Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 51


__ADS_3

Meski berpisah, entahlah ada rasa sakit yang menjalar hari ini tanpa bisa di jelaskan antara Senja, Ya! Harusnya dia bahagia dengan acara pertunangan ini bukan? Tapi nyatanya ada rasa sakit yang menjalar namun tak mampu ia artikan.


"Arghh." Lengguh Uncle Iko memegang dadanya yang terasa berdenyut sakit. Kala ia tengah fokus dengan setumpuk dokumen pekerjaan nya.


"Ada apa?" Monolog dalam hatinya.


Cinta memang memiliki kehebatan luar biasa bukan? Saat keduanya tengah terpisah. Cinta sejati akan selalu bisa merasakan meski waktu dan jarak menjadi penghalang terbesar yang memisahkan keduanya.


🎶


"Siang tuan Iko! Ini berkas yang anda minta, Besok anda harus menghadiri peresmian cabang hotel yang ada di ibu kota." Ucap Doni menyerahkan berkas tersebut ke hadapan tuan Iko. Rasanya nama Iko begitu bermakna dalam hidupnya. Dan ya, Riko Dirgantara lebih senang jika kalian memanggilnya Iko bukan Riko.


"Apa tidak bisa di wakilkan? Rasanya aku tidak tega meninggalkan Gara." Lirih Uncle Iko bernegosiasi.


"Anda bisa mengajak tuan muda kecil, tuan Iko. Kebetulan acara peresmian nya bertepatan dengan hari libur sekolah Tuan Muda kecil." Ucap Doni memberikan informasi.


"Ah baiklah! Siap kan penerbangan ku!." Ucap Uncle Iko.


🎶


"Papa? Kau yakin mengajak Gara ke acara tersebut?" Ucap Gara saat keduanya sudah rapi, mereka hendak menghadiri acara peresmian hotel malam ini.


"Ya! Sudahlah ayo bersiap Gara." Ucap Papa Iko pada putranya.


Ah ini akan sangat membosankan! Lirih Gara.


"Papa!"


"Gara! Sudah ayo! Jangan membantah! Papa tak yakin meninggalkan mu di sini sendiri an, dan di dalam kau bisa berbicara dengan Uncle Doni."


"Ayolah Papa, Aku sudah dewasa.


"Gara! Tak ada bantahan! Ayo!"


Dengan segala keterpaksaan dan paksaan Papa nya, Gara akhirnya memilih ikut hadir dalam acara peresmian hotel yang tersebut.


"Selamat datang taun Iko, Selamat datang tuan muda." Ucap beberapa rekan bisnis Iko yang sudah hadir di acara peresmian tersebut dengan menjabat tangan keduanya saat memasuki hotel.


Acara berlangsung dengan lancar sesuai dengan apa yang tengah di prediksi, Taun Iko memberikan beberapa sambutan nya, Jika para rekan bisnis akan bertepuk tangan dan menjilat lidah mereka agar terlihat baik dalam segala hal bisnis untuk bisa bekerjasama dengan perusahaan milik sang papa.


Beda halnya dengan Gara, ia menatap bosan pidato yang papanya berikan di depan. Bagaimana mungkin bocah seusianya harus menghadiri acara yang di peruntukan untuk pria dewasa ah bahkan sudah bapak-bapak, begitu pola pikir Gara.


Kakinya melangkah keluar untuk mencari udara segar dan berkeliling di sekitar hotel tersebut.


"Tuan muda anda mau kemana?" Ucap Doni tangan kanan Tuan Iko.

__ADS_1


"Paman aku hanya ingin mencari udara segar! Aku tak akan jauh! Kau tetap di dalam menemani Papa.


"Tapi Tuan Muda?"


"Sudah tak apa! Aku sudah menghidupkan GPS di ponselku! Kau bisa melacak keberadaan ku Paman." Ucap Gara tersenyum.


"Baiklah Tuan muda! Jangan jauh-jauh dan hati-hati."


"Tentu Paman."


🎶


Kaki kecilnya menapaki setiap sudut pelataran hotel milik Papanya, Ah sangat indah. Ia terus melangkah tanpa sadar, ia sudah berada di luar area hotel itu,


"Awas!!!" Ucap seorang gadis manarik tangan Gara.


"Kau tak apa-apa?" Tanyanya.


"Tidak tante! Terimakasih." Ucap Gara tersenyum.


