Upik Abu Vs Bad Boy

Upik Abu Vs Bad Boy
Permintaan Ibu


__ADS_3

Kiana menatap ibunya dengan tatapan iba dengan hati yang saat ini tengah berkecamuk. Wajah ibunya saat ini terlihat seperti wajah mamanya ketika akan pergi meninggalkannya. Kiana tidak ingin menyia-nyiakan lagi kesempatan untuk membahagiakan hati orang tuanya. Kiana ingin mengabulkan apa yang menjadi keinginan ibunya, walupun permintaan itu mungkin saja permintaan sulit, karena bagi Kiana membahagiakan ibunya adalah hal yang sangat penting dan paling utama saat ini.


"Nak Reyhan."


Ibu melambaikan tangannya dan menatap ke arah Reyhan yang saat ini masih berdiam diri dalam keadaan mematung, menatap ke arah Kiana dan bi Iyem, sepertinya tengah memberikan kesempatan kepada ibu dan anak itu untuk melepaskan kerinduannya. Namun, bi Iyem sepertinya ingin menyampaikan sesuatu kepada Reyhan.


"Rey, kemarilah! Ibu memanggilmu," ucap Kiana sembari menggenggam tangan Reyhan untuk mendekatinya.


Kiana sangat tahu kalau beberapa minggu ini hubungan Reyhan dengan ibunya sedang tidak baik, sehingga ada rasa segan di hati Reyhan untuk terlalu ikut campur ke dalam kehidupan pribadi Kiana dan ibunya.


"Iya, Ibu," ucap Reyhan sembari berjalan mendekati ibu.


Reyhan berusaha tersenyum walaupun senyumnya terlihat sangat kaku dan canggung.


"Nak Reyhan."


Ibu mengulurkan tangannya, seolah ingin Reyhan menggenggam tangan itu.


"Reyhan menyambut tangan itu dan menggenggam tangan itu dengan lembut, penuh cinta dan kasih sayang yang tulus seperti sayangnya seorang anak kepada ibunya.


Ibu kemudian menggenggam tanganku dengan tangan kirinya, kemudian beliau menautkan tangan Reyhan kepadaku, hingga kini tangan kami bertiga menyatu.


"Nak Reyhan, Nak Kiana adalah titipan berharga yang Nyonya titipkan kepada Ibu, jadi Ibu tidak lagi menganggap beliau seperti majikan tapi sudah seperti anak sendiri karena Ibu telah merawat Nak Kiana sejak ia lahir. Jadi, Ibu sangat ingin sekali Nak Kiana berhahagia dan tidak lagi menangis karena ketika ia menagis maka hati Ibu akan terasa sangat sakit dan terluka."


Bi Iyem mengungkapkan apa yang terasa di hatinya dengan mata berkaca-kaca.


Rasa haru membuat Kiana tidak ingin menyakiti ibu, karena ia benar-benar merasa sangat beruntung sekali memiliki seorang ibu seperti bi Iyem, mereka berdua tidak punya hubunga darah sama sekali tapi memiliki cinta yang teramat sangat tulus dan ikhlas.


"Nak Reyhan, apakah kamu serius menyayangi Kiana?"

__ADS_1


Bi Iyem langsung saja mengutarakan isi hatinya dan menanyakan langsung kepada Reyhan tentang isi hatinya di hadapan Kiana.


"Benar, Ibu, saya mencintai Kiana dan saya ingin menikahi Kiana," ucap Reyhan lantang dan terdengar sangat meyakinkan sekali.


"Apa Nak Reyhan bisa memperjuangkan Kiana dihadapan orang tua? Apakah Nak Reyhan serius ingin menikahi Nak Kiana suatu hari nanti? Karena menikah bukan hanya Nak Reyhan dan Kiana saja, tapi juga menyatukan dua keluarga, terlebih lagi ada calon tunangan Nak Reyhan, bagaimana cara melepaskannya dan jangan sampai menyakiti hatinya apa sudah dipikirkan?" tanya bi Iyem lagi serius.


"Saya akan memperjuangkan Kiana, Bu, kamj akan menikah tamat SMA dan kami tetap akan kuliah, jadi Ibu tidak perlu khawatir," ungkap Reyhan dengan sangat yakin.


"Kiana mengalami rasa sakit dan trauma berat karena kedua orang tuanya berpisah karena sebuah penghianatan. Hatinya sangat hancur dan terluka, jadi hanya lelaki yang baik dan setia yang pantas menjadi suami Kiana kelak. Jika Nak Reyhan benar-benar serius kepada Tania, segeralah lamar dengan membawa kedua orang tua, tapi kalau tidak serius maka Ibu akan meminta Nak Rendi yang akan menikahi Kiana, karena lelaki itu sudah membuktikan keseriusannya untuk Kiana kepada ibu.


