Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 4


__ADS_3

Semua berjalan seperti biasa, tak ada yang berubah di antara mereka semua.


Hari ini merupakan hari minggu, bagi siswa seperti Senja hari ini waktu nya ia menjadi panda seharian.


Tertidur dan hanya rebahan. πŸ˜‚ (sama nih kayak authorπŸ˜‚)


Tok


Tok


Tok


"Senja bangun." Ucap Bunda Nur membangunkan Senja yang masih bergumul selimut.


Namun si empu yang di panggil tak kunjung keluar.


"Sudahlah Bunda, biarkan saja." Ucap sang Ayah Fandy.


"Ayah Ma, begitu." Ucap Bunda Nur berkacak pinggang.


Ya, Sang Ayah sudah tau kebiasaan anak gadis satu-satunya itu, bahkan kesayangan nya. Jika hari bernama Minggu sudah tiba! jangan lupakan anaknya akan menjadi Panda.


Bunda Nur, Ayah Fandy dan Uncle Iko kini sudah berada di meja makan untuk melaksanakan sarapan pagi nya.


"Senja masih tidur ya kak?" Ucap Iko bertanya pada kedua pasangan suami istri.


"Hem, itu pasti!" Ucap Bunda Nur cemberut.


"Hahaha... sudah biarkan saja dia istirahat." Ucap Iko.


"Kau selalu membelanya Iko! Sama seperti Ayah kandungnya." Ucap Bunda Nur menatap Iko.


Kedua laki-laki dewasa itu, hanya tersenyum simpul.


"Oh ya Iko, Kakak ada keperluan yang harus di beli dengan Kak Fandy, kau di rumah ya menjaga Senja sampai terbangun." Ucap Bunda Nur.


"Biarkan Iko saja yang pergi." Ucap Iko menawarkan diri.


"Tidak usah, kami juga sekalian ingin menghabiskan waktu berdua benar kan bunda?" Ucap Kak Fandy menggoda istrinya.


"Aish ayah ini, malu sama Iko." Ucap Bunda Nur dengan wajah memerah seperti tomat.


"Tak apa kak, ya sudah aku akan di rumah menjaga Senja." Ucap Iko menengahi keduanya.


Ayah Fandy dan Bunda Nur kemudian pergi berdua, keduanya membeli beberapa barang untuk di pasok di Toko Sembako nya sekalian dengan kebutuhan di rumah.

__ADS_1


Sekarang Toko sembako itu, sudah ada beberapa karyawan yang bekerja, Ayah Fandy hanya datang untuk memantau Toko dan melihat perkembangan penjualan.


πŸƒ


Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang namun sang putri cantik bernama Senja Aulia Husna masih tak menampakkan dirinya. karena Iko bosan, ia memutuskan untuk berolahraga di sekitar rumah. Di taman depan tepatnya.


Hoam


Hoam


Hoam


Perlahan kedua mata indah milik Senja terbuka, jam menunjukkan pukul 11 Siang,


Sang putri tidur terganggu di karenakan pasukan cacing di perutnya yang sudah berjoget ria meminta hak nya untuk di isi.


Dengan mencepol asal rambutnya perlahan kakinya turun ke bawah untuk mencari makanan.


"Uncle?" Gumam Senja saat tak sengaja melihat sangat Uncle Iko tengah berolahraga di taman depan.


Keringat mengucur di wajah tampan nya, jangan lupakan celana pendek dan sangat Uncle tak memakai baju saat olahraga hari ini


Dada bidang, perut kotak-kotak tercetak jelas di bagian tubuh Uncle Iko.


Sejenak Senja memandang, Aish bukan memandang tapi terpaku pada Uncle Iko.


Tak pernah Senja melihat laki-laki dewasa bertelanjang dada didepan nya.


Baru pertama kali ini melihat Uncle Iko, yang sangat mengotori mata nya, tapi? sayang untuk di lewatkan pemandangan indah. Ciptaan Tuhan yang sangat sempurna didepan matanya.


"Senja sudah bangun?" Ucap Uncle Iko menegur senja.


"Senja?" Ucap Uncle Iko lagi.


"Ah iya Uncle!" Ucap Senja terbata.


Uncle, jangan seperti ini pakai bajumu yang benar! kenapa aku baru sadar jika Uncle sangat tampan sekali. lirih Senja dalam hatinya.


Melihat Uncle Iko mengelap keringat yang keluar dari tubuhnya dengan handuk kecil.


"Kau ingin makan?" Tanya Uncle Iko pada keponakannya itu.


"Ah iya Uncle! cacing di perutku, sudah meminta untuk di isi." Ucap Senja mengelus perutnya.


"Baiklah, Uncle akan panas kan dahulu sarapan nya." Ucap Sang Uncle Iko.

__ADS_1


"Ah Uncle tak usah. Uncle mandi saja." Ucap Senja menolak.


"Kau yakin?" Tanya Uncle Iko.


"Tentu Uncle, aku sudah dewasa." Ucap Senja pede.


"Ah iya! Keponakan Uncle sudah besar ya." Ucap Uncle mengacak rambut milik senja.


"Uncle!!!" Ucap Senja dengan wajah cemberut.


"Hahahaha... Baiklah Uncle mandi dulu ya." Pamit Uncle Iko pada Senja berlalu pergi.


"Oh tentu Uncle." Ucap Senja tersenyum.


Duh, jantung gue😫 lirih senja pelan dalam hatinya memegang dadanya.


πŸƒ


Seusai sarapan Senja mendudukkan dirinya di kursi ruang keluarga, untuk menonton televisi dengan cemilan di pangkuan nya.


"Uncle." Ucap Senja memanggil Uncle Iko


Uncle Iko pun menjawab dengan melangkahkan kakinya lebar ke arah Senja.


Astaga Uncle! kenapa ketampanan mu bertambah setelah kau mandi. Lirih senja dalam hatinya.


"Ya Senja, ada apa?" Tanya Uncle Iko.


"Ahhh ituuu Ayah sama Bunda kemana?" Ucap Senja dengan terbata.


"Mereka berdua pergi katanya ada urusan." Ucap Uncle Iko menjelaskan.


Duh wanginya, astaga Uncle pengen peluk rasanya. nyaman banget wanginya. Gumam Senja dalam hatinya saat Uncle Iko mendudukkan dirinya disebelah Senja.


"Oh..." Jawab Senja Acuh.


🎢🎢🎢🎢


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa Like, Komen dan Vote.


Sayang kalian pembaca setia kuπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Uncle Iko yang lagi nyenderan habis Olahraga.

__ADS_1



__ADS_2