
“Alhena Bunda nanyain” ucap Althara di sebrang telepon sana ketika aku sedang membaca novel ku di atas kasur.
“Bilang Bunda salam dari aku”
“Bukan ngasih salam Al, Bunda nanyain kamu kapan mau bikin kue lagi katanya”
“Hahaha iya udah nanti libur sekolah aku kesana”
“Bunda bikin resep baru”
“O ya ?”
“Bunda bilang nanti lagi kalo mau bikin kue bilang Bunda dulu biar ga gagal lagi”
“Loh itu kan kamu yang salah”
Aku tertawa mengingat kejadian minggu kemarin di rumah Althara. Ketika aku dan dia sedang memepersiapkan pesta kejutan untuk ulang tahun Bunda nya. Kita dengan percaya diri nya berusaha membuat Kue di rumah Althara dengan resep yang kita pelajari di website. Namun semua begitu gagal, karena timer yang di pasang Althara di oven terlalu lama, dan rasa kue pun terasa begitu manis.
“Iya makan nya nanti lagi harus bilang dulu Bunda”
“Kan kita mau kasih kejutan ceritanya,mana bisa kita bilang Bunda”
“Kata Bunda gak apa-apa nanti dia pura-pura gak tau”
Althara terus saja membuat ku tertawa dengan candaan nya.
“Oh iya besok pulang sekolah anter aku ke toko buku ya” pinta ku mengingat buku bacaan ku sudah mulai habis.
“Okee, berarti aku harus persiapkan diri”
“Untuk?”
“Kamu kalo di toko buku kan suka gak tau waktu”
“Emang iya?” Tanya ku terkekeh menyadari kelakuan ku yang selalu membuat dia menunggu ku begitu lama demi menyisir semua Novel di toko buku.
“Kita liat aja besok,seberapa cepet kamu bisa keluar di toko buku”
“Jangan di timer gitu dong, iya iya maaf, aku kan ga bisa nyari buku sembarangan, nanti kalo buku yang aku beli ternyata ga sesuai pas nyampe rumah gimana?”
“Haha iya, ya udah kamu tidur”
“Kamu udah ngantuk?”
“Emang harus nunggu ngantuk dulu ya untuk tidur?”
“Ya ngga, tapi aku kan masih mau teleponan”
“Alhena ini udah malem, jangan sampe besok aku telat untuk jemput kamu sekolah”
“Gak apa apa Althara, sesekali kamu harus melakukan kesalahan haha” ucap ku yang malah membuat nya diam.
“Hallo” ucap ku, memastikan bahwa Althara masih tersambung.
__ADS_1
“Aku ga pernah mau untuk membuat kesalahan Al” ucap nya membuat ku tersentak.
“Kok kamu nganggap serius sih?”
“Ngga, aku emang ga pernah mau buat kesalahan apapun ke kamu, aku ga pernah mau buat kamu kecewa Alhena”
“Kamu ga pernah buat aku kecewa Althara”
“Aku tahu itu,karena memang aku tidak pernah salah” ucap nya lagi-lagi percaya diri.
Aku memutarkan bola mata ku,karena bisa-bisa nya Althara membuat ku syok seperti itu.
“Iya iya emang Althara ga pernah buat salah”
“Hahaha”
“Ya udah aku mau tidur”
“Selamat tidur Alhena”
“Selamat tidur Althara”
“I Love You”
“Iya selamat malam” jahil ku tak menghiraukan kata I Love You nya.
“I Love You” ucap nya lagi
Lalu aku menutup telepon nya. Aku manjahilinya dengan tidak mengatakan 'I Love You too seperti biasa' aku ingin lihat dia marah.
Aku mengangkat telepon nya sambil menahan tawa.
“Apa? Katanya suruh aku untuk tidur cepat”
“I Love You Alhena” ucap nya tanpa menggubris ku.
“Haha iya, I Love You too Althara” ucap ku. Lalu dia menutup telepon
Aku menggelengkan kepalaku dengan tingkah Althara yang selalu membuat ku tersenyum bahagia. Rasa cinta ku selalu bertambah setiap harinya karena bagaimana cara dia memperlakukan ku. Dia cinta pertama ku.
Keesokan nya di toko buku. Aku terus menyisir setiap buku di semua lorong Novel. Althara membawa kamera nya ke toko buku saat itu. Dia terus memotret ku tanpa meminta ku untuk bergaya,dia bilang biar dia fhoto aku secara candid. Dia mencoba melatih kemahiran nya dalam memotret objek nya.
