
Aku masih memikirkan siapa yang sudah mengirimkan kiriman buket bunga lili itu kerumah. Althara pun ikut memikirkan siapa orang yang sudah berani mengirimkan bunga Lili itu kepadaku.
Malam itu aku begitu di buat gelisah dengan pengirim bunga itu. Jika bukan Roni,lalu siapa yang berani mengirim buket bunga itu ke rumah?
“Alhena” panggil Althara.
Aku menoleh kepadanya. Althara sudah duduk di samping ku.
“Jangan terlalu di fikirkan Al,aku ga mau lihat kamu seperti ini” ujar Althara dengan penuh khawatir.
“Tapi aku masih penasaran dengan buket bunga Lili itu”
“Ya paling itu cuma pengagum rahasia kamu aja”
Aku heran kepadanya,kenapa dia sama sekali tidak terlihat marah.
“Kamu kenapa keliatan biasa aja sih tar?” Ucap ku menatap nya kesal.
Althara menyadari kekesalan ku. Dia mengusap punggung ku dengan lembut.
“Dengar. Siapapun dia,selama dia tidak menyentuh mu ataupun menunjukan wajah nya di hadapan kamu,aku tidak memikirkan nya. Biar dia mengirimkan bunga Lili kepada mu setiap hari asal dia tidak mengusik mu ataupun mengganggu mu. Sampai dia menunjukan dirinya,atau aku akhirnya tahu siapa orang itu,barulah aku akan menghadapi nya,dan akan menghentikan nya. Tapi untuk sekarang,kita aja ga tahu siapa pengirim nya,bagaimana ciri-ciri orang itu,malah membuat kita kebingungan seperti ini kan? Aku ga mau lihat kamu terus cemas seperti ini Al,aku mau kamu tenang” ujar Althara yang memang ada benar nya.
Lalu aku menenangkan diri ku dan mencari jalan keluar agar aku lebih tenang.
“Aku udah menjaga kamu Alhena,aku selalu ada di samping kamu. Kamu jangan takut” ucap nya menenangkan ku.
Aku menganggukan kepala ku dengan raut wajah yang masih saja cemas, karena aku tidak bisa emmbohongi dirriiku jika aku memang masih cemas dengan orang yang sudah berani mengirimkan bunga lili itu kepadaku,
Beberapa hari kemudian bucket bunga Lili itu kembali datang,dan dengan kebetulan Althara sedang di depan rumah membawa berkas di dalam mobil nya. Althara membawa bunga Lili itu masuk ke dalam rumah namun dengan keadaan marah.
Dia tidak pernah membuka sosial media nya. Tapi kali ini dia dengan tidak biasanya membuka sosial media dan menuliskan kata-kata di story nya dengan kata-kata kecewa. Dia hanya menuliskan status “The weak can never forgive. Forgiveness is an attribute of the strong”
Yang artinya “yang lemah tidak pernah bisa memaafkan. Pengampunan adalah atribut yang kuat”
Entah apa maksud dari status Althara,yang pasti dia sudah mengundang orang lain untuk bercomment dan menyemangati nya. Bahkan dia juga meladeni comment dari Tania. Teman SMA nya yang sudah mengusik hubungan ku dan Alhena sebelum nya.
-kenapa Althara?
Tanya Tania di dalam dirrect message Althara.
‘Tidak ada. Aku hanya sedang bosan.’ Balas Althara.
-kamu sedang ada masalah dengan istrimu?
__ADS_1
Balas Tania lagi dengan seolah tahu jika status Althara ada hubungan nya dengan ku.
‘Ya begitulah’ jawab Althara dengan singkat.
-kenapa? Kamu boleh cerita sama aku.
‘Seperti nya ada yang mengganggu rumah tangga ku’
-siapa? Kenapa bisa?
‘Aku juga belum tau’
-apa dari masa lalu Alhena?
‘Aku juga belum tahu pasti,ada yang mengirimkan bunga ke rumah ku untuk Alhena’
-bisa jadi itu dari masa lalu Alhena kan
‘Ya mungkin saja’
-kamu butuh teman?
