Upik Abu Vs Bad Boy

Upik Abu Vs Bad Boy
Nasehat Papa Untuk Kiana


__ADS_3

Kiana menatap wajah sang papa yang terlihat sangat serius, seolah tengah menyiapkan sebuah rahasia yang sudah lama beliau pendam sendiri dan sejujurnya Kiana sangat penasaran dengan apa yang menjadi rahasia sang papa kepadanya.


"Pa, apa yang Papa rahasiakan dari Kiana?" ungkap Kiana penasaran.


Kiana percaya kalau sang papa tidak mungkin menyimpan rahasia besar darinya terlalu lama karena pada dasarnya sang papa sangat tidak bisa menyimpan rahasia dari keluarganya sendiri.


"Nak, sebenarnya Papa yang mengirim Bi Iyem untuk menjaga kamu dan Mama," ungkap sang papa tiba-tiba.


Kiana terdiam, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, karena jika bi Iyem menjaganya atas suruhan papanya berarti papanya masih sangat mempedulikan ia dan mamanya.


"Nak, Bi Iyem awalnya memang bekerja atas perintah Papa, tapi sebulan setelah waktu berlalu, beliau mengganti nomor ponsel dan tidak lagi mengabarkan kepada Papa tentang kamu dan Mama, jadi sejak hari itu Papa memagng hilang kontak dengan beliau dan Papa juga tidak pernah lagi mendengar kabar tentang kamu dan Mama, Nak."


Dengan mata berkaca-kaca, papa Haris menjelaskan kepada Kiana kalau sebenarnya ia tidak bisa hidup tanpa Kiana dan mamanya, bahkan hatinya merasa hancur dan sangat terluka karena tidak ada lagi dua orang yang ia sayang dalam kehidupannya. Beliau juga mengatakan kalau malam-malamnya kesepian dan ketakutan, risau jika beliau meninggal sendirian tanpa ditemani oleh orang-orang yang beliau sayangi.


"Pa, Kiana tahu kalau Papa pernah melakukan kesalahan dan kekhilafan kepada Kiana dan Mama, tapi Kiana tidak pernah menyangka kalau Papa akan hidup menderita dan kesepian seperti ini, Pa."


Kiana merasa menyesal dan menyalahkan dirinya sendiri karena ia selama ini menggunakan setiap detik waktunya untuk membenci sang papa padahal sang papa selalu merindukannya.


"Nak, andai waktu bisa diputar kembali, Papa tidak ingin sedikitpun berpisah dari kamu dan Mama, Nak."


Sebuah penyesalan akibat kesalahan yang dilakukan di masa lalu membuat air mata mengalir membasahi pipi papa Haris. Terlihat sekali kalau beliau merasa bersalah karena menyakiti hati orang-orang yang beliau cintai dan sayangi.

__ADS_1


"Papa, jangan menangis! Bukannya kita telah berjanji untuk menghapus semua kenangan yang menyedihkan itu, Pa?"


Kiana menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi papanya dengan lembut. Hatinya merasa sakit dan hancur melihat air mata terus mengalir membasahi pipi sang papa.


Kini Kiana menyadari kalau sang papa sangat mencintai dan menyayanginya dan mamanya dengan segenap hati dan perasaan sehingga Kiana merasa menjadi seorang wanita yang sangat beruntung sekarang karena ia memiliki dua lelaki yang berharga dalam hidupnya, yang pertama adalah papanya dan yang kedua adalah Reyhan, lelaki yang akan menjadi kekasih hati yang akan menemani Kiana selamanya.


"Nak, Papa beruntung sekali memiliki putri sebaik dan secantik kamu. Kamu adalah malaikat yang khusus dikirimkan Tuhan untuk keluaga kecil kita dan Papa sangat bersyukur sekali untuk itu," ucap papa Haris.


Kiana langsung memeluk papanya, mengungkapkan betapa ia mencintai dan menyayangi sang papa lewat bahasa tubuh. Kiana juga tidak bisa memungkiri kalau ia juga sangat beruntung menjadi anak dari papa dan mamanya, dua orang yang sangat berarti dalam hidupnya.


