
"Aku antar kan pulang." Ucap Angga.
"Apa kau memberikan aku pilihan menolak?" Tanya Senja dengan sinis.
"Tidak! Ini perintah." Ucap Angga cepat.
"Sudah kuduga!" Ucap Senja mendengus kesal melihat kearah Angga.
"Hahahaha... Oke pacar." Ucap Angga tersenyum.
"Jangan memanggilku seperti itu! Menggelikan!" Ucap Senja sinis.
"Tidak! Ah kau mau aku memanggil mu dengan sebutan apa? Sayang? Cintaku?" Ucap Angga tersenyum menaik turunkan alisnya.
"Menjijikan!" Ucap Senja sinis.
"Hahaha, kau sungguh menggemaskan Honey." Ucap Angga tak tau diri.
"Diam atau ku sumpal mulut mu dengan sepatu ku." Ucap Senja.
"Sumpal dengan mulut mu itu pilihan yang tepat." Ucap Angga.
"Kau terlalu pede bung dan Bugh." Ucap senja sambil menggeplak lengan milik Angga dengan tas yang ada di genggaman nya.
"Kau menyakiti ku honey." Ucap Angga dengan wajah memelas.
"Stop! Jika kalian terus saja bertengkar! Kapan kita akan pulang." Dengus Nina yang jenggah mendengar perdebatan di antara kedua orang tersebut.
"Dia yang mulai." Ucap Keduanya dengan cepat bersamaan.
"Nina, lebih baik kita pulang terlebih dahulu. Jika kau menunggu mereka itu sama seperti menunggu kucing bertelur." Ucap Jodi menimpali.
"Hey! kau sebenarnya teman siapa? kenapa tak membelaku." Ucap Angga kesal pada Jodi.
"Sudahlah, kita pamit." Ucap Jodi cepat menarik tangan Nina untuk segera pulang.
"Kau lihat! Itu semua karena mu!" Ucap Angga sinis.
"Andai kau mau menurut kepadaku! Dan tak membangkang." Ucap Angga.
"Hey! jangan menyalahkan ku! kau mulai duluan." Ucap Senja sengit.
Angga lalu mendekat ke arah Senja, mengikis jarak di antar keduanya hingga bibir mereka hampir bersentuhan. "Diam atau ku cium." Ucap Angga. Dengan cepat Senja menganggukkan kepalanya.
"Mesum." Teriak Senja berlari kearah motor milik Angga.
Setelah perdebatan unfaedah itu kedua nya pun bergegas pulang. Motor yang di kendarai Angga melaju menuju kearah rumah milik Senja, tapi tunggu dulu! kenapa motor Angga tiba-tiba berhenti di warung makan pinggiran.
"Kau bilang ingin mengantarkan ku pulang? Kenapa berhenti disini?" Tanya Senja saat mesin motor itu sudah mati.
"Aku lapar jadi kita makan dulu." Ucap Angga santai.
"Apa! Aku tidak mau! Aku tidak lapar." Ucap Senja cepat.
"Kau tidak lapar?"
Kruk
Kruk
Kruk
"Perut mu tak bisa bohong Senja! Ayo masuk makan! Setelah ini akan aku antar pulang! Aku tidak mau kau pingsan di jalan karena kelaparan." Ucap Angga.
"Tapi?" Ucap Senja.
"Apa kau tidak mau makan di warung pinggir jalan seperti ini?" Tanya Angga.
"Ah tidak! Ayo!" Ucap Senja dengan tak sengaja menggandeng Angga masuk kedalam.
Keduanya pun duduk berhadapan menikmati semangkuk bakso yang menggugah selera.
"Kau tak perlu terburu-buru Senja, tak ada yang meminta makan mu! Jika kau mau kau boleh menambah lagi." Ucap Angga menatap Senja yang saat ini terlihat sangat lahap memakan.
Uhuk
__ADS_1
Uhuk
Uhuk
"Ini minum." Ucap Angga menyodorkan minum kepada Senja, tanpa berdebat Senja segera meminum yang di sodorkan oleh Angga.
Seusai makan, Angga mengantarkan Senja sampai ke depan rumahnya, Untung saja jam baru saja menunjukkan pukul 8 malam, kedua orang tua Senja pasti sudah ada dikamar mereka.
"Terimakasih." Ucap Senja bergegas pergi.
"Tentu Honey." Jawab Angga berteriak karena Senja sudah berlari pergi meninggalkan Angga untuk masuk kedalam rumah.
Clek! Dibuka dan ditutupnya dengan perlahan pintu utama rumah milik Senja.
"Siapa tadi!" Ucap Uncle Iko tiba-tiba yang berkacak pinggang menatap Senja yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Astaga Uncle! Kau mengejutkan ku." Ucap Senja dengan mengelus bagian dadanya.
"Siapa tadi pria yang mengantarkan mu pulang selarut ini Senja." Ucap Uncle Iko masih dengan nada mengancam menuntut Senja untuk segera menjawab pertanyaan darinya.
"Hanya teman ku Uncle." Ucap Senja jujur.
"Teman? memanggilmu honey?" Ucap Uncle Iko menyelidik.
Perlahan kaki Senja melangkah mendekat kearah Uncle Iko, kini Senja sudah ada di hadapan Uncle Iko.
Dekat,
Semakin mendekat.
Dan berbisik "Apakah Uncle Cemburu?" Tanya nya dengan alis naik turun.