‘Seperti nya iya’
Lalu chatting mereka terus berlanjut sampai akhirnya mereka bertemu di sebuah Mall besar di Bandung. Althara bilang kepada Tania jika dia butuh teman untuk menemani kegundahan hati nya. Dan Tania menawarkan dirinya untuk di ajak bertemu di Mall besar itu.
Dan Althara sudah lebih dulu datang di sebuah Restaurant makanan Jepang di dalam Mall. Althara tampak datang sendiri dan duduk dengan wajah yang begitu pilu.
“Hay Althara” sapa Tania.
“Hay” balas nya dengan tersenyum manis.
“Apa kabar?” Tanya Tania dengan ikut duduk di depan nya.
“Tidak terlalu baik” jawab Althara dengan dingin.
Tania tampak begitu cantik dan seksi sekali bertemu dengan Althara. Dia terlihat begitu mempesona sekali terlihat dandan nya spesial sekali berniat hanya untuk bertemu Althara.
“Sudah pesan makan?” Tanya Tania.
“Sudah” jawab Althara dengan begitu singkat.
Althara terlihat sekali sedang kacau. Dia begitu gelisah bahkan dia terlihat begitu sedih.
__ADS_1
“Kenapa?” Tanya Tania dengan begitu manis.
“Aku berantem lagi sama Alhena” jawab Althara dengan terus menunduk.
“Karena?” Tanya nya.
Althara terus diam dan menunduk begitu sedih.
“Karena pengirim bunga Lili itu?” Tanya Tania lagi membuat Althara langsung menatap Tania begitu tajam.
“Dengar Althara. Bisa saja itu orang dari masa lalu Alhena,aku yakin Alhena pun pasti tahu dengan siapa pengirim bunga itu hanya saja dia tidak mau mengaku sama kamu” ucap Tani a begitu yakin.
Althara menatap Tania seolah dia sedang mencerna ucapan Tania.
“Bisa saja itu dari mantan Alhena,dan Alhena pun sebenarnya masih selalu berhubungan dengan dia kan? Tapi dia tidak mau bercerita sama kamu,karena takut kamu marah” ujar Tania berusaha menenangkan Althara
“Dari mana kamu tahu ada yang menghubungi Alhena?” Ujar Althara dengan meningat ada yang selalu mengirimkan pesan tanpa pengenal masuk ke dalam handphone ku.
Tania tampak tersenyum dengan begitu manis nya.
“Iya dia pasti masih berhubungan dengan orang lain tar,karena tidak mungkin ada orang yang mengirimkan bunga ke rumah kamu tanpa tahu alamat nya,kenapa ga ke rumah Alhena saja kan? Itu karena Alhena memberi tahu alamat tinggal dia sekarang. Dia tidak mau memberi tahu kamu sebelum nya,dan jadi malah kamu yang mergokin ada pengirim buket bunga Lili ke rumah kamu?” Ujar Tania berusaha menebak situasi.
Ekspresi wajah Althara berubah, dari yang merasa kecewa dan marah, kini menjadi begitu tenang dan menyeramkan. Dia menyandarkan tubuh nya ke kursi, lalu dia menatap tajam Tania dengan begitu mengintimidasi.
“Dari mana kamu tahu kalo Alhena sempat menyembunyikan itu?” Tanya Althara dengan menatap dingin Tania.
Tania tampak panik dan gugup.
“Ya karena,dia sudah pasti sempat menyembunyikan nya dong tar,karena dia takut kamu marah” jawab nya berusah begitu setenang mungkin.
“Dan dari mana kamu tahu kalo buket bunga itu adalah bunga Lili? Aku tidak pernah mengatakan bunga apa yang di kirim itu” ujar Althara semakin memojokan Tania.
Tania mengkerutkan kening nya menatap Althara dia semakin cemas dan panik.
“Kamu kan bilang sendiri ke aku waktu itu kalo ada yang kirim bunga Lili kerumah kamu untuk Alhena” jawab Tania dengan tenang.
Althara menggelengkan kepala nya dengan perlahan dan menatap tajam Tania.
“Aku ga pernah bilang bunga itu