
Halo guys? gimana kabarnya? semoga baik-baik saja ya.
Udah kangen belum sama Uncle Iko nih? 😂
Btw mau ngabarin mungkin ini postingan terkahir ku di tahun 2020, kita libur sampai awal Januari ya❤
Karena baru dapet berita duka, kakek ku meninggal😩 Nyesek banget di hati.
karena dia yang paling deket dan ya gitu pokoknya.
Semoga kalian sabar ya. Nih aku sempetin nulis juga. Happy Reading❤
🎶
Persiapan menjelang hari pernikahan di siapkan dengan sebaik mungkin, Uncle Iko yang menghandle semuanya, ia percayakan pada salah satu Wedding Organizer ternama Jakarta. Tentu dengan konsep yang Senja inginkan.
Hari ini, keduanya sedang melakukan fitting baju pengantin disalah satu butik,
"Bagaimana?" Ucap Senja saat dirinya sudah memakai baju pengantin yang ia pesan, kesan mewah nan elegan, perpaduan warna putih baju dengan kulit Senja yang begitu selaras, sangat sempurna dan jauh lebih dari apa yang dibayangkan.
Kedua bola mata Uncle Iko tak berkedip, ia masih senantiasa memandang Senja dengan tatapan kagum dan memujanya, hingga lamunannya terbuyar kan kala sebuah panggilan lembut mengusik tuna rungu miliknya "Baby!" Ucap Senja.
"Sempurna! melebihi apa yang dibayangkan!" Ucap Uncle Iko dengan spontan.
"Benarkah!" Ucap Senja memastikan, seolah ia tak percaya dengan pendapat Uncle Iko.
"Ya tentu! Kau selalu cantik dan bahkan lebih cantik sekarang!" Ucap Uncle Iko melangkah berdiri mendekati calon istrinya.
"Aku jadi ingin mengurung mu di dalam kamar setelah kau resmi menjadi istriku! Tak membiarkan mu bekerja, dan tak rela jika kecantikan mu di lihat oleh pria lain." Ucap Uncle Iko berbisik di telinga Senja dengan nada yang errr begitu menggoda.
"Uncle!" Pekik Senja tersipu malu, semburat merah menghiasi pipi cantiknya, "Jangan menggombal seperti itu! Kau membuatku malu!" Ucap Senja dengan nada tersipunya.
"Itu sebuah kebenaran! Dan kau semakin menggemaskan saat tersipu seperti ini!"
"Cukup! Kau tunggu disini, aku akan ganti baju dahulu!"
__ADS_1
"Bagaimana jika acara pernikahan nya di percepat hari ini?".
" Uncle..... "
"Baiklah honey! aku hanya bercanda! Jangan lagi memanggilku Uncle! Kau sebentar lagi akan menjadi istriku bukan?" Ucap Uncle Iko dengan nada tegasnya, ia tak suka dengan sebutan Uncle, seperti ada jarak yang tercipta antara dirinya dan Senja, seperti ia terlalu tua untuk Senja, Mulai besok ia harus merawat wajahnya agar bisa terlihat lebih muda dan energik! Monolog nya dalam hati.
"Baiklah baby!" Ucap Senja berlalu pergi mengganti baju yang ia kenakan.
🎶
"Ini? Apa ini? Kau mau yang mana?" Ucap Uncle Iko menyodorkan beberapa kotak perhiasan bertahtakan berlian yang digunakan untuk mempersunting Senja menjadi istrinya.
"Apa ini tak terlalu berlebihan?"
"Tidak! Kau pantas mendapat nya, kau pilih!" Ucap Uncle Iko.
"Aku terserah padamu! kau saja yang memilih!"
"Kau yakin? Kau mau berapa? 2 set atau 3 set? Atau?"
"Kau yakin? bagaimana kalau 3?"
"Uncle!" Lirih Senja dengan penuh penekanan,
"Baiklah! kau pemenangnya! Kau ratunya!" Ucap Uncle Iko pasrah! Ia sudah memilih satu set cincin berpasangan, kalung, anting dan gelang, sederhana namun sangat indah dan terkesan mewah.
Untuk seserahan yang lain nya, Uncle Iko menyerahkan semua nya pada Doni, untuk mencari semua pakaian dan beberapa gaun terbaik dengan beberapa kriteria yang menjadi syarat. Dan masih ada beberapa seserahan yang harus ia belu, yang terpenting! Harus terbungkus dengan sangat rapi unik dan cantik! Harga mahal tak masalah.
🎶
Seperti pada umunya, akan ada masa dimana pingitan itu dimulai bukan? biasanya menjelang 7 hari sebelum pernikahan itu di selenggarakan, dan seperti yang dialami oleh Senja dan Uncle Iko, Senja sudah mengurus cuti untuk menikah selama 3 bulan yang sudah dia ajukan kepada pihak rumah sakit, dan telah di setujui. Kini dirinya hanya berada di dalam kamar merawat tubuh, mempercantik dirinya yah! meskipun ia sudah cantik dari pabriknya.
Tap
Tap
__ADS_1
Tap
"Gara ayolah!" Ucap Papa Iko menatap memelas kepada putra sulungnya itu, ini masih dalam hitungan 2 hari dengan segala kerisauan yang Papa Iko tujukan untuk Senja! Ah bukan kerisauan namun kerinduan itu yang lebih tepatnya.
Bolak balik ke sana kemari tak tentu arah hanya ingin mendengar bahkan melihat suara Senja sang calon istri. Tak boleh melakukan panggilan video Call atau komunikasi online apapun termasuk dalam kategori pingitan, jika kemarin Gara sudah membantu Papa nya untuk sekedar mendengar suara Senja, namun kali ini bocah satu ini sudah menatap malas sang Papa!
"Papa! Diam lah duduk! Aku pusing melihatmu ke sana kemari!" Dengus Gara yang merasa terganggu saat papanya terus berjalan bolak balik menghalangi film yang sedang ia tonton di televisi.
"Ayolah Bantu Papa!"
"Astaga! Papa kau bahkan sudah mengulang kata itu hingga 10 kali! Lebih baik kau tidur Papa! hanya butuh waktu 5 hari saja! bersabarlah!"
"Papa tak bisa!" Ucap Papa Iko menatap memohon dengan berkaca-kaca.
"Hentikan tatapan memelas mu Papa! Aku sudah membantumu kemarin! hari ini dan seterusnya sampai 5 hari ke depan kau harus bisa bersabar!"
"Bonus 2jt?"
"Tidak!"
"3jt?"
"Tidak!"
"5jt!"
"Astaga Papa! kau menjengkelkan! Bersabarlah! Kembali kekamar mu dan tidur! jangan menganggu ku menonton!" Dengus Gara dengan ekspresi tak sukanya.
"Kau tega!" Lirih Papa Iko berjalan menjauh dan melangkah masuk kedalam kamarnya.
🎶
Papa Iko sabar ya menjalani masa pingitan!
wkwkwk
__ADS_1
Gara kamu kok tidak tergoda sih! Kalau author langsung Hayukkk Mau!!!!