Upik Abu Vs Bad Boy

Upik Abu Vs Bad Boy
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Reyhan menjelaskan kepada Kiana kalau ia sangat mencintai Kiana sejak pertama bertemu dan semua sikap jahat dan jahilnya kepada Kiana di sekolah hanya untuk menarik perhatian Kiana, bahkan ia mengungkapkan keinginannya untuk menikahi Kiana suatu hari nanti.


Kiana senang, untuk sesaat hatinya berbunga-bunga, namun ada satu hal yang mengganjal di hati Kiana, bagaimana mungkin Reyhan melamarnya ketika lelaki itu telah memiliki wanita lain yang sebentar lagi akan bertunangan dengannya terlebih lagi mereka masih SMA.


Reyhan memang selalu menunda-nunda waktu pertunanganan bisnisnya dengan Wilona dengan alasan masih SMA. Namun, Reyhan tetap bermesraan dengan Wilona di depan Kiana, bagaimana mungkin lelaki itu dengan mudahnya melamar Kiana.


Kiana tidak suka dengan keadaan yang serba salah yang terjadi antara mereka berdua.


Kiana tidak suka terjebak dalam cinta palsu yang membuatnya menjadi duri dalam hubungan orang lain.


Sadar dengan salah apa yang telah mereka lakukan saat ini, Kiana langsung mencoba bangkit dari tubuh kekar Reyhan yang ia tindis. Kiana juga sadar kalau ini bukanlah perbuatan seorang wanita muslimah.


Kiana saat ini sedang belajar menjadi muslimah dan ia mengenakan hijab, jadi ia juga harus menjaga perilaku dan perangainya agar benar-benar terlihat sebagai wanita muslimah.


"Reyhan, maaf!"


Kiana mencoba menjauhi Reyhan tapi Reyhan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kiana yang sangat langsing hingga gadis cantik itu tidak lagi bisa bergerak dan melakukan apa-apa kecuali diam.


"Reyhan, lepaskan aku! Ini salah!"


Kiana protes karena merasa tidak nyaman dengan posisinya dan Reyhan saat ini.


"Kiana, aku minta maaf karena melakukan hal yang salah seperti ini, tapi aku tahu kamu merasakan debaran jantungku dan aku juga tahu kalau kamu merasakan hal yang sama kepadaku. Tapi, aku penasaran kenapa kamu tidak ingin menjadi kekasihku?"


"Reyhan, menikah itu bukan hanya soal perasaan, tapi juga menjaga hati. Jangan sampai kamu melukai hati wanita lain hanya untuk kebahagiaanmu sendiri."


Reyhan terdiam, ia sadar dengan apa yang dikatakan oleh Kiana benar, dan ini menjadi kesempatan bagi Kiana untuk melepaskan diri dari Reyhan.


Kiana duduk di pasir putih sembari menatap langit senja yang berwarna merah muda.

__ADS_1


Indah!


Andai ia adalah satu-satunya wanita di hati Reyhan, tentu saja ia akan merasa teramat sangat bahagia karena lelaki itu mengungkapkan perasaan kepadanya. Namun, keadaannya berbeda, ia bukanlah satu-satunya wanita di hati Reyhan, atau mungkin saja Reyhan hanya bermain-main dengan hatinya, hingga suasana yang harusnya romantis dan manis ini berubah menjadi sendu untuk Kiana.


Perlahan air mata Kiana jatuh membasahi pipinya. Ia tidak suka dengan situasi dan kondisi saat ini, perutnya yang tadi terasa sangat lapar kini sudah tidak ingin makan lagi.


"Rey, menikahlah dengan wanita pilihan orang tuamu!" ucap Kiana datar sembari menatap sunset yang terlihat sangat indah.


"Kia, apa aku salah jika aku menginginkanmu menjadi istriku?"


Rendra menatap ke arah Tania yang sama sekali tidak menatapnya.


"Tidak salah! Hanya saja posisinya yang salah. Kita masih SMA dan kamu akan bertunangan dengan wanita lain dan kalian pasti akan menikah, bagaimana mungkin aku menjadi perempuan yang merusak hubungan orang lain?" ucap Kiana datar sembari memandang laut lepas.


Perasaan Kiana berkecamuk, antara senang dan sedih. Ya, harusnya Kiana merasa bahagia karena mereka berdua akhirnya menyadari perasaan masing-masing. Namun, sebagian lagi hati Kiana merasa bersalah dan berdosa kepada wanita lain yang lebih berhak atas Reyhan.