"Ya lain kali kau harus hati-hati! Dimana kedua orang tua mu? Kenapa kau sendiri an?" Tanya Senja pada Gara,


Orang itu adalah Senja, Ia menyelamatkan Gara saat bocah kecil itu hampir di serempet oleh Mobil. Maklum saja! Gara terlalu asyik melihat ke sana kemari sehingga ia tak memperhatikan jika ada mobil yang melaju di depan nya.


"Ada didalam tante!" Ucap Gara menunjuk hotel dengan tangan mungilnya.


"Duduklah di bangku taman ini." Ucap Senja berlalu pergi, tak lama ia membawa dua bungkus es cream di tangannya.


"Ini! Makan lah." Ucap Senja menyerahkan es cream itu pada Gara, namun bocah kecil itu tak langsung mengambilnya.


"Sudah aku tak akan berbuat jahat padamu! Apalagi meracuni mu! Kau terlalu tampan untuk aku siksa." Celoteh Senja pada Gara.


"Tapi..... " Ucap Gara ragu dengan apa yang dikatakan Senja.


"Sudah, aku telfon dulu orang tuamu! Bilang kau ada disini dengan ku! Biar mereka yang menjemput mu kesini." Ucap Senja mempersilahkan Gara untuk mengubungi kedua orang tuanya.


"Baiklah. Terimakasih tante." Ucap Gara tersenyum meraih es cream itu.


"Hah? Kenapa kau tak didalam dengan orang tuamu saja?" Tanya senja memulai obrolan keduanya.


"Acara nya terlalu membosankan untukku tante! Tak pas jika bocah seusiaku menghadiri acara tersebut. Dan papaku memaksa untuk aku ikut dengannya." Ucap Gara dengan ekspresi kesalnya.


"Hahahaha, kau jujur sekali anak tampan!" Kekeh Senja dengan tersenyum.


"Ini serius tante! Aku tak bercanda!" Ucap Gara menatap galak ke arah Senja yang tengah menertawakan nya.

__ADS_1


"Hahaha, iya tante mengerti. Acara itu memang tak cocok untukmu! Tapi berjalan sendiri di malam hari juga tak baik untukmu bocah kecil." Ucap Senja tersenyum jahil.


"Tante! aku sudah besar kenapa kau sama seperti papaku! Menganggap ku kecil!" Ucap Gara tak Terima.


"Kau pemarah ternyata." Kekeh Senja.


"Oh ya! Kalau boleh tau nama kamu siapa?" Tanya Senja.


"Gara tante!"


"Gara! Dengarkan tante! Papa mu pasti tak tega meninggalkan mu sendirian makanya dia membawamu kesini bersamanya. Dia sebenarnya terlalu sayang padamu! Begitu caranya menjagamu! Tahukah kamu? Bahkan di luar sana masih banyak orang tua yang tidak memperdulikan anaknya bahkan meninggalkan nya sendiri an."


"Kau yakin tante?" Tanya Gara ragu.


"Ya! banyak anak yang kurang beruntung di luar sana! mereka harus menghidupi dirinya sendiri untuk bertahan hidup Dengan mengamen, menjual koran, minum dan masih banyak lagi."


"Jadi! Kau tak boleh menyusahkan papamu! karena jika kau keluar di sekitar sini sendiri jika terjadi apa-apa padamu! Pasti papa mu akan menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menjagamu. Meski acara didalam sangat membosankan, tapi kau tak boleh pergi sendiri an. Apa kau mengerti?" Ucap Senja memberikan pengertian pada Gara.


"Gara mengerti tante! Terimakasih telah menolong Gara tadi! Ke depan nya gara tak akan lagi menyusahkan papa."


"Anak pintar."


"Oh ya! Tante namanya siapa?"


"Tante namanya Se.... "


"Tuan muda! Anda disini? saya mencari anda kemana-mana." Ucap Doni yang baru saja tiba.


"Ah selamat malam Pak." Ucap Senja tersenyum kearah Doni.


"Dia bukan papa ku tante!" Ucap Gara.


"Tuan muda! Segera masuk! bukankah Papa anda sudah berpesan jangan berbicara dengan orang yang tak dikenal tuan muda.


"Tapi Uncle!"


"Sudah tuan muda! Ayo segera masuk! Papa anda menunggu didalam."


"Gara, segera masuk! Jangan membuat Uncle mu di marahi papa mu oke? Jadi anak baik ya?" Ucap Senja mengakhiri perdebatan itu.


🎶


Happy Reading guys!


Untuk yang tanya! Kapan Uncle Iko dan Senja ketemu, bentar ya.

__ADS_1


Author baru merundingkan nya dengan Senja dan Uncle Iko, wkwkkwk😋😋😋


__ADS_2