Reyhan merasa tertantang, ia tidak ingin wanita yang sangat ia cintai menikah dengan lelaki lain terlebih lagi itu adalah Rendi, lelaki yang pernah menyakiti hati Kiana.


"Beri saya waktu satu minggu untuk menyelesaikan semuanya, saya akan datang dengan kedua orang tua saya untuk melamar Tania, Bu," ucap Reyhan dengan sangat meyakinkan.


"Baiklah, Nak, buktikanlah kata-katamu jika kamu adalah lelaki sejati," ucap bi Iyem dengan senyuman.


"Kalau begitu saya pamit dulu untuk menemui kedua orang tua saya, jika terjadi sesuatu atau mungkin Ibu dan Kiana membutuhkan bantuan, hubungi saja saya, saya pasti akan segera datang," ucap Rethan lagi dengan semangat yang terlihat sangat membara.


Setelah menyalami dan mencium punggung tangan bi Iyem, Reyhan berpamitan untuk pulang menemui orang tuanya. Sementara Kiana saat ini mengikiti langkah kaki Reyhan dan mengantarkan lelaki itu sampai ke parkiran.


Reyhan tidak menyadari Kiana mengikutinya karena ia terlalu fokus untuk membuktikan cinta dan sayangnya kepada Kiana.


Namun, Reyhan tersadarkan karena Kiana tersandung.


"Aw, sakit!" pekik Kiana ketika ia tersungkur ke lantai hingga membuat kakinya terluka.


Reyhan membalikkan badannya karenaia mendengar suara pekik Kiana yang terdengar sangat keras sekali.


"Kiana, kamu tidak apa-apa?" ungkap Reyhan sembari berjalan menghampiri Kiana yang saat ini tengah kesakitan.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, Rey."


Reyhan mencoba bangkit dan kembali berdiri, namun ia tidak sanggup menjaga keseimbangannya, hingga ia hampir saja tersandung lagi. Beruntung Reyhan langsung menggenggam tangan Kiana dan menghalangi gadis cantik itu untuk terjatuh.


Gerakan sigap yang dilakukan Reyhan membawa Kiana kedalam pelukannya hingga saat ini posisi tubuh Reyhan dan Kiana menjadi sangat dekat.


Keduanya bisa merasakan debaran jantung masing-masing yang membuat keduanya tidak lagi bisa membohongi perasaan masing-masing. ya, ada cinta yang bersemi di hati keduanya, cinya yang tidak mereka sadari selama ini. Cinta yang tumbuh sejak pertama masuk SMA dan terus tumbuh dan berkembang sampai hari ini bahkan setelah bertahun-tahun lamanya terkibur dan terpendam.


'Ya Allah, apakah lelaki yang bernama Reyhan ini jodohku? Dia seperti lelaki baik yang selama ini aku cari, dia sepertinya lelaki yang bisa menjadi iman dan bisa membimbingku menuju surga-Mu. Jika boleh aku meminta, apakah boleh aku mendoakan lelaki itu menjadi suamiku? Jika dia jodohku maka permudahlah jalannya, dan hancurkanlah semua penghalang yang menghalangi hubungan kami untuk bisa bersatu. Terlebih lagi aku masih muda, jika memang ini yang terbaik maka aku siap menikah muda,' ucap Kiana di dalam hatinya dengan harapan agar Rendra menjadi kekasih hatinya.


Huft ...


Kiana menarik nafas panjang, karena ia tidak sanggup lagi menahan gejolak di dadanya.


"Kia, kamu bisa merasakan debaran jantungku bukan?" ucap Reyhan lembut sembari menatap wajah Kiana yang kini tertunduk malu dan diam dalam kebisuannya.


"Kiana, rasa ini masih tetap sama sejak pertama kali kita bertemu hingga saat ini."


Reyhan lagi dan lagi memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaannya kepada Kiana, perasaan yang ia sembunyikan sejak lama karena ia tidak ingin persahabatan mereka menjadi rusak dan hancur karena sebuah rasa yang menggelora.


"Kia, aku akan menikahimu, jadi tunggulah aku" ucap Reyhan.


Lelaki tampan itu lansung menggendong Kiana dan membawa Kiana memasuki mobilnya.


"Reyhan, apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!" protes Kiana sembari menggoyang-goyangkan kedua kakinya.


Namun, Reyhan hanya diam dan terus berjalan membawa Kiana memasuki mobilnya tanpa mempedulikan teriakan Kiana.


"Reyhan, kamu akan membawaku kemana? Ibu sedang membutuhkanku!"

__ADS_1


"Aku akan menculikmu dan mengajakmu kawin lari!"


__ADS_2