
“Ri, pesanan atas nama Mr.Zidan udah di anter?” Tanya ku kepada Riani yang baru saja menerima pesanan di samping ku.
“Udah udah aman”
“Oh oke”
Hari itu aku kembali di sibukan dengan ramai nya di Restaurant. Ada Daniel di meja kerja nya,dia sedang menelepon seseorang dengan bahasa italia nya,yang tidak ada seorang pun mengerti bahasanya.
“Amo stella” aku terkejur mendengar Daniel mengucapkan kata yang selama ini masih aku ingat.
Entah apa yang di bicarakan Daniel namun kata “amo stella” telah menggangguku dan membuat ku kembali mengingat Althara.
“Al,boleh aku pinjam komputernya sebentar” ucap Daniel membuyarkan lamunan ku.
“Oh iya” aku menggeserkan tubuhku dan Meminjamkan Daniel komputerku.
“Niel” panggil ku dengan ragu.
“Ya” jawab nya tanpa menoleh.
Sekarang aku bisa memanggil nya dengan nama,agar dia tidak selalu berisik mengeluh karena selalu aku panggil dengan nama 'Bapak'.
“Tadi aku denger kamu sebut kata kata ‘amo stella’ itu apa ya?” Tanya ku dengan hati-hati.
“Soalnya aku pernah denger kata itu tapi aku tidak tahu artinya” ucapku berbohong.
Selama ini aku selalu merasa ragu dengan arti dari amo stella yang selalu di katakan Althara setiap waktunya,bahkan nama kontak dia,dia tulis dengan 'Amo Stella' yang menurut Althara artinya 'tampan'.
“Amo stella itu bahasa latin, yang artinya bintang ku” ujar nya menjelaskan.
Aku langsung terpatung dan melamun mengingat Althara. Ingatan ku kembali ke masa-masa itu,dimana aku dan Althara selalu membahas tentang bintang.
“temen aku ada yang…”
Aku tak lagi mendengarkan kelanjutan cerita Daniel,mendengar arti ‘amo stella’ saja sudah cukup untuk ku dengar dan membuat ku mengingat kembali Althara yang selalu di sebutnya. Dulu Althara selalu menyebutkan kata itu setiap kali dia menatap ku dan menyanjungku. Aku selalu percaya padanya bahwa arti dari ‘amo stella’ adalah ‘laki-laki tampan’.
“Alhena” panggil Daniel.
“Oh iya kenapa?”
“Kok kamu malah ngelamun sih?”
Aku langsung tersadar dan menggaruk kening ku yang tidak gatal ini.
“Ngga,aku cuma..” aku masih mencari alasan untuk itu.
“lagi mikirin bahan meeting untuk besok niel” ucapku mengelak.
Daniel tersenyum kepadaku.
“Kamu ga perlu mikirin itu al,kamu fokus aja hari ini ya, aku liat kamu lagi ga sehat akhir-akhir ini, jangan sampe kamu sakit karena terlalu capek kerja ya al”
Terlihat begitu tulus Daniel mengkhawatirkan ku. Aku juga merasa kalau Daniel memang selalu berusaha untuk mendekatiku lebih jauh,namun entah mengapa Daniel bukanlah orang yang tepat untuk menggantikan posisi Althara.
Malam hari di kamarku Rey menelepon untuk meminta aku melihat hasil karya foto nya yang sudah di upload di Instagram pribadinya. Aku membuka laptop ku dan segera melihat Instagram Rey.
“Bagus kan?” Tanya nya di sebrang telepon.
Aku melihat beberapa foto ku yang di upload Rey. Selama ini Rey memang senang memotret ku secara diam-diam,karena dia tau aku tidak suka berfoto. Bahkan aku tidak pernah mau di ajak Rey sebagai model untuk project nya.
Aku semakin hari semakin intens berkomunikasi dengan Rey. Aku bisa menerima kehadiran nya asalkan dia tidak berusaha untuk masuk lebih jauh dalam kehidupan ku.
“Rey,ini banyak banget sih foto nya. Aku nya jelek lagi” aku mengeluh dengan banyak nya foto ku di Instagram Rey.