Aku tak menghiraukan Althara dan terus mencari cari novel yang menarik.
“Al coba liat ini deh” ucap ku menunjukan belakang buku novel. Dan membacakan untuk nya.
“Polaris. Bintang yang telah menjadi poros, di kelilingi bintang-bintang lain di sekitar nya,dan dia adalah salah satu bintang yang tidak pernah berpindah kemana mana. Dan kamu tau ga polaris ini di sebut juga..”
“Drhuva” potong nya ketika aku belum selesai menjelaskan kepadanya.
Aku mengerutkan kening ku.
“Kok kamu tahu?”
__ADS_1
“Dhruva artinya tidak bergerak,dan bintang yang mengelilingi Dhruva di sebut Brahmi yang artinya putaran”
dia membuat ku terpaku dengan pengetahuan nya tentang cerita Drhuva yang menjadi cerita favorit ku.
“Kamu tahu, tanpa aku sadar aku merasa menjadi Brahmi dan kamu adalah Drhuva. Aku selalu berputar di sekitar kamu dan tidak bisa kemana mana selain ada di sekeliling kamu”
Aku tertawa mendengar nya.
“Kamu emang ga boleh kemana mana Althara” ucap ku sambil tersenyum dan kembali menyimpan buku itu ke tempat nya.
“Alhena” panggil nya meminta ku untuk mendengar nya.
Aku diam menatap nya sambil tersenyum menunggu dia melanjutkan bicaranya.
“Walaupun aku ga ada di sisi kamu, kamu harus tau kalo aku akan ada di sekitar kamu tanpa kamu sadari”
aku merasa ucapan Althara bermakna sesuatu yang besar. Lalu dia kembali memotret ku yang sedang tertegun bingung dengan apa yang di ucapkan nya.
Aku menggelengkan kepala ku dengan masih saja tersenyum dengan tingkah nya yang selalu membuat ku tersanjung.
Selesai membeli beberapa buku aku dan Althara makan di sebuah restaurant junkfood favorit kami. Membeli sebuah cheeseburger dan coca cola menu favorit kami.
“Aku boleh minjem handphone kamu? Aku mau ikut simpen data aku” ucap Althara ketika kami tengah menyantap makanan nya.
Aku menganggukan kepala untuk menjawab,karena mulut ku sudah penuh dengan burger yang baru saja masuk kedalam mulutku.
“Aku kirim data nya ya” aku menganggukan lagi kepalaku.
Pesan masuk dengan sebuah nama di layar ponsel, Mr.Strange. Althara melirik layar ponsel ku yang menyala,aku terkejut karena lupa mengganti nama Althara di handphone ku. Dari pertama kali Althara mengirim pesan kepadaku ketika acara lomba musik 2 tahun lalu,aku sudah menulis nama kontak Althara dengan Mr.Strange,namun sekarang aku menambahkan tanda hati di belakang nya,dan Althara tidak pernah mengecek handphone ku.
Aku langsung mengambil ponsel ku dan menyembunyikan nya di bawah meja. Dia memicingkan matanya.
“Sini aku liat Hp nya” ucap nya dingin.
“Bentar.. bentar” ucap ku berusaha menjauhkan handphone ku.
“Alhena” panggil nya dengan sinis.
“Iya bentar”
Lalu dia berdiri dari duduk nya dan menghampiri kursiku.
“Sebentar Althara aku pinjem dulu” ucapku sambil tertawa berusaha menyembunyikan handphone ku.
Namun Althara berhasil merebut nya dari tangan ku, lalu dia duduk kembali di kursinya. Aku panik sekaligus ingin tertawa,karena bisa-bisanya aku selalu lupa untuk mengganti nama Althara di handphone ku.
Dia melihat handphone ku lalu menatap ku tajam. Aku menunjukan sederet gigiku kepadanya merasa bersalah. Dia mengotak atik handphone ku dan memberikan nya lagi kepadaku. Ku lihat nama kontak nya sudah berganti menjadi ‘Amo Stella’ lagi-lagi dia memakai bahasa asing untuk membuat ku bingung.
“Amo stella?” Tanyaku.
“Laki-laki tampan” aku mengerut kan kening ku menatap sebal betapa percaya dirinya dia.
“Stella meus” ucap ku. Althara menatap ku dengan terpaku.
__ADS_1
“Kamu nyebelin kan artinya ?” Ucapku menjelaskan.
Lalu dia menertawakan ku.