Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 44


__ADS_3

"Hem, Aku sudah ingat semuanya tentang mu dan Gara." Lirih Uncle Iko memberikan fakta tersebut pada Monica.


"Benarkah? Aku senang mendengarnya. Ayo pulang, Gara pasti merindukan papanya." Ucap Monica berbinar dengan senang.


"Monica, Aku tak bisa pulang dan melanjutkan pernikahan kita." Ucap Uncle Iko begitu lirih.


"Apa? Kenapa?" Tanya Monica yang tampak kaget mendengar apa yang Iko ucapkan.


"Maaf hati dan cintaku tak lagi menjadi milikmu." Ucap Iko dengan tertunduk.


"Perihal Gara, kau tak perlu khawatir biarkan Gara tinggal bersamaku. Aku akan menjaganya, tapi untuk melanjutkan rumah tangga dengan mu maaf aku tak bisa." Ucap Uncle Iko dengan terbata.


"Kau egois! kau berniat menceraikan ku tapi kau mengambil Gara dariku!" Ucap Monica dengan emosi yang menggebu.


"Katakan aku egois Monica, tapi aku tak bisa melanjutkan pernikahan dengan mu. Mari kita akhiri semua ini dengan baik-baik. Kita masih bisa menjadi teman atau sahabat bukan?" Ucap Iko mencoba bernegosiasi dengan Monica.


"Aku tak terima keputusan mu! Aku istrimu yang sah secara agama dan negara, aku tidak mau menjadi teman mu!" Ucap Monica dengan tegas, tatapan nya tajam kilatan amarah terpancar jelas dari sorot matanya.


"Tapi aku sudah tak mencintaimu. Aku mencintai wanita lain." Jujur Iko pada istrinya.


"Apa? Kita sudah berumah tangga selama 10 tahun dan aku mengabdikan diriku menjadi istri yang terbaik bagimu. Tapi kau mengecewakan ku." Ucap Monica menahan amarahnya.


Pyar! Pyar! Pyar!


Dengan kasar Monica menjatuhkan dua gelas air minum keduanya, tampak beberapa pengunjung melihat ke arah keduanya saat ini.


"Jaga sikapmu! dan Maafkan aku Monica mungkin beginilah takdir Tuhan untuk kita berdua." Ucap Uncle Iko berdiri dan pergi meninggalkan Monica yang masih didalam cafe.


Aku memang egois! aku memang jahat Monica tapi aku mencintai Senja, lebih dari diriku! Tuhan yang memberikan rasa sebesar ini padaku! Apa cinta ini salah melabuhkan hati Monica? Jika salah kenapa Tuhan memberikan rasa ini untuk ku miliki. Lirih Uncle Iko meratapi perkawinan nya yang sudah 10 tahun ia bina akan sia-sia dan berujung perceraian.


Kau jahat padaku Riko! Kau jahat! Aku sudah berusaha menjadi baik dan menjadi apa yang kau inginkan! Tapi kau tega meninggalkan ku Riko! Aku tak terima ini semua! Siapa wanita itu! Aku akan cari tau dan akan ku beritahu segalanya tentang mu! Lirih Monica menyeka air matanya dengan kasar dan pergi meninggalkan Cafe tersebut.

__ADS_1


🎶


"Halo ma? Mama Dimana? sudah seminggu lebih mama tak pulang." Ucap Gara memulai telfon dengan sang Mama.


"Maaf Gara, Mama tak bisa pulang dalam waktu dekat. Masih banyak urusan yang harus Mama selesaikan. Sudah dulu ya. Kita sambung nanti." Ucap Mama Monica mematikan telfon nya.


"Aden?" Ucap Bibi Sumi.


"Iya bibi." Ucap Gara dengan dingin pada sang bibi, tatapan mata kecilnya begitu nanar melihat handphone yang ada di tangan kecilnya.


Gara merindukan Mama, sangat merindukan Mama. Lirih Gara


"Sudah malam, aden tidak tidur?"


"Apa aden butuh sesuatu." Ucap Bibi Sumi saat melihat Gara duduk di ruang keluarga sendirian.


"Tidak bi, terimakasih. Gara akan segera tidur." Ucap Gara berlalu pergi.


🎶


Seperti seorang pedofil. Ucap Monica tersenyum remeh.


"Saya mencari tuan Niko? Apa tuan Niko ada?" Tanya Monica pada salah satu pegawai nya.


"Apa ibu sudah membuat janji dengan tuan Niko?" Ucap pegawai tersebut dengan ramah.


"Katakan padanya Monica meminta bertemu." Ucap Monica dengan ramah.


"Baik bu." Ucap Pegawai tersebut langsung menelfon Tuan Niko.


"Baik tuan." Ucap Pegawai menutup telfon nya.

__ADS_1


"Ibu silahkan masuk ke ruangan tuan Niko, ruangan nya ada di sana." Ucap Pegawai tersebut pada salah satu ruangan.


🎶


"Ada apa kau kemari Monica? Bukankah sudah ku katakan aku tak ingin lagi berurusan dengan mu!" Ucap Uncle Iko dengan nada dingin.


"Senja, Senja, Senja. usianya masih 18 tahun bukan? dan kau mau menikahi nya. Apa kau tak memikirkan bahwa kau akan di cap sebagai seorang pedofil Riko? eh Bukan tapi tuan Niko?" Ucap Monica dengan tersenyum remeh.


keduanya tengah duduk berhadapan di kursi dan tatapan keduanya begitu sengit.


"Apa mau mu Monica, jangan ganggu dia. Senja tak tau apa-apa soal kita."


"Dan kau mau menutupi semua fakta bahwa kau telah memiliki seorang istri dan anak Riko!" Ucap Monica menatap tajam.


"Aku terlalu mencintainya! Dan jangan pernah kau berusaha mengagalkan acara pernikahan ku Monica!" Ucap Uncle Iko memperingati.


"Dimana tanggung jawab mu sebagai seorang suami sekaligus Ayah Riko! Tak ada setahun kita berpisah, kau sudah mencintai wanita lain? Apa sebegitu gampang nya kau melupakan aku dan Gara." Ucap Monica.


"Huft.... Maafkan aku Monica, semua terjadi begitu saja." Ucap Uncle Iko.


"Pulanglah ke kalimatan, jangan pernah kembali kesini dan mengusik ku! Akan ku urus perpisahan kita dengan segera dan aku hanya perlu menandatangani nya." Ucap Uncle Iko berdiri membelakangi Monica.


"Kau tak bisa melakukan ini padaku Riko! Aku masih mencintaimu, aku tak ingin berpisah dengan mu, dan kau laki-laki yang sudah memiliki istri sekaligus seorang putra Riko." Ucap Monica dengan memeluk Uncle Iko secara tiba-tiba dari belakang.


"Uncle... Kau.... "Ucap Senja menutup mulutnya saat melihat Uncle Iko telah di peluk dari belakang oleh seorang wanita.


🎶


Happy Reading guys. Jangan lupa like dan komen.


Dan untuk yang udah Vote Terimakasih ❤🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2