
"Senja! kau kenapa hujan-hujanan." Ucap Uncle Iko menghardik.
"Kenapa kau tak menghubungi Uncle untuk menjemput mu Senja!" Ucap Uncle Iko.
"Dingin." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Senja.
Uncle Iko menyadari, tak seharusnya ia bertanya tentang kenapa? ada apa? bagaimana? Senja bisa hujan-hujanan seperti ini terlebih dahulu.
Tanpa banyak kata, ia menggendong Senja ala bridal style menuju ke kamar milik Senja.
"Kau masih bisa ganti baju?" Tanya Uncle Iko lembut pada Senja yang masih memejamkan matanya.
Namun karena terlalu dingin dengan tubuh yang kian menggigil Senja tak menjawab apapun pertanyaan Uncle Iko, dia hanya diam dengan mata terpejam dan tubuh yang bergetar karena suhu dingin yang mendominasi tubuhnya
Arghhh.... Senja kau tau di rumah ini tak ada wanita lagi selain dirimu! bibi sudah pulang! kenapa kau menyusahkan Uncle mu ini Senja!
Kau membuat Uncle gila senja!
Erangan frustasi keluar dari mulut Uncle Iko.
Jika tidak mengganti pakaian keponakan nya sepanjang malam Senja akan menggigil kedinginan. Dan itu akan memperparah keadaan nya.
Argh! Persetan dengan semua nya! Maafkan Uncle yang harus mengganti pakaian mu dan melihat tubuh mu senja! Uncle tak punya pilihan lain. Gumam Uncle Iko dalam hatinya.
Dengan perlahan Uncle Iko membuka satu demi satu pakaian yang di kenakan oleh Senja! Cukup membuat naluri seorang laki-laki meronta-ronta.
__ADS_1
Dengan penuh penekanan pada diri nya, Uncle Iko mengganti semua pakaian Senja dengan baju piyama tidur yang nyaman untuk keponakan nya.
Akhirnya! Lirih dalam hati dengan tarikan nafas panjang saat ia telah mengganti semua pakaian milik Senja dengan perasaan lega.
Ia pun turun, untuk mengambil air hangat dan mengompres dahi Senja yang tubuhnya kian menggigil kedinginan.
Di letakan nya beberapa kali kompres itu di dahi Senja, namun panas nya masih belum turun, Hingga Senja bergumam "Dingin." Gerakan nya menarik apapun benda yang ada di sekitarnya untuk membuat dirinya hangat.
Namun tak ada benda yang bisa membuat ia hangat, ia terus bergumam dingin dalam mulutnya.
Hingga tangan Senja dan Uncle Iko tak sengaja bersentuhan saat Uncle Iko hendak mengganti kompres di dahi Senja.
"Hangat." Ditariknya tangan tersebut,
Dirasa masih kurang hangat Senja menarik lagi tangan tersebut lebih dalam, Hingga kini posisi Uncle Iko ikut berbaring di sebelah Senja mengikuti tarikan tangan yang di lakukan Senja.
Hap.
Dengan mata masih terpejam Senja memeluk Uncle Iko yang ada di sebelah nya dan bergumam. "Hangat." Ucap Senja.
Tak hanya berhenti pada memeluk Uncle Iko saja, Senja masih bergerak ke sana kemari mencari posisi nyaman nya.
Shit! Senja kau membuat Uncle gila! diam lah jangan bergerak ke sana kemari Senja. Gumam Uncle Iko.
Di lingkaran tangan Senja memeluk Uncle Iko, dengan satu ibu jari Uncle Iko berada dalam mulut Senja, Sungguh! Senja seperti bayi yang menyedot ibu jari Uncle Iko dalam tidurnya.
__ADS_1
Satu kaki nya pun tanpa sengaja menyentuh pusaka milik Uncle Iko.
Sungguh Uncle Iko harus mati-matian menahan hasrat dalam dirinya, dan mengapa adik kecilnya selalu bereaksi cepat walau hanya di sentuh oleh Senja.
Sampai terdengar deru nafas teratur dari Senja dan perlahan panas di badan Senja sudah berangsur turun dan membaik. Senja sudah menyelami alam mimpinya.
Lalu? Uncle Iko bagaimana? Tentu sangat frustasi dalam posisi seperti ini! Sore hari Uncle Iko menolak Senja! Namun malam harinya ia harus terpaksa tidur dengan Senja.
Bahagia di peluk tentu? Entah lah rasanya seperti? Tapi dengan posisi Senja seperti ini harus ada yang di tahan oleh Uncle Iko.
Hingga jam menunjukkan pukul 2 dini hari pagi! Uncle Iko baru bisa memejamkan matanya, sesekali ia harus mengecek suhu badan Senja dengan satu tangan tentunya!
Karena satu tangan nya! Hem, kalian tahulah bagaimana posisi Uncle Iko sekarang.
πΆπΆπΆ
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen
Untuk yang udah Vote Author makasih banget yaπππ
Sayang kalian deh.
__ADS_1