
Bi Iyem merasa sangat senang diperhatikan oleh gadis secantik dan sebaik Kiana, wanita yang dulu adalah majikannya, sekarang menjadi anak angkatnya.
"Rey, makanlah!"
Pandangan Kiana kini tertuju pada Reyhan yang sedari tadi memilih untuk lebih banyak diam dan tidak berkutik karena kehadirannya disini seolah tidak dianggap oleh bi Iyem dan Rendi, karena hanya Rendi yang mendapatkan perlakuan khusus dan istimewa dari Iyem.
"Terima kasih, Kia," balas Reyhan dengan senyum tipis yang ia paksakan.
Sebenarnya pantai ini adalah tempat yang sering Kiana kunjungi bersama Reyhan sebagai hadiah ketika Kiana telah bekerja keras atau saat mereka berdua merasa lelah dan capek dengan rutinitas sekolah, mereka akan cabut ke pantai hanya untuk menenangkan hati dan pikiran mereka.
Waktu itu saat itu mereka masih duduk di kelas VII, mereka pertama kali bertemu pada acara orientasi siswa baru.
Saat itu Kiana dan Reyhan tengah dihukum untuk berlari keliling lapangan sekolah sebanyak 20 kali putaran. Lapangan yang luasnya lebih kurang 1 Ha itu akan dikelilingi pada siang bolong. Tentu saja mau tidak mau keduanya harus menuruti keinginan senior agar tidak dicap sebagai junior yang pembangkang. Ya, walaupun Reyhan adalah anak pemilik yayasan tapi karena Kiana sedang di hukum maka Reyhan memilih dihukum juga karena ia ingin menemani Kiana.
"Capek!"
Setelah berhasil mengelilingi 10 putaran, Kiana merasa teramat sangat lelah dan capek, hingga ia berniat untuk berhenti saja walaupun resikonya mungkin saja akan mendapatkan hukuman yang lebih arah dari para senior.
"Hai, anak manja, mengapa berhenti?" ucap Reyhan menghampiri Kiana.
Reyhan berusaha mengimbangi langkah kaki Kiana, gadis cantik yang menarik hatinya pada pandangan pertama. Reyhan ingin mendampingi Tania agar gadis cantik itu tidak dihukum sendirian.
"Kenapa kamu ngikutin aku? Kalau mau lari ya duluan saja!" ucap Kiana sinis.
Sebagai gadis cantik dari keluarga kaya raya, Kiana sangat manja dan juga sombong. Sikap egois dengan gengsi yang berlebihan membuat Reyhan menyukainya karena bagi Reyhan sikap Kiana terlihat sangat luci dan imut sekali.
"Gw nggak ngikutin lo. Gw hanya berjalan sesuai dengan kemana kaki gw melangkah."
Reyhan juga adalah lelaki tampan dari keluarga kaya raya, sikapnya juga sombong dan persis sama dengan Kiana. Begitu banyak wanita yang ingin sekali menjadi kekasih hati Reyhan dan mengejar-ngejar lelaki tampan itu saat pertama kali ia menginjakkan kaki di SMA, mulai dari teman-teman seangkatannya sampai kepada seniornya. Namun, Reyhan hanya tertarik kepada Kiana yang sama sekali tidak memandangnya, sehingga membully dan memperlakukan Kiana buruk adalah cara yang paling tepat yang Reyhan lakukan agar bisa selalu dekat dengan Kiana.
Reyhan adalah lelaki yang sangat tidak suka dikejar dan ia akan tertarik kepada wanita yang sama sekali acuh tak acuh kepadanya.
__ADS_1
"Mau lari sama gw?"
Reyhan mengulurkan tangannya dengan senyum cool yang ia perlihatkan di wajah tampannya.
Kiana menatap wajah itu, tidak terlihat ketidaktulusan sama sekali, dan entah mengapa Kiana ingin menerima bantuan yang Reyhan tawarkan. Reyhan meraih tangan Kiana dan kini mereka berdua berlari keliling lapangan selama 20 putaran dengan hati dan perasaan lega.
Capek!
Tentu saja saat ini keduanya merasa teramat sangat capek dan lelah, bahkan peluh mengalir di wajah keduanya.
Kiana kemudian membaringkan tubuhnya di lapangan hijau itu sembari menatap langit biru yang sangat cerah.
Reyhan kemudian menghalangi matahari yang menyengat mata Kiana dengan tangannya, ia terlihat ingin melindungi Kiana sebagai seorang lelaki baik yang menjaga wanita yang sangat dicintainya.
"Terima kasih," ucap Kiana lembut dengan senyum yang terlihat menawan.
Kiana merasa teramat sangat senang sekali ketika ada seseorang yang sangat baik dan peduli kepadanya, bahkan rela kepanasan demi melindunginya.
Sungguh, dengan menatap Reyhan saja maka hati akan merasa tenang dan damai.
"Iya, kamu tahu dari mana?"
"Siapa sih yang nggak kenal Kiana, anak baru yang wajahnya teramat sangat cantik dan dikejar-kejar oleh banyak pria, tapi orangnya sangat cuek dan punya prinsip."
Penilaian Reyhan terhadap Kiana memang benar adanya, dan Kiana tidak menyangka lelaki yang ada di depannya itu mengetahui banyak hal tentang dirinya padahal Kiana sama sekali tidak tahu dengan nama lelaki itu.
Kiana tahu kalau mereka berdua sekelas dan Kiana tahu semua wanita sangat ingin dekat dengan Reyhan, tapi itu semua tidak membuat Tania tertarik kepada Reyhan.
"Nama kamu siapa?" tanya Kiana.
Kiana bukanlah gadis yang penasaran dengan kehidupan orang lain, tapi Kiana bukanlah orang yang tidak tahu terima kasih karena kedua orang tuanya mengajarkan ia untuk mau berterima kasih kepada orang lain yang membantunya.
__ADS_1
"Cuma kamu seorang gadis yang tidak tahu namaku," ucap Reyhan engan senyum sinis.
"Emangnya aku harus tahu namamu? Rasanya aku tidak tertarik mengenal kehidupan orang lain yang tidak terlalu dekat denganku," jelas Kiana.
"Lo benar-benar luar biasa, Kiana," ucap Reyhan sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku tidak suka dengan panggilan lo dan gw seperti itu," ucap Kiana lagi.
Kiana merasa panggilan seperti itu tidak sopan didengarnya.
"Tapi gw suka dengan panggilan seperti itu, dari pada panggilan aku dan kamu yang terdengar manja," ujar Reyhan.
Kiana kemudian bangkit dari pembaringannya, ia duduk di samping Reyhan sembari menatap ke arah lelaki yang sangat tampan itu.
"Namaku Kiana, nama kamu siapa?"
Kiana mengulurkan tangannya dan memberikan salam perkenalan secara resmi kepada Reyhan, lelaki yang telah menemaninya menjalani hukuman dari senior.
"Nama gw Reyhan," balas Reyhan sembari menjabat tangan Kiana.
Reyhan dan Kiana menjadi sangat dekat dan akrab sejak hari itu, bahkan mereka berdua sering berantem dan berargumen mulut karena perbedaan pendapat. Reyhan juga sering mengganggu Kiana dan membuat Kiana merasa sangat kesal seperti apa yang dilakukannya saat ini di kantor saat mereka bekerja sama. Namun, terkadang Reyhan bersikap sangat baik dan manis kepada Kiana, tidak akan pernah sekalipun ia membiarkan Kiana merasa bersedih dan mengeluarkan air mata karena itu akan melukai hatinya.
Reyhan bahkan mengatakan kepada semua orang bahwa tidak ada orang yang boleh mengganggu atau mendekati Kiana selain dirinya, karena ia tidak suka ada orang lain yang dekat dengan Kiana selain dirinya.
Jika mereka berdua merasa bosan belajar atau salah satu dari mereka sedang mengalami kesedihan, maka mereka berdua akan cabut dari jam pelajaran untuk menenangkan diri di pantai sembari memandang lautan lepas agar perasaan keduanya menjadi lebih baik.
"Kiana, apakah kamu ingat masa pertama kita bertemu di SMA kita?" tanya Reyhan seketika membuyarkan lamunan Kiana akan masa lalu mereka yang teramat sangat indah itu.
Huft ...
Kiana menarik nafas panjang, kemudian tersenyum kepada Reyhan, membenarkan apa yang ditanyakan oleh Reyhan. Ya, kedekatan Kiana dan Reyhan seperti seasang sepatu yang saling melengkapi dan tidak akan berarti jika salah sau dari mereka hilang. Hingga sekarang tidak ada yang bisa dilakukan oleh bi Iyem dan Rendi selain menatap ke arah keduanya secara bergantian.
__ADS_1
"Kiana, di depan Ibumu, aku ingin melamarmu lagi, maukah kamu menikah menikah denganku suatu hari nanti?" ungkap Reyhan sekali lagi.