
Waktu kian berjalan dengan arah yang semestinya, Untuk Uncle Iko dan Senja? Ya begitulah mereka. Senja masih berharap Uncle Iko akan membalas cinta nya sebagai wanita bukan keponakan nya.
Dan untuk Uncle Iko, ah dia hanya menganggap Senja sebagai keponakan, pernyataan cinta yang senja katakan mungkin hanya bentuk kekaguman semata.
Wajar, Senja masih berusia sangat muda. Terkadang kaum muda sering tidak stabil dalam menentukan sebuah pilihan kan!
Uncle Iko menganggap Senja pasti akan melupakan perasaan itu. Minimal satu tahun ke depan pasti ia tak menginginkan untuk menikah dengan nya.
Untuk kedua orang tua Senja? Ayah Fandy dan Ibu Nur. Keduanya tak mengetahui hubungan tak kasat mata uang terjadi diantara Uncle Iko dengan putri kesayangan nya.
Untuk Angga, pemuda satu ini terlalu gigih saat mengincar sesuatu. Ah! Semenjak malam itu ia tak lantas mempercayai semua yang di ucapkan oleh Senja secara mentah-mentah. Diam-diam ia menyelidiki semuanya tanpa sepengetahuan Senja.
Bagaimana mungkin? Saat wanita lain tergila-gila dengan ketampanan yang di miliki Angga? Dengan santainya Senja tak menginginkan itu. Ia terkesan tak ingin bertemu dengan Angga.
Ah untuk itulah, Senja bagai sebuah tujuan yang harus Angga capai, ia sangat langka dan berharga.
...πΊπΊπΊ...
"Hai?" Ucap Angga tiba-tiba pada Senja.
Saat ini Senja tengah berada di pusat perbelanjaan, kedua orang tuanya tak ada dirumah. Bunda Nur memilih untuk menemani Ayah, Untuk Uncle Iko entahlah.
Senja terlalu bosan berdiam diri di rumah, lebih baik ia pergi jalan-jalan meski sendiri namun dia bahagia.
"Apa dunia se sempit ini? Hingga di tempat ini aku harus bertemu dengan mu." Dengus Senja menatap tak suka pada Angga, mengabaikan sapaan yang dikeluarkan oleh Angga untuknya.
__ADS_1
"Itu jodoh namanya." Jawab Angga mengedipkan sebelah matanya di hadapan Senja.
"Cih! Aku tak sudi berjodoh dengan mu Angga! kau tau sendiri bukan? aku sudah mempunyai pacar?" Ucap Senja berbangga diri, agar pemuda satu ini tak lagi membuntuti nya.
"Ah iya, aku lupa kau sudah punya pacar ya." Ucap Angga tersenyum, ekspresi nya mengingat-ingat tentang sesuatu hal.
"Dan untuk itu, kau menjauhi lah! jangan ikuti aku!" Ucap Senja galak.
"Kau sering memanggilnya Uncle Iko, dia tinggal di rumah mu! Dan dia merupakan adik dari Ayahmu!" Ucap Angga
Langkah kaki Senja seketika berhenti! Sorot mata tak suka Senja tujukan pada pemuda bernama Angga yang tak tau diri masih memasang wajah tak berdosa dengan tersenyum.
"Kau memata-matai ku!" Ucap Senja dengan sorot mata penuh selidik.
"Shit! Kau begitu menjengkelkan! Berhenti ikut campur dengan kehidupan ku!" Ucap Senja.
"Bagaimana berhenti! Kau kan jodoh yang di takdir kan Tuhan untuk menemaniku!" Ucap Angga tersenyum.
"Kau terlalu pede untuk itu! Aku jadi kasihan padamu!" Ucap Senja dengan remeh.
"Senja Aulia Husna!" Ucap Angga perlahan mendekat kerah Senja, kali ini tatapan nya begitu serius. manik matanya seakan mengunci semua pergerakan yang di lakukan oleh Senja.
"Berhenti!" Ucap Senja! namun Angga seakan tuli saat itu, ia terus mendekat hingga posisi keduanya sangat dekat bahkan deru nafas mereka bisa saling bertukar.
"Jika ku bilang menginginkan mu! maka itu takdir yang seharusnya ya terjadi! Dan aku tak pernah menerima penolak darimu." Ucap Angga serius berbisik di telinga Senja.
__ADS_1
Brugh
Brugh
Brugh
"Kau gila!" Ucap Senja berlari pergi namun sebelum itu ia menendang area di kedua pahanya yang mana membuat Angga meringis kesakitan.
Kau semakin menggemaskan! dan kau semakin membuat ku tergila-gila Senja! ah mau milikku! tendangan mu cukup baik ternyata. Gadis nakal. Lirih Angga melihat kepagian Senja yang menghilang.
Setelah di rasa cukup aman dan Angga tidak mengejarnya, Senja memutuskan untuk pulang ke rumah menyudahi acara jalan-jalan nya untuk menenangkan diri.
Jangan lupakan mulut nya yang terus berkomat kamit membacakan sumpah serapah untuk Angga tentunya.
πΆπΆπΆ
Happy Reading ya guys.
Thanks yang udah Vote, Author cinta kalian semua nya. yaπππ
jangan pelit pencet jempol buat komen
Makasih untuk komentar positif.
Maaf jika masih ada kesalahan dalam penulis kata yaβ€β€β€
__ADS_1