
"Sebelum malam kita akan pulang kembali jadi sekarang lebih baik diam dan menurut saja karena semua hal yang harusnya disiapkan oleh sekretaris telah aku kerjakan. Mana ada lagi bos sebaik aku, yang melakukan pekerjaan sekretarisnya," ucap Reyhan membanggakan dirinya sendiri.
Sikap Reyhan benar-benar membuat Kiana ingin memukul kepalanya, bahkan Kiana ingin membentak Reyhan dengan sangat keras karena sikapnya yang benar-benar semena-mena. Namun, sebagai seorang sekretaris yang berhutang budi kepada Reyhan, tidak ada yang bisa Kiana lakukan selain menahannya di dalam hati dan mengikuti keinginan Reyhan yang memperlakukannya seperti seorang budak.
"Kiana, aku benar-benar sangat lelah sekarang, kamu yang menyetir ya!"
Reyhan meminta Kiana menyetir mobilnya sementara lelaki itu duduk di samping Kiana dengan menutup matanya. Ya, benar-benar seorang bos yang tidak memiliki rasa kasih sayang sedikitpun kepada seorang perempuan, bahkan ia tega membuat seorang perempuan menyetir mobil keluar kota sementara ia enak-enakan tidur tanpa tahu lelahnya menyetir.
'Kenapa sih lelaki tak tahu diri ini tidak membawa supir saja. Katanya aku ini sekretaris pribadinya bukan babu atau supir.'
Ingin sekali Kiana mengatakan hal itu kepada Reyhan, tapi ia tidak memiliki daya apa-apa sekarang. Kini Kiana bertekat untuk menjadi sukses kembali agar ia tidak lagi menjadi budaknya Reyhan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan.
"Kiana, apa saat ini kamu tengah mengutukku?"
Reyhan berbicara dengan mata yang masih tertutup, ia seolah tahu kalau saat ini Kiana benar-benar tengah membencinya.
"Iya, kenapa?" ucap Kiana keras dengan nada menghardik.
Reyhan langsung membuka matanya, kemudian menatap ke arah Kiana. Wajahnya datar, tidak terlihat marah atau ingin membentak sama sekali, hanya saja terlihat heran karena seorang bawahan benar-benar berani kepada atasannya.
"Mau marah? Silahkan! Sekali saja turunkan aku disini!"
Kiana berciloteh dan melampiaskan emosinya kepada Reyhan, namun Reyhan tidak akan marah jika Kiana telah marah seperti itu, lagian Reyhan tidak ingin terjebak kedalam perangkat Kiana, gadis itu pasti sedang mencari cara agar Reyhan mengusirnya dan menurunkannya di jalan karena Kiana ingin bebas.
"Kiana, kamu tidak akan bisa mengelak dariku, kamu juga tidak akan bisa kabur dariku karena kamu sudah menjadi milikku seutuhnya."
Reyhan benar-benar lelaki yang teramat sangat egois yang bersikap seenak hatinya saja, tapi mau tidak mau suka tidak suka tetap saja Kiana harus melakukan apa yang dikatakan oleh Reyhan.
"Kia, boleh nggak nyalain musik?"
Reyhan kembali memperbudak Kiana dengan meminta Kiana menyalakan musik untuknya, dan dengan menurut Kiana menyalakan musi tanpa memprotes apapun kepada Kiana.
__ADS_1
"Kia, aku tidak suka musik ini, ganti dangdut!"
Seorang pria yang selama ini tidak menyukai musik dangdut dan di mobilnya tidak ada file musik dangdut sama sekali, tiba-tiba saja memintaku menghidupkan musik dangdut.
Ya, Kiana menurut dan menghidupkan musik dangdut dari youtube agar Reyhan tidak protes kepadanya.
"Kiana, musiknya tidak bagus, bukan yang ini, ganti!"
Rendi terus berteriak seolah ada hal yang membuatnya ingin sekali diperhatikan oleh Kiana. Tapi Kiana masih menahan dirinya dan mengurut dadanya, ia tidak ingin melawan Reyhan karena ia masih menghargai Reyhan sebagai atasannya dan saat ini statusnya sedang bekerja dengan Reyhan bukan sedang bermain-main.
"Pak Bos, Bapak mau lagu apa? Biar saya pilihkan untuk Bapak."
