
"Gara! Kau darimana tadi? Papa mencari mu!" Ucap Iko menatap putranya penuh selidik.
"Aku hanya jalan-jalan keluar Papa."
"Gara! Kau tau bukan? Ini di jakarta! sangat berbahaya jika kau keluar sendiri di malam hari seperti ini." Ucap Uncle Iko menasehati putranya.
"Ya Papa! Maaf gara telah membuat Papa khawatir. Gara hanya bosan didalam." Ucap Gara tertunduk sedih.
"Dan ini? Kau makan apa?" Tanya Papa Iko saat melihat ada noda di sudut bibir putranya.
"Tadi saya menemukan tuan muda tengah berbincang dengan seorang wanita di kursi taman depan tuan Iko." Ucap Doni memberikan laporan nya.
"Gara! Bukankah sudah berulang kali Papa katakan! Jangan berbicara pada orang yang belum kita kenal?"
"Tapi Papa! Tante itu baik dengan ku! Dia menolongku!"
"Menolong? apa yang kau katakan?" Ucap Papa Iko tak mengerti.
"Ah tadi! Aku hampir saja tertabrak oleh mobil dan tante itu menolongku Papa! Dia juga memberikan es cream untukku!"
"Astaga Gara! Kau harus hati-hati lain kali! Bagaimana jika hal buruk terjadi padamu! Papa akan menyalahkan diri Papa sendiri Gara."
"Tenanglah Papa! Aku tak apa-apa tante itu telah menolongku!" Ucap Gara.
"Tante-tante! siapa dia! Jangan lagi kau menerima pemberian darinya Gara!" Ucap Papa Iko memperingati putranya.
"Papa! Dengarkan Gara! Tante itu baik! Ah Papa! Gara lupa menanyakan namanya!" Ucap Gara menepuk jidatnya.
"Sudah-sudah! Jangan bicara tante-tante itu lagi! Ayo kita pulang."
"Baik Papa."
🎶
"Sayang kau disini?" Ucap Angga yang baru tiba saat itu.
"Ya!"
"Kenapa kau tak masuk menemui ku didalam." Tanya Angga menatap lembut tunangannya.
__ADS_1
"Tadi aku menolong anak kecil yang hampir tertabrak mobil dan aku mengajaknya berbicara, jadi aku lupa dengan mu Hehehe." Kekeh Senja menjelaskan yang sebenarnya.
"Kau tak apa-apa bukan?" Tanya Angga memeriksa Senja.
"Ya! Aku tak apa-apa. Jika aku sakit, aku sudah punya dokter pribadi ku bukan?" Ucap Senja menggoda Angga.
"Yayaya! Tapi aku tak mau hal itu terjadi padamu!" Ucap Angga.
"Baiklah dokter Angga! Mari kita pulang!" Ucap Senja menggandeng tangan Angga untuk segera mengikutinya.
🎶
"Tante.... " Teriak Gara menghampiri Senja yang tengah memilih beberapa buku notes dan pulpen di salah satu toko perlengkapan sekolah.
Ia mengarahkan pandangannya pada bocah yang tengah memanggilnya.
"Gara? dengan siapa?" Tanya Senja berbinar senang menatap wajah tampan Gara.
"Papa! Tapi dia sedang membayar di sana." Ucap Gara dengan mengarahkan telunjuk nya.
"Oh begitu."
"Tante sedang membeli sesuatu?" Tanya Gara.
"Oh ya nama tante siapa?" Tanya Gara, karena ia lupa menanyakan waktu itu.
"Tante Senja sayang." Ucap Senja tersenyum pada Gara.
"Sayang.... "Panggil Angga yang mendekat ke arah Senja.
"Ya, kemari lah." Ucap Senja melambaikan tangan pada Angga.
"Tante om ini siapa?" Tanya Gara menunjuk ke arah Angga.
"Kenalin, ini om Angga. kenalan dulu sama om nya." Ucap Senja dengan isyarat menyuruh Gara mengulurkan tangan nya ke arah Angga.
Nampak ketiganya tengah berbincang-bincang ringan, menemani Gara yang menunggu papanya kala itu.
"Oh ya tante punya permen, Gara mau?" Ucap Senja merogoh permen yang ada di tas miliknya dan menyerahkan pada Gara.
__ADS_1
"Ah terimakasih tante." Ucap gara tersenyum.
"Papa disini!" Ucap gara melambaikan tangan pada papanya.
"Gara! sudah papa kasih tau jangan menerima atau berbicara dengan orang asing!" Ucap Papa Iko saat melihat putranya tengah berbincang dengan dua anak remaja dan ada permen di tangan nya.
"Ayolah Papa tante dan om ini baik dengan ku."
"Oh ya tante ini juga yang menolongku Papa." Ucap Gara menatap ke arah Papa Iko.
"Tante! Kenalkan ini Papa Gara." Ucap Gara menepuk tubuh Senja yang saat ini posisinya membelakangi Papa Gara.
"Ah ya.... Kenalkan Pak saya Se..... Uncle?" Lirih Senja menjeda kalimatnya saat ia membalikkan badan dan beradu pandang dengan Uncle Iko.
Orang yang selama ini sangat ia rindukan! Ah kenapa harus bertemu dengan cara seperti ini? Lirih Senja.
Bug
Bug
Bug
Beberapa barang yang di pegang Senja jatuh ke lantai di barengi dengan tubuh yang masih terkejut dengan apa yang ada di depan nya.
"Sayang! Ini barang mu!" Ucap Angga yang memungut barang milik tunangan nya dan menyerahkan kepada Senja.
Detik itu Senja tersadar dari lamunan nya, "Ah ya terimakasih." Ucap Senja mengalihkan pandangannya dan tersenyum.
sayang? Monolog Uncle Iko menatap ke arah Angga yang tadi memanggil Senja dengan sebutan sayang! Kenapa rasanya menyakitkan! seakan ada perasaan tak rela jika ada pria lain yang memanggil Senja dengan sebutan sayang!
"Tante Senja! Om Angga! Kenalin ini Papa Gara. Namanya Papa Iko." Ucap Gara memperkenalkan sangat Papa,
"Ah ya Gara! Tante hampir lupa." Ucap Senja dengan senyum di paksakan.
"Maaf Pak! Jika saya lancang memberi permen anak bapak dan berbincang dengannya."
"Ah ya! Kenalin saya Senja!" Ucap Senja mengulurkan tangan nya pada Uncle Iko.
"Dan saya Angga Pak! Tunangan Senja!" Ucap Angga dengan penuh penekanan menekankan kata tunangan!
__ADS_1
🎶
Haredang! Gimana ini wey! ekspresi Uncle Iko gimana nih?😩