"Apa! Ah tidak tidak." Ucap Uncle Iko terus gugup.
"Kenapa Uncle gugup?" Tanya Senja tersenyum evil.
Jauhkan wajahmu dari Uncle Senja! Jika kau seperti ini! Kau membuat jantung Uncle bekerja lebih cepat! Ah sial! Kenapa aku gugup sekali jika di tatap olehnya. Gumam Uncle Iko.
"Jika Uncle sudah mencintai ku, katakan saja Uncle jangan malu. Aku juga masih mencintai mu." Ucap senja menatap manik mata hitam milik Uncle Iko.
"Aish, Kenapa kau selalu menggunakan alibi status keponakan dan Uncle di antara kita Uncle Iko." Jawab Senja dengan tegas dan tajam.
"Karena itu faktanya Senja." Ucap Uncle Iko.
Cup
di cium nya sekilas pipi Uncle Iko, lalu segera menarik wajahnya dan beranjak pergi sebelum Uncle Iko mengeluarkan kalimat memekakkan telinga.
"Uncle! Ada apa dengan wajahmu! Kenapa berubah warna menjadi merah tomat." Ucap Senja yang berada di tengah tangga menuju kearah Kamarnya.
"Hahaha... " Tawanya menggelegar memenuhi ruangan rumah itu, dan Senja berlalu pergi menuju kamarnya. membersihkan dirinya serta beristirahat. Hari ini cukup menyenangkan dan juga melelahkan untuk dirinya.
...🌺🌺🌺...
Waktu memang masih menunjukkan pukul 8 pagi, tapi seorang pemuda bernama Angga sudah berada didepan rumah Senja dengan pakaian casual nya.
Tok
Tok
Tok
"Mencari siapa ya!" Tanya Bunda Nur yang membukkan pintu.
"Senja nya ada tante?" Tanya Angga dengan sopan.
"Teman Senja?" Ucap Bunda Nur mengulangi lagi.
"Ah iya tante, perkenalkan nama saya Angga." Jawab Angga dengan sopan mengulurkan tangan nya kearah Bunda Nur.
Dengan tersenyum Bunda Nur membalas uluran tangan dari Angga.
"Ayo masuk. Silahkan duduk dulu nak." Ucap Bunda Nur mempersilahkan Angga masuk dan duduk di ruang tamu rumah itu.
"Terimakasih tante." Ucap Angga mendudukkan dirinya dengan sopan.
__ADS_1
"Sebentar Bunda panggilan dulu Senjanya." Ucap Bunda Nur pamit berlalu pergi.
"Bibi, didepan ada tamu untuk Senja buatkan minum dan hidangkan cemilan ya." Titah Bunda Nur kepada Bibi yang ada di dapur.
"Baik Bu." Jawab Bibi dengan sopan.
Tok
Tok
Tok
"Senja. bangun." Ucap Bunda Nur berteriak.
"Senja."
"Senja." Ucap Bunda Nur lagi.
Clek!
"Bunda ini masih pagi! kenapa harus membangunkan ku sepagi ini." Ucap Senja masih dengan mode mengucek matanya.
"Dibawah ada yang mencari mu Senja." Ucap Bunda Nur.
"Siapa Bunda?" Tanya nya pada Bunda.
"Ah, siapa ya? Bunda lupa! Kau segera temui di bawah." Ucap Bunda Nur memerintah.
Dengan sangat terpaksa Senja ke bawah melihat siapa seseorang yang sudah bertamu di rumahnya sepagi ini. Jika tak penting! Senja akan mengumpatinya dengan segala ceramah cacian.
Bisa-bisanya menganggu istirahat nya di hari libur seperti ini.
Tap
Tap
Tap
"Elu! Ngapain ke rumah gue pagi-pagi Astaga!" Ucap Senja berkecak pinggang saat melihat Angga tak tau dirinya bertamu sepagi ini.
Jangan lupakan tampang tak berdosa nya saat mendengar ocehan Senja, Ia asyik dengan minuman dan cemilan yang ada dihadapan nya.
"Pulang sekarang!" Ucap Senja.
"Tidak! Aku ingin mengajak mu pergi jalan-jalan." Ucap Angga santai.
"Aku tidak mau!" Ucap Senja.
"Tak apa, jika kau tak mau aku bisa bermain di rumah mu sampai malam hari nanti." Ucap Angga tak merasa bersalah.
"Astaga kau selalu menjengkelkan Angga!" Ucap Senja frustasi.
"Tunggu sebentar. Aku akan bersiap." Ucap Senja Pasrah.
"Oke, aku tunggu honey." Ucap Angga.
Lebih baik menurut saja, setidaknya sebelum sore hari, Senja bisa merenggek dengan pemuda sialan itu untuk segera pulang. Dari pada disini ia akan melihat pemuda itu sampai malam hari. Dan itu akan lebih menjengkelkan.
"Siapa itu Senja." Ucap Uncle Iko bertanya, saat Senja ingin beranjak pergi ke kamar.
Shit! Kenapa Uncle muncul di saat yang tidak tepat seperti ini. Gumam Senja memijat pelipisnya.
🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote Author berterima kasih banyak ya.
Udah Up 2 Bab panjang loh ini, menurut Author.
Harus gimana berterimakasih nya😂 Hehehee... Minimal ga pelit Jempol Author udah seneng kok❤🤗
Gimana reaksi Uncle Iko? 😂
__ADS_1