
Clek!
Pintu tertutup dengan sempurna.
"Ada apa kau kesini Senja! Bukan kah kau harusnya berada di rumah sakit untuk bekerja." Ucap Uncle Iko membelakangi Senja.
"Aku merindukan mu sayang." Ucap Senja memeluk Uncle Iko dari belakang, suaranya begitu lembut berbisik di telinga Uncle Iko.
"Senja tak baik jika kau seperti ini, kau sudah memiliki Angga sebagai tunangan dan sebentar lagi kalian akan menikah." Ucap Uncle Iko melepas pelukan dari Senja dan berjalan menjauhinya.
Liat saja! Setelah uncle tau, Bahwa aku dan Angga sudah bukan sepasang kekasih yang sudah bertunangan! Jangan mencoba memelukku Uncle! Gumam Senja dalam hatinya.
"Ah baiklah, Maafkan saya tuan Iko, saya terlalu lancang memeluk anda!"
"Sudahlah! Ada apa kau kemari!"
"Ingin melaporkan mu atas tindak pidana!"
"Apa! Apa yang telah ku lakukan!" Ucap Uncle Iko kaget.
"Huh, tindakan mu beberapa hari yang lalu sangat tidak patut untuk di contoh bukan? Memasuki ruang kerjaku tanpa mengetuk dan pergi begitu saja tanpa mendengarkan semuanya dengan jelas."
"Ah kau tau tuan Iko! Informasi yang hanya setengah saja yang kau dapatkan itu, dapat menimbulkan sebuah kesimpulan yang tidak sesuai dengan kenyataan." Tutur Senja panjang lebar.
"Sudah! Jangan mengajak ku berdebat Uncle mu ini Senja! Kau memang keponakan yang nakal."
"Sangat nakal! Ya bahkan sampai mencintai paman nya sendiri!" Ucap Senja sombong.
"Sudah! Apa mau mu Senja! Katakan!" Ucap Uncle Iko begitu tegas.
"Kau sensitif sekali agaknya tuan Iko! Dan saya jelaskan. Aku bukan keponakan mu, aku tunangan dokter Angga! Begitu bukan yang kau simpulkan?"
"Lalu! Apa mau mu!" Ucap Uncle Iko begitu ketus, hatinya begitu sakit mendengar pernyataan Senja adalah kekasih orang lain, dan bukan menjadi miliknya.
"Hem, Aku hanya ingin memberitahu mu Tuan Iko! Bahwa aku dan dokter Angga sudah bukan menjadi sepasang tunangan lagi! Kami memutuskan untuk mengakhiri semuanya, karena pada dasarnya cinta tak bisa di paksakan? Bukan begitu?" Ucap Senja menjelaskan menatap Uncle Iko yang masih berdiri tanpa melihat ke arahnya.
"Dan kau tau tuan Iko! 4 tahun yang lalu aku melepaskan seseorang yang aku sayangi demi keluarganya, setelah itu aku dipaksa Ayahku melupakan nya dengan cara melanjutkan studi ku di Singapura."
"Setelah aku kembali ke Indonesia, aku di pertemukan dengan dia kembali! Paman ku terlalu jahat Tuan Iko! Perlu kau ketahui aku sudah berusaha melupakan nya dan mencintai Angga, tapi hati ku menolak untuk lupa pada paman ku! Aku terkadang heran akan tubuhku yang tak memihak diriku sendiri! Cinta terlalu jahat berlaku padaku!"
"Dan saat aku ingin memperjuangkan cintaku kembali padanya, dia seolah tak peduli bahkan tidak menginginkan aku lagi."
"Senja.... Uncle... " Ucap Uncle Iko terbata.
__ADS_1
"Shut! Diam lah tuan Iko aku belum menyelesaikan perkataan ku!"
"Baiklah." Ucap Uncle Iko tertunduk pasrah.
"Hah! Mungkin perjalanan cintaku harus menelan pil pahit untuk kesekian kalinya. Dan kedatangan ku kesini! Hanya menjelaskan bahwa Aku bukan lagi tunangan dokter Angga! Agar informasi yang Anda dapat tak menimbulkan kesimpulan lain di kemudian harinya."
"Ke depan nya aku tak akan lagi memperjuangkan paman ku tuan Iko! Mungkin aku akan lebih memilih mencintai pria yang masih muda saja! Agar tak menelan kepahitan lagi."
"Dan maaf jika saya menganggu anda tuan Iko! Saya permisi!" Ucap Senja beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.