“Kalo kamu jelek,ga akan mungkin banyak yang suka postingan aku dan buktinya banyak yang sangka kalo kamu itu udah kaya model kan? Coba baca comment nya deh”
“Iya itu kan karena memang kamu yang jago motret,bukan karena aku nya”
__ADS_1
“Haha,oh iya besok jadi ke toko buku kan?” Tanya Rey mengingat aku meminta dia untuk marngantar ku ke toko buku.
Sudah beberapa kali Rey mengantarku ke toko buku di saat Riani tidak bisa, dan Rey lebih sabar dari Riani yang selalu jenuh dan mengeluh menungguku di toko buku.
“Jadi,besok aku pulang lebih awal”
“Oke kalo gitu,ya udah. Selamat malam Alhena”
“Selamat malam Rey”
Lalu dia menutup telepon nya. Aku tatap layar ponsel ku dan meratapi nya.
Sekarang Rey terasa menyenangkan. Dia berusaha untuk tidak membuat ku menjauhi nya,dia sudah menjadi teman yang baik untuk ku. Walaupun sesekali dia sering merayuku,namun aku selalu memberikan pengertian kepadanya jika aku masih belum siap untuk membuka hati ku dan aku tidak mau menceritakan apapun kepada Rey. Dan akhirnya Rey mengerti,dan dia sekarang berubah menjadi teman yang menyenangkan
untuk ku.
Keesokan hari nya Rey datang lebih awal ke Resto dengan tergesa-gesa.
“Rey?” Aku menghampiri nya.
“Alhena aku minta maaf,hari ini aku ga bisa anter kamu ke toko buku”
“Ada apa?”
“Temen aku yang kuliah di Jerman dia baru pulang hari ini,aku dan teman-teman ku mau jemput dia di Bandara sekarang, gak apa-apa kan aku ga anter kamu hari ini?”
“Temen satu Universitas kamu dulu?” Tanyaku
“Iya”
“Oke gak apa-apa Rey,aku bisa sendiri kok”
“Bener gak apa-apa?”
“Iya Rey,gak apa apa”
Aku menggelengkan kepalaku melihat tingkah nya.
Beberapa jam berlalu di Bandara.
Rey dan teman-teman nya sudah menunggu seseorang di tempat makan yang berada di Bandara untuk menunggu teman nya yang baru pulang dari luar Negri,mereka semua menunggu sambil makanengobrol dan bercanda.
Seorang laki-laki berjalan di loby Bandara menyeret koper besar berwarna biru. Laki-laki yang bertubuh tinggu,berkulit putih,gagah dan tampilan nya yang casual membuat dia berjalan di bandara layak nya model hollywood.
“Tara..” teriak Sam kepada laki-laki itu sambil mengangkat tangan nya.
Laki-laki itu membalas lambaian tangan nya dan segera menghampiri Rey dan teman-teman nya yang lain.
Semua laki-laki disana menyambut dia dengan bersalaman dan memeluk nya dengan gembira.
“Gila, akhirnya kuliah lo kelar juga tar” ujar Sam.
“Gue kira lo masih betah diem disana lama lama” ledek Rey.
“Ngga lah,gue juga pengen lulus nyusul kalian” ujar laki-laki itu.
“Lo sehat ? Gimana akhirnya ? lo dapet cewe ga disana?” Ujar Fadil menggoda dia.
Laki-laki itu hanya menggelengkan kepala nya sambil tersenyum.
“Dil,dil lo kayak yang ga tau Althara aja,dia kan setia banget sama cewenya di Indo,segimana pun lo kasih cewe telanjang di depan dia. Paling tuh cewe hypotermia karna di diemin Althara” semua orang tertawa dengan celotehan Sam,Yang memang benar adanya.
Kesetiaan Althara begitu kuat membuat heran teman-teman nya,karena dari semenjak Althara masuk kuliah di Jakarta sampai pindah ke Jerman dia tidak pernah sekalipun mencoba untuk membuka hati kepada wanita lain.
“Ya udah yuk cabut kerumah gue,Bunda udah masakin makanan buat kalian” ajak Althara.
“Asiikkk Bunda masak besar nih kayak nya” ujar Rey yang tampak akrab sekali dengan orang tua Althara.
