasi kalian wkwkwk.
Hati-hati dengan alur maju mundur cantik yang akan author ciptakan ke depan nya😂
Intinya sabar, Udah itu aja😂🤗
__ADS_1