Hap
"Kau tak boleh mencintai pria yang lain. honey! Aku masih mencintai mu! Dan kau milikku!" Cegah Uncle Iko saat Senja sudah berdiri.
"Saya mohon lepaskan saya tuan Iko! Tak baik bukan jika anda memeluk tunangan orang lain."
"Tidak! Aku tak akan membiarkan mu pergi! Bahkan mengambil keputusan tanpa izin ku! Kau milikku! Aku ingin egois kali ini terhadapmu! Memperjuangkan mu dan semua cintamu!" Ucap Uncle Iko terus mendekap Senja dengan begitu eratnya.
"Kau tau! Setelah aku menghargai keputusan mu untuk menyuruh ku kembali kepada keluargaku! Bayang-bayang mu selalu menghantuiku honey! Aku tak bisa lagi mencintai wanita lain bahkan hanya sekedar menatapnya! Pengaruh mu begitu besar dalam hidupku honey!"
"Setelah perceraian ku dengan Monica, selama dua tahun aku mencari mu ke sana kemari! Kau membuatku gila dan frustasi saat aku tak bisa menemukan mu lagi! Tapi setelah aku menemukan mu. kau malah sudah menjadi tunangan orang lain. Kau jahat padaku honey!" Ucap Uncle Iko begitu lirih, dekapannya masih kuat dan sangat kuat.
"Bukan aku tak peduli dengan mu kemarin, melihat mu dalam pelukan laki-laki lain membuat ku ingin marah bahkan ingin sekali memukul Angga saat itu juga! Tapi aku sadar! Aku bukan siapa-siapa bagimu saat itu!"
"Hiks... Hiks... Hiks... "
"Uncle!" Ucap Senja terbata, perlahan Uncle Iko merenggangkan pelukan nya, membalik kan badan Senja menghadap dirinya. Dengan penuh sayang di usap lembut air mata yang berlinang membasahi pipi Senja.
"Jangan menangis lagi! aku tak suka melihat mu bersedih honey!" Ucap Uncle Iko m
sesekali mencium wajah Senja yang berlinang air mata.
"Uncle.... Senja cinta Uncle." Ucap Senja mendekap lagi kedalam pelukan Uncle Iko, kepalanya mendusel di dada bidang Uncle Iko menumpahkan semua kesedihan dalam dirinya serta semua kerinduan yang ada.
πΆ
"Uncle!" Ucap Senja menggenggam erat tangan Uncle Iko saat itu.
"Sudahlah honey! Kau percaya padaku bukan?" Ucap Uncle Iko menenangkan Senja.
"Tapi aku belum menerima mu kembali bukan?" Goda Senja menaik turunkan alisnya.
"Kau harus mau! Aku tidak pernah mau menerima penolakan lagi dari mu! Atau membuatmu berfikir!"
__ADS_1
"Sungguh pemaksa!" Dengus Senja.
"Hanya padamu aku seperti ini!" Ucap Uncle Iko.
"Baiklah-baiklah! Tapi aku ingin lamaran romantis darimu Uncle!" Lirih Senja dengan mata berkaca-kaca.
"Kau akan mendapatkan nya setelah kita menemui Ayah dan Bunda mu hari ini dan mendapatkan restu darinya."
"Tapi Uncle!"
"Sudah! Ayo masuk!" Ucap Uncle Iko menuntun Senja untuk segera turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumahnya.
Kini setelah drama 4 tahun pengorbanan, rindu! Melepaskan. Cukup melelahkan. Dan akhirnya nya kata manis menghampiri keduanya, seolah tak mau menunggu lebih lama lagi! Hari ini setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya Uncle Iko langsung menemui kedua orang tua Senja untuk meminta restu guna meminang putri cantiknya.
Umurnya sudah cukup dewasa untuk menikah! Bahkan sangat matang dan pas bukan?
"Takut." Lirih Senja.
Cup
Cup
Cup
"Kau percaya padaku bukan?" Tanya Uncle Iko lagi.
"Ya Uncle! Selalu percaya padamu." Ucap Senja tersenyum.
πΆ
Happy Reading guys,
Maafin telat UP, tadi habis bersih-bersih kamar, masak dulu wkwkwk. Jadi sore hari baru selesai semuanya. dan baru bisa UP sekarang.
Harap Maklum yaβ€β€β€
Kira-kira setuju gak nih orang tua Senja? ππ
Hayoloh... Tebak yok tebakππ
Ini tante Monica kemana ya? Diam-diam bae?
Author jadi kangen, π Pengen panggil lagi buat kesiniππ Wkwkwkw....
__ADS_1