__ADS_1
Posisi di dalam mobil. Rey menyetir Fadil di samping nya,Althara dan Sam berada di kursi belakang.
“Oh iya,pameran lukisan lo bulan depan udah aman kan?” Tanya Rey.
“Aman udah, tinggal beberapa lukisan lagi yang belum gue kelarin”
“Gue udah bilang cewe gue buat bantu lo nanti disana, dia udah mau akhirnya,seengganya kita ada tenaga tambahan buat manage acara lo” ujar Fadil tanpa menoleh kebelakang.
“thank banget ya kalian udah bantuin gue”
“gue juga mau bawa cewe baru gue ntar kesana” ucap Sam, membuat semua teman nya saling pandang.
“lo punya cewe baru lagi?” tanya Althara.
“ya punya lah”
“Yang kemarin lu kemanain?”
“Udah putus gue,ga suka tuh cewe banyak atur”
“Haha gapapa seengganya lo punya cewe” ujar Althara sambil tersenyum.
“yang gak punya tuh dia” ledek Sam melirik Rey.
“eh, dia hampir punya sekarang tenang aja” tangkis Fadil.
“iya hampir, kalo aja cewe nya udah lupa sama mantan nya” Fadil dan Sam begitu puas menertawakan Rey yang sering mengeluh sulit sekali mendekati wanita itu.
“Hahaha,cewe nya belum bisa move on?” tanya Althara menertawakan,dia tidak sadar jika dirinya pun sama seperti itu.
“iya dia sih ga pernah tentang masa lalu nya, tapi keliatan banget kalo dia itu trauma deket sama cowo, gue aja harus pura-pura berteman sama dia biar bisa deket terus sama dia” ujar Rey bercerita tentang wania yang di sukainya.
“Nih mau liat cewe nya ga?” tanya Sam menunjukan foto seorang perempuan di dalam Instagram Rey.
jantung Althara berdetak begitu kencang ketika melihat seorang wanita yang di kenal nya di dalam Instagram Rey.
Semua fhoto wanita di dalam postingan Rey membuat dia tidak berkedip sedikit pun, dia melihat sosok wanita itu dengan perasaan tidak percaya.
“Nama nya Alhena tambah Sam” Althara tentu tahu siapa wanita itu.
Tidak mungkin Althara lupa dengan seorang wanita yang selama ini sudah mengisi hati nya, dan selama ini sudah di tunggu nya. Namun dia tak percaya wanita ini adalah wanita yang sudah di incar oleh Rey.
Alhena sudah berubah menjadi sosok wanita dewasa yang cantik dengan rambut panjang nya,wajah nya pun tidak berubah,tetap terlihat cantik dan manis,tapi penampilan dia yang dulu hanya gadis anak SMA,sekarang telah berubah menjadi wanita karir yang jauh lebih cantik.
Althara memang sudah jarang sekali bermain sosmed,yang membuat dia akhirnya tidak pernah mengetahui jika wanita nya sudah di incar oleh sahabat nya sendiri.
“Heh Althara” panggil Rey menyadarkan lamunan nya.
“Tamu lo udah lo konfirmasi kan untuk dateng ke pameran lo bulan depan?” tanya Rey lagi.
Althara diam memikirkan sesuatu. Sebuah ide gila tiba-tiba muncul di kepala nya.
“Sorry gue lupa bilang, tamu penting gue ga bisa dateng bulan depan”
Semua orang menatap Althara dengan khawatir,termasuk Rey yang melirik Althar di kaca spion nya.
“dan kayak nya pameran harus gue maju in schedule nya jadi minggu depan biar dia bisa dateng”
Althara berhasil membuat semua teman nya syok di dalam mobil.
“Hah? minggu depan, gila lo?” ujar Fadil menoleh kebelakang dengan kesal.
“Tar, tadi lo bilang udah mateng bulan depan kenapa tiba-tiba lo bilang jadi minggu depan? ” ujar Sam.
“Kenapa ga biarin aja sih tuh tamu ga dateng?” Tambah Fadil.
“Tamu ini terlalu penting buat gue” ujar Althara sambil terus kembali menatap foto Alhena di handphone Sam yang masih di pegang nya.
__ADS_1