"Nak, sebentar lagi kamu akan menikah, padahal rasanya baru kemarin kamu lahir dari rahim Mama dan Papa yang mengazankannya."


Papa Haris melepaskan pelukannya dari Kiana, ia menatap ke arah langit malam yang dipenuhi dengan bulan dan gugusan bintang-bintang. Baliau terlihat mengenang kembali saat pertama kali beliau memangku Kiana yang baru saja lahir ke dunia.


"Pa, walaupun Kiana akan menikah tetap saja Tania adalah putri Papa."


Kiana menatap sang papa, ia merasakan kesepian dan kesendirian hati sang papa karena ia akan menikah.


Kiana sangat tahu kalau salah satu kesedihan terbesar bagi seorang ayah adalah melepaskan putrinya untuk menikah dan hidup bersama dengan orang lain.


"Nak, kelak kalau kamu dan Reyhan sudah menikah, jadilah wanita seperti Mama."

__ADS_1


"Seperti Mama, Pa?" tanya Kiana heran dan penasaran.


"Iya, Nak, jadilah wanita yang sangat sabar seperti Mama, wanita yang penurut dan patuh terhadap suami, wanita yang tidak pernah menuntut apapun kepada suami dan wanita yang memiliki cinta dan perhatian yang sangat besar untuk suami dan anak-anaknya."


Mama Kiana adalah wanita luar biasa yang sifat dan kepribadiannya layaknya wanita surga. Wanita lemah lembut yang sangat penurut dengan suaminya, ibu terbaik yang menjadi pelindung untuk anaknya, wanita mulia yang berhati seperti malaikat.


"Nak, Papa akui, tidak ada seorang wanitapun yang Papa temui sifatnya seperti Mama kamu, jadi Papa berharap kamu juga bisa mencontoh Mama, Nak."


Kiana paham dengan apa yang disampaikan oleh sang papa, karena ia sangat tahu sekali kalau seorang lelaki adalah makhluk yang sangat egois dan ingin menang sendiri, bertindak seenak hati tanpa memikirkan bagaimana hati dan perasaan orang lain sebab yang ia tahu hanyalah keinginan hatinya. Kiana juga ingat mamanya selalu berpesan kalau seorang wanita kodratnya adalah penurut dan penyabar karena wanita adalah makmum dan seorang makmum tidak boleh membangkang atau bersikap tidak baik kepada imamnya.


"Pa, apakah Papa sangat mencintai Mama?"


Papa Haris mengangguk dengan wajah yang terlihat serius dan sama sekali tidak menyimpan kebohongan. Wajah yang persis sama dengan wajah Reyhan ketika lelaki itu mengungkapkan perasaannya kepada Kiana.


"Pa, Mama pasti sangat senang sekali mendengarkan dan mengetahui kalau Papa sangat mencintainya, bahkan Papa mencintai dan menyayangi Mama sepenuh hati dan Mama pasti tidak menyangka kalau Papa akan mencintai Mama dengan sebesar dan setulus ini, jadi cinta Mama tidak bertepuk sebelah tangan."


Kiana menatap ke arah langit, ia akhirnya menyadari kalau tidak ada cinta sejati yang bertepuk sebelah tangan, sang mama memang sangat mencintai sang papa namun ternyata sang papa juga memiliki cinta yang sangat besar untuk sang mama.


"Nak, Papa juga sangat yakin dan percaya kalau Nak Reyhan sangat mencintai dan menyayangimu, makanya Papa memberikan ia restu untuk menikahimu ketika ia meminta restu dari Papa," jelas Papa Haris dengan senyum menawan yang terlihat manis walaupun di bawah sinar rembulan.


"Pa, apakah Reyhan meminta restu Papa sebelumnya?" tanya Kiana penasaran.

__ADS_1


"Iya, Nak, ia meminta restu Papa ketika pertemuan pertama kita di rumah sakit waktu itu."


"Pa, kalau boleh Kiana tahu, kenapa Papa ada di rumah sakit hari itu? Apakah Papa sakit? Lantas Papa sakit apa, Pa?"


__ADS_2