Nada sopan dengan suara lembut yang ditahan yang keuar dari lisan Kiana membuat Reyhan semakin ingin membuatnya tertindas.
"Saya ingin kamu yang menyanyikan lagunya."
Kiana mulai merasa geram, namun ia menarik nafas panjang dan meyakinkan dirinya untuk tetap bersabar meski Reyhan bersikap semena-mena kepadanya.
"Maaf, Pak Bos, tapi saya tidak bisa bernyanyi sama sekali apalagi menyanyikan lagu dangdut," tolak Kiana lembut dan terdengar sangat halus sekali.
Huft ....
Kiana menarik nafas panjang dan dengan emosi yang memuncak itu Kiana meminggirkan mobilnya.
"Bapak Rendra yang terhormat, hari ini saya memutuskan untuk berhenti bekerja dengan Bapak."
Kiana keluar dari mobil Reyhan sembari membanting pintu mobil itu. Wajah Kiana memerah menanggung amarah yang teramat sangat, bahkan amarah Kiana seperti api yang akan membakar-bakar kayu disekitarnya, tapi Kiana memilih pergi dari mobil itu agar ia tidak mencekik dan membunuh Reyhan karena emosinya.
"Dasar lelaki kurang ajar, tak tahu diri, tak tahu diuntung, nggak punya sopan santun, nggak punya hati nurani sama sekali."
Segala macam ocehan keluar dari lisan Kiana dengan sejuta kekesalan yang ia bawa bersamanya.
__ADS_1
"Kiana, maafkan aku!"
Sebuah pelukan mendarat di tubuh Kiana, Reyhan melingkarkan tangannya dan memeluk Kiana dari belakang, wajahnya menyandar di bahu Kiana.
"Lepaskan aku!"
Kiana memberontak dan berusaha untuk melepaskan pelukan Reyhan, tapi Reyhan tidak melepaskan pelukan itu.
"Reyhan, lepaskan aku!"
"Reyhan, sebentar saja, biarkan aku seperti ini lima menit saja."
Ucapan yang keluar dari lisan Reyhan terdengar sangat tulus dan Reyhan sangat tahu dan paham sekali kalau Kiana tidak akan menolak keinginannya. Ya, Kiana adalah gadis yang sama sekali tidak akan pernah tega membuat Reyhan memohon kepadanya, apalagi Tania tahu kalau Reyhan talah bersikap seperti itu artinya ia sedang merasakan sakit yang teramat sangat atau ada satu masalah yang tidak bisa ia selesaikan sendiri.
"Reyhan, kenapa sih kamu seperti bunglon dengan sikap yang berubah-ubah setiap harinya?"
Kiana berbicara dengan nada mengiba, seolah sedang menahan tangis yang ada di dalam hatinya.
"Aku tidak ada maksud melukai dan menyakiti hati dan perasaanmu, hanya saja aku tidak tahu cara menunjukkan cintaku kepadamu."
"Persetan dengan cinta, tidak ada lelaki yang mencintai wanita dengan menyakiti hati dan perasaannya."
Ya, akhirnya air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya tertumpahkan juga di pipi Kiana.
"Rey, aku sangat tahu kalau aku telah berhutang budi banyak sekali kepadamu, tapi satu hal yang harus kamu tahu kalau terkadang aku terluka dengan sikap kasarmu kepadaku," ungkap Kiana dengan nada tersedu-sedu.
"Kia, aku cemburu melihatmu selalu dekat dengan Rendi, aku tidak suka sama sekali!"
Reyhan kini menyampaikan ketidaksukaannya kepada Rendi, bahkan meminta Kiana untuk tidak dekat dengan Rendi karena ia tidak ingin ada lelaki lain yang dekat dengan Kiana selain dirinya.
"Rey, kamu adalah atasanku di kantor dan kita tidak memiliki hubungan dan ikatan apa-apa, tapi satu hal yang harus kamu tahu, kalau kamu tidak boleh melarangku dekat dengan siapapun karena kamu tidak memiliki hak untuk itu!"
__ADS_1
Kiana menegaskan kalau tidak ada seorangpun yang bisa melarangnya dekat dengan siapapun yang ia kehendaki karena itu adalah haknya.
"Tapi aku mencintaimu dan aku ingin menikah denganmu, Kiana!"