Upik Abu Vs Bad Boy

Upik Abu Vs Bad Boy
Mendapatkan Restu Orang Tua Reyhan


__ADS_3

Reyhan juga memegang dadanya, debaran tak biasa yang ia rasakan sudah cukup membuktikan betapa saat ini ia juga merasakan perasaan yang sama dengan Kiana.


Reyhan kemudian mengambil teh yang disajikan oleh pelayan di rumahnya, dengan bersegera ia langsung meminum teh itu dengan harapan hati dan perasaannya akan menjadi lebih tenang dan damai, namun tetap saja saat ini ia masih merasa sangat syok dengan apa yang terjadi.


"Sayang," ungkap Kiana dengan nada suara lembut dan terdengar terbata-bata.


Reyhan menatap ke arah sang kekasih yang saat ini tengah berkaca-kaca. Ya, air mata Kiana akhirnya jatuh membasahi pipinya.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Reyhan sembari menghapus air mata yang jatuh di pipi gadis cantik yang sangat dicintainya itu.


"A-aku hanya teringat sama Mama."


Kiana memang sering sekali menemani mamanya shopping, menghabiskan waktu bersama untuk ke salon atau hanya sekedar makan di restoran dan menghabiskan waktu berdua.


Reyhan sangat tahu bagaimana perasaan Kiana, ia langsung memeluk gadis cantik kesayangannya itu, ia paham kalau calon istri yang sangat dicintainya itu saat ini tengah merindukan mamanya.


"Sayang, Mamaku adalah wanita yang sangat baik, ia juga sangat merindukan seorang anak perempuan tetapui adikku meninggal saat ia berusia 10 tahun, jadi Mama benar-benar kesepian sekarang. Kamu bisa menganggap Mamaku sebagai Mamamu, jadi lepaskanlah kerinduan itu."


Reyhan paham kalau kekasih hatinya yang sangat merindukan kasih sayang dari mamanya yang telah pergi beberapa tahun yang lalu.


"Sayang, rasanya aku benar-benar merindukan Mama."


Dalam isak tangis, Kiana mengungkapkan betapa kerinduan akan mamanya memuncak, apalagi Kiana sangat dekat dengan mamanya dan untuk tahun-tahun terakhir sebelum beliau meninggal, Kiana tidak bisa lagi bersikap seperti biasanya dengan mamanya karena mamanya dalam kondisi sakit.


"Sayang, besok kita berkunjung ke makam Mama ya, kita minta doa restu kepada Mama dan kita juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang sering kamu datangi bersama Mama, pokoknya besok khusus untuk mengenang Mama," ungkap Reyhan.


Reyhan memeluk Kiana dan menepuk-nepuk lembut pundak Kiana sembari membelai lembut rambut gadis kesayangannya itu untuk menenangkannya.


"Terima kasih, Sayang."


Kiana lalu melibgkarkan kedua tangannya memeluk Reyhan, ia menjatuhkan tubuhnya untuk memeluk kekasih yang sangat dicintainya itu, mengungkapkan betapa ia sangat bersyukur memiliki kekasih hati sebaik Reyhan.

__ADS_1


Ehem ..., ehem ....


Batuk mama menyadarkan Reyhan dan Kiana hingga keduanya langsung melepaskan pelukan dan saling memberi jarak beberapa langkah untuk menjauh, karena terkejut dengan mama Reyhan yang datang tiba-tiba.


"Kenapa kalian? Reyhan kamu apain Kiana? Kenapa Kiana menangis?"


Mama Reyhan mendekati Kiana dan memeriksa gadis cantik itu dari ujung rambut sampai ujung kaki seolah khawatir sesuatu yang buruk terjadi kepada Kiana.


"Mama, Kiana tidak apa-apa kok," ungkap Reyhan mewakili Kiana.


"Kalau tidak apa-apa kenapa mata Kiana memerah seperti orang yang habis menangis?"


"Kiana hanya rindu sama Mama Kiana," jawab Kiana dengan nada suara lembut dengan wajah yang tertunduk.


"Sayang, sini!"


Mama Reyhan mendekati Kiana dan langsung memeluk Kiana dengan lembut, penuh cinta dan kasih sayang yang teramat sangat tulus, hingga Kiana merasakan kembali pelukan dari seorang ibu.