"Kiana, tatap aku!"


"Reh, aku tidak ingin menikah! Hidupku seoarang hanya untuk Ibu!" ucap Kiana lagi dengan nada meyakinkan.


Kiana berpikir untuk hidup melajang saja karena baginya pernikahan itu tidak berarti apa-apa. Cinta bisa saja memudar hingga terjadi perselingkuhan bahkan setelah sekian lama hubungan dijalankan. Apalagi lelaki adalah mahkluk yang sangat tidak bisa dipercaya, dengan mudahnya ia mengatakan mencintai atan membenci tanpa memikirkan perasaan orang lain yang telah memberikan hatinya dengan sepenuh hati.


Pernikahan mengingatkan Kiana kepada kegagalan yang dialami oleh kedua orang tuanya, kegagalan yang membuat ia sadar kalau tidak ada yang abadi.


"Kiana, apa yang kamu katakan? Kenapa kamu bersikap seperti itu?"


Tidak suka dengan apa yang Kiana katakan, Reyhan protes.


Reyhan tidak suka ditolak oleh Kiana, wanita yang sangat ia sayangi dan cintai meski baru kali ini ia ungkapkan.

__ADS_1


Perasaan Reyhan untuk Kiana sudah ada sejak pertama kali mereka ada di SMA, perasaan yang tidak pernah memudar sama sekali walaupun Reyhan telah menjalin banyak hubungan dengan wanita lain.


Reyhan hanya menyukai Kiana, dan di hatinya hanya ada Kiana. Perkara wanita lain, ia hanya berpura-pura dan bermain-main saja.


"Rey, perceraian Mama dan Papa membuatku trauma dan sulit untuk percaya dengan lelaki manapun termasuk kamu."


Kiana menatap Reyhan dengan seksama, ia ingin mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya.


Kiana sangat tahu kalau Reyhan selama ini sangat baik kepadanya, Reyhan seperti malaikat yang membantu dan menyelesaikan semua masalah hidup Kiana. Kiana juga tidak menyangkal kalau ia juga memiliki perasaan suka dan sayang kepada Reyhan melebihi sahabat. Hanya saja, perpisahan dan perceraian kedua orang tuanya karena sebuah penghianatan seperti mimpi disiang bolong yang membuat Kiana tidak lagi ingin memimpikan hidup berumah tangga. Apalagi Reyhan akan bertunangan dengan Wilona. Kiana tidak mungkin menghianati dan menyakiti hati wanita lain hanya perkara kesenangannya saja.


Kiana telah melihat bagaimana kesedihan mamanya ketika papanya berselingkuh dan berkhianat, mana mungkin ia tega menyakiti hati dan perasaan orang lain hanya demi kebahagiaannya. Bagaimana mungkin Kiana menari-nari di atas penderitaan dan kesedihan orang lain.


"Rey, jangan memaksakan kehendak, kamu adalah malaikatku dan selamanya akan tetap seperti itu. Aku tidak ingin hubungan yang nanti kita miliki akan berakhir pada pertengkaran sehingga kita berdua saling menyakiti. Aku hanya ingin mengenangmu menjadi yang terbaik, jadi jangan pernah merusak persahabatan kita hanya karena sebuah keegoisan," ucap Kiana dengan wajah yang teramat sangat meyakinkan sekali.


Kiana kekeh dengan pendiriannya, karena baginya sekarang Reyhan adalah sahabat terbaik, malaikat tanpa sayap dan seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.  Walaupun terkadang ada perasaan cemburu dan iba dalam diri Kiana ketika ia melihat Reyhan bersama wanita lain, tapi tetap saja Kiana tidak pernah bermimpi untuk menjadikan Reyhan kekasihnya seutuhnya.


Memang perkara hati tidak semudah yang dibayangkan.


Ribet!


Cinta tapi tidak bisa memiliki.


Sayang!


Namun, rasanya terlalu takut untuk menggenggam.


Mencintai ibarat menggenggam sebuah pisau yang teramat sangat tajam, jika kita menggenggamnya terlalu keras maka kita akan merasa kesakitan, tapi jima kita tidak memegangnya sama sekali mungkin saja pisau itu tetap akan melukai diri kita sendiri lewat tangan lainnya.


Jadi, Kiana memilih untuk tetap tidak mencintai karena itu lebih baik untuknya.

__ADS_1


"Kiana, apa kamu yakin tidak mencintaiku?"


__ADS_2