
"Apa kau tak ingin melihat ku Sayang?" Tanya Senja yang sudah masuk kedalam ruangan kantor Uncle Iko.
"Ah maaf Honey, kemari lah." Ucap Uncle Iko dengan nada melembut.
"Kenapa hem? Apa ada masalah yang mengganggumu?" Tanya Senja.
"Ah.... Aku tak apa-apa honey, hanya sedikit pusing." Lirih Uncle Iko.
"Kau yakin? Tak ada sesuatu hal yang kau tutupi dariku?" Tanya Senja penuh selidik.
"Tidak honey, duduklah disini." Ucap Uncle Iko menepuk paha nya.
"Tidak, aku berat." Ucap Senja menolak.
"Kau seperti kapas bagiku! Sudah! Kemari lah. Jangan membantah." Ucap Uncle Iko tak ingin di bantah lagi, perlahan kaki Senja duduk di atas tempat yang Uncle Iko inginkan, tangan Uncle Iko sudah melingkar di pinggang Senja agar tunangan kecil nya tersebut tak terjatuh.
"Ada hal apa yang membawamu kemari hem?" Tanya Uncle Iko pada Senja dengan tatapan intens.
"Ah aku... " Ucap Senja dengan gugup.
"Ya? Ada apa?" Tanya Uncle Iko menggoda.
"Aku membawa makan siang untukmu!" Tunjuk Senja pada kotak bekal yang ia letakkan di meja tersebut.
"Kau yang membuatnya?" Tanya Uncle Iko penuh selidik.
"Tentu, tapi masih di bantu bunda. Hehehe..." Ucap Senja dengan tersenyum.
"Ya sudah ayo kita makan." Ucap Uncle Iko langsung berdiri menggendong Senja, dan reflek kedua tangan Senja melingkar dileher Uncle Iko.
"Takut jatuh hem?" Ucap Uncle Iko tersenyum evil.
"Kau mengerjai ku!" Ucap Senja mengerucutkan bibirnya.
Cup
Cup
"Jangan mencium ku Uncle! Kenapa kau mesum sekali!" Ucap Senja menutup mulutnya dengan satu tangan.
"Hanya padamu! Tidak dengan wanita lain." Ucap Uncle Iko.
Keduanya menikmati makan siang yang ada dengan canda tawa, Perlahan tanpa sadar Uncle Iko melupakan kejadian tadi siang saat bertemu dengan wanita yang mengaku istrinya.
๐ถ
Pernikahan Uncle Iko dan Senja kurang lebih hanya 1 bulan lagi akan di laksanakan. Uncle Iko selalu menutup diri dan menyuruh seseorang untuk melakukan transaksi yang berkaitan dengan keluarga Doni, ia tak ingin lagi bertemu ataupun di ganggu dengan wanita yang mengaku sebagai istrinya.
__ADS_1
Logikanya menepis segala kemungkinan bahwa ia sudah berkeluarga dan memiliki seorang putra, Bolehkan dirinya egois! Ia sudah terlalu jatuh dalam pelukan gadis nakal yang berstatus keponakan nya itu.
Berbagai upaya selalu di tempuh Monica untuk meyakinkan bahwa ia memang benar adalah istrinya, namun Uncle Iko menolak keras bahwa ia mempunyai istri seperti Monica. Semua usahanya hanya berakhir dengan sia-sia.
Hati istri mana yang tak terluka? semua bukti sudah ia tunjukkan untuk meyakinkan Riko, namun ia tetap mengacuhkan nya, Tak ada kata mengakui gara kecil sebagai anak kandungnya.
Untuk Senja dan keluarganya ia tak tau masalah yang ada di antara Monica dan Uncle Iko, pertemuan mereka dan semua bukti yang menunjukkan calon suaminya itu telah memiliki seorang istri. Uncle Iko cukup pandai menyembunyikan semuanya dari keluarga Senja.
๐ถ
"Uncle aku ada sesuatu untukmu!" Ucap Senja berlari saat melihat Uncle Iko yang datang memasuki rumah.
"Senja hati-hati." Ucap Uncle Iko memperingatkan.
"Argghhh... " Teriak Senja saat tiba-tiba kakinya tergelincir, dengan gerakan cepat Uncle Iko langsung menangkap Senja agar tak jatuh di lantai.
Bugh
Bugh
Bugh
Uncle Iko terjatuh ke lantai, di atas tubuhnya ada Senja yang juga terjatuh. Kesadaran Uncle Iko menghilang saat dirinya berbenturan dengan lantai dasar rumah itu.
"Hiks... hiks... Uncle bangun bangun!" Ucap Senja menepuk kedua pipi Uncle Iko yang tengah tak sadarkan diri.
"Uncle... " Ucap Senja dengan mata Berkaca-kaca.
"Sudahlah, ayo kita bawa ke rumah sakit." Ucap Bunda Nur.
๐ถ
"Bagaimana dok?" Ucap Bunda Nur saat dokter yang tadi memeriksa Uncle Iko sudah keluar.
"Pasien tak apa-apa, tak ada luka serius. Sebentar lagi pasien akan segera sadar." Ucap Dokter tersebut.
"Baik dokter terimakasih." Ucap Bunda Nur.
"Saya permisi." Ucap Dokter berlalu pergi.
"Sudahlah, jangan menangis. Uncle Iko tak apa-apa, kau masuk lah kedalam. Ibu akan pulang memberitahu ayah mu. Jangan menangis." Ucap Bunda Nur memberikan nasihat pada putrinya.
"Iya Bunda." Ucap Senja menyeka air matanya yang masih berlinang dengan nada sesenggukkan.
๐ถ
Perlahan namun pasti kedua kelopak mata milik Uncle Iko membuka sempurna menyesuaikan pencahayaan yang ada. "Argh." lengguh Uncle Iko saat merasakan sakit di kepalanya.
__ADS_1
Bibirnya tersenyum saat melihat Senja yang duduk terlelap dalam kursi dan kedua tangan nya menggenggam satu tangan miliknya.
Sakit yang mendera seketika hilang, tangan nya terkulur mengelus puncak kepala Senja.
"Senja." Lirih Uncle Iko memanggil Senja agar terbangun dari tidur nya.
"Ah ya? Uncle sudah sadar? Maafin Senja yang membuat Uncle masuk rumah sakit, hiks... hiks... hiks... " Ucap Senja langsung sedih.
"Sudahlah honey! tak apa-apa, apa kau baik baik saja?" Tanya Uncle Iko.
"Ya uncle aku baik-baik saja, apa kau membutuhkan sesuatu sayang?" Ucap Senja.
"Tidak, kemari lah. Baiklah aku hanya ingin memelukmu." Ucap Uncle Iko. Dengan senang hati senja mendekat dan memeluk Uncle Iko.
๐ถ
"Halo? Cafe Mawar jam 10 pagi." Ucap Uncle Iko mematikan telfon miliknya.
Pagi itu, Uncle Iko sudah di perbolehkan melakukan aktivitas seperti biasanya, seperti biasa ia mengenakan pakaian rapi untuk meninjau perkembangan beberapa Toko Sembako milik keluarga Senja.
Acara pernikahan nya dengan Senja hanya tinggal 2 minggu lagi akan segera di laksanakan.
Tepat jam 10 pagi Uncle Iko sudah berada di dalam cafe mawar untuk bertemu dengan seseorang.
"Monica." Panggil Uncle Iko pada perempuan yang bernama Monica didepan nya itu.
"Ada apa kau mengajak ku untuk bertemu? " Tanya Monica menatap Iko.
"Hem, Aku sudah ingat semuanya tentang mu dan Gara." Lirih Uncle Iko memberikan fakta tersebut pada Monica.
"Benarkah? Aku senang mendengarnya. Ayo pulang, Gara pasti merindukan papanya." Ucap Monica berbinar dengan senang.
"Monica, Aku....
Mau makan dulu atuh! Laper ih! udah di cafe ini, main pulang aja.....
๐ถ๐ถ๐ถ
Yah, nanggung lagi ih๐ฉ๐
Cek dong yang bolak balik ngecek apakah author udah UP belum wkwkwkkw๐๐๐
Nah lo? Uncle Iko milih siapa ih?
Senja apa Monica istrinya.
Dukung Uncle Iko memilih Author aja ya, hahahaha relakan๐๐๐
__ADS_1