"Nak, sebenarnya kamu mengingatkan Mama pada putri Mama yang telah tiada, jadi kamu juga bisa menganggap Mama seperti Mama kandung kamu sendiri."


"Mama, apakah Kiana benar-benar boleh menganggap Mama sebagai Mama Kiana?" tanya Kiana dengan mata berkaca-kaca.


Sebagai seorang anak yang kehilangan kasih sayang dari seorang ibu karena ibunya telah tiada, Kiana merasa kalau cinta dan perhatian dari mama Reyhan sangat berarti sekali untuknya.


"Tania, jangan menangis lagi ya!"


Mama Reyhan menghapus air mata Kiana, memeluk gadis cantik itu dan membelai rambutnya dengan penuh cinta dan kasih sayang yang tulus.


Memiliki anak perempuan adalah impian mama Reyhan, tapi kesempatan memiliki seorang anak perempuan sudah tidak ada lagi setelah putri beliau meninggal, tapi Tuhan memang Maha Baik, Tuhan memberikan Kiana kedalam hidup dan keluarga Reyhan sehingga mama Reyhan serasa memiliki anak perempuan lagi.


"Ma, terima kasih banyak karena Mama telah menerima Kiana."

__ADS_1


Rasa syukur tidak henti-hentinya Kiana ungkapkan karena ia merasa menemukan mamanya kembali dari jiwa calon mama mertuanya.


"Sayang, kalau begitu yuk kita berangkat."


Mama Reyhan menggenggam tangan Kiana dan membawa Kiana keluar menuju parkiran, sedangkan Reyhan hanya mengikuti saja. Bagi Reyhan membahagiakan hati orang-orang yang ia sayang adalah hal yang sangat wajib, apalagi saat ini adalah kesempatan terbaik untuk mamanya dan Kiana saling berbagi kasih sayang.


"Ma, kita mau kemana?" tanya Reyhan penasaran dengan rasa ingin tahu yang sangat tinggi.


Ya, Reyhan bertindak seperti seorang supir yang hari ini khusus melayani tuannya kemanapun tuannya inginkan.


"Mama mau ke Plaza Indonesia, sudah lama sekali Mama nggak kesana."


"Siap, Bos!"


Tanpa pikir panjang, Reyhan memberikan gerakan hormat dengan bersemangat kepada mamanya serta terus fokus menyetir, karena ia sudah sangat tahu dan sangat paham sekali apa tujuan sang mama ke tempat itu.


"Kiana, kamu suka shopping juga 'kan?" tanya mama Reyhan dengan wajah berbinar, terlihat sekali kalau saat ini ia merasa sangat senang sekali bisa pergi bersama Kiana.


"Dulu Kiana dan Mama suka sekali shopping dan kami juga sering mengunjungi Plaza Indonesia, Ma. Tapi, sejak Mama sakit dan akhirnya meninggal, Kiana sudah tidak pernah lagi berbelanja."


Kiana bercerita kepada mama Reyhan kalau mamanya sakit dan tidak mengenali dirinya, Kiana juga mengatakan kalau setelah mamanya menianggal ia hidup mandiri dan bekerja keras tanpa memikirkan kesenangan dirinya sendiri, bahkan terkadang pakaian yang akan ia kenakan Reyhanlah yang membelikannya.


"Nak, kemarilah!"


Mama Reyhan membentangkan tangannya, beliau tersenyum dan mengisyaratkan kalau Tania datanglah kepelukannnya, dan tentu saja dengan senang hati Kiana langsung menjatuhkan tubuhnya kedalam pangkuan mama Reyhan.


Hangat!


Pelukan hangat dari seorang ibu yang persis sama dengan pelukan mamanya membuat Kiana bisa melepaskan sedikit kerinduannya kepada mamanya yang telah tiada.


Kiana bersyukur karena wanita yang saat ini memeluknya akan menjadi mertuanya dan tidak ada lagi yang lebih membahagiakan bagi Kiana selain bisa diperlakukan seperti anak sendiri oleh calon mertuanya.

__ADS_1


"Mama sama Kiana dari tadi pelukan aja, Reyhan juga ingin dipeluk dong!" timpal Reyhan.


"Enak aja peluk-peluk, nyetir yang benar!"


__ADS_2