Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 68


__ADS_3

Jam memang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, namun Senja masih saja terlelap dan meringkuk di bawah selimut yang hangat kala itu, untuk Papa Iko,ia sudah terbangun satu jam yang lalu dan di beritahu bahwa Gara sang putra akan pulang dan berkunjung ke rumah Oma dan Opanya, seolah faham dengan keadaan sang Papa yang nampaknya tidak ingin di ganggu gugat oleh siapapun meski dengan putranya sendiri!


Ah baiklah... Kau sangat pengertian sekali dengan Papa mu ini Gara.


Kakinya kembali melangkah naik keatas tempat tidur ikut terlelap kembali di samping sang istri.


Jam menunjukkan pukul 12 siang sang putri tidur perlahan mulai membuka matanya. Di usapnya dengan lembut pipi suaminya yang tengah terlelap, sungguh membahagiakan jika mengingat apa yang telah di lalui nya semalaman.


Cintanya yang selama ini kini telah berbuah manis dan berlabuh pada lelaki yang seharusnya dan sangat di cintai nya meskipun harus melewati banyak lika liku kehidupan yang menguji kesetiaan keduanya! Tak apa, yang terpenting sekarang semuanya sudah bahagia.


"Honey." Lengguh Papa Iko kala ia merasakan usapan lembut di pipinya.


"Ya Papa!" Ucap Senja tampak lucu, pipinya bersemu merah kala kata Papa keluar dari bibir cantiknya.


"Aku masih mengantuk aku ingin tidur lagi!" Ucap Papa Iko merapatkan kembali tubuh Senja masuk kedalam dekapan nya tentu dengan mata yang terpejam.


"Sayang aku ingin mandi, tubuh ku sudah lengket dan ini sudah siang." Papar Senja dengan jujur.


"Nanti, bersama!"


"No!"


"Honey!"


"Sudah kau tunggu di sini! Aku hanya mandi sebentar!"


"Tapi.... "


"Sayang...."


"Baiklah, sebentar." Ucap Papa Iko masuk kedalam kamar mandi mengisi bet up dengan air hangat.


"Mari ku bantu." Ucapnya langsung menggendong Senja dan meletakan nya dengan hati-hati kedalam bet up.


"Terimakasih! Aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu! Bagaimana kalau kita mandi berdua?" Tawar Papa Iko!


"No! Tak ada yang namanya mandi berdua jika dengan mu! Tunggu lah di luar sayang! Aku akan segera mandi!"

__ADS_1


🎶


"Halo Ma!"


"Halo gara! Mama merindukan mu! Apa kau juga merindukan mama?"


"Hem, sebenarnya ada apa mama menghubungiku!"


"Kenapa? Apa tak boleh mama berbicara dengan putra mama sendiri!"


"Putra? Ah baiklah! Apa yang ingin Mama katakan padaku!"


"Mama ingin bertemu dengan mu sayang! Apa Gara bisa?"


"Ya Gara akan menemui Mama besok!"


Hembusan nafas kasar keluar dari bibir remaja itu, bagaimana tidak? Mama yang sudah hampir 3 tahun pergi meninggalkan dirinya tanpa kabar sama sekali kini menghubungi nya kembali menanyakan kabar tentang dirinya! Apa ada sebenarnya? Semua pertanyaan apa dan kenapa berputar dalam otak kecilnya. Ini baru sebulan setelah acara pernikahan sang Papa dengan Mommy nya, semoga Mamanya tak akan berbuat sesuatu yang merugikan papanya kembali, Monolog nya dalam hati.


🎶


"Honey!" Ucap Papa Iko melingkarkan kedua tangan nya di pinggang sang istri.


"Ya? Ada apa?"


"Hah... Apa kau akan marah padaku jika aku mengungkapkan nya?"


"Maksudnya?"


"Angga!" Lirih Senja dengan nada terbatanya.


"Angga? Kenapa dengan nya?"


"Ia tak lagi bekerja di rumah sakit itu, ia memutuskan untuk mengambil spesialis kedokteran di Inggris, tapi kurasa kepergian nya karena ku!" Lirih Senja dengan nada tersedu,


"Hey! Kau tak boleh bersedih seperti itu, Doakan Angga akan mendapatkan wanita yang baik dan tulus mencintainya! Kau mengerti?"


"Tapi..... "


"Sudahlah, kau tak perlu bersedih! Doakan saja yang terbaik untuknya! Ini sudah malam istirahat lah honey!"

__ADS_1


"Baiklah."


🎶


"Kenapa mama ingin bertemu dengan ku?" Ucap Gara menatap sang Mama yang sudah duduk didepan nya, pertemuan anak dan ibu ini berlangsung di semua cafe pada sore hari saat Gara sudah pulang dari sekolahnya.


"Duduk lah!" Ucap Mama Monica dengan tersenyum.


"Kau ternyata sudah besar?" Ucap Mama Monica lagi menatap sang putra yang kini berada di hadapan nya yang tampak sudah besar dan beranjak menjadi remaja.


"Hem... Sebenarnya ada apa Ma? langsung katakan saja!


"Apa Gara tak ingin tinggal bersama dengan Mama?" Tanya Mama Monica lekat dan penuh keseriusan.


"Kenapa Mama seperti itu? Ah maksud Gara kenapa Mama ingin Gara tinggal bersama dengan Mama?"


"Apa itu salah sayang?"


"Ah tidak.... Tapi..... "


"Ya Mama tau, setelah bertahun-tahun Mama tak lagi peduli dengan mu, Memilih meninggalkan Papa mu dan dirimu demi mengejar cita-cita Mama menjadi seorang perancang busana terkenal, Apa salah Mama mengejar impian Mama?"


"Tapi mengorbankan posisi seorang ibu dan istri bukan lah hal baik demi mencapai cita-cita Mama bukan?"


"Ya Mama sadar, ternyata Kau dan papamu lah yang berharga dalam hidup Mama Gara!"


"Maaf ma, Tapi Gara tak bisa tinggal dengan Mama bukankah Mama juga sudah menikah dan memiliki keluarga."


"Ya Mama memang sudah menikah, 3 bulan pernikahan ternyata pria yang Mama nikahi adalah sosok yang suka berselingkuh dan bermain wanita, dia juga terkadang kasar dengan Mama hingga pernikahan kami. hanya berjalan selama 6 bulan saja dan tidak lebih, Mama memutuskan untuk bercerai dengan nya."


"Gara ikut sedih mendengar semuanya Ma."


"Ya mungkin itu karma buat Mama Gara!" Ucap Mama Monica dengan tertunduk sedih.


"Bagaimana dengan tawaran Mama? Apa kau menyetujui nya sayang?"


"Maaf ma, Gara tak bisa tinggal dengan Ma, selama ini Papa lah yang merawat Gara dengan sabar, tapi sekarang Gara akan lebih. sering menghubungi Mama." Ucap Gara tersenyum pada Mama Monica.


"Ah baiklah!"

__ADS_1


🎶


Happy Reading!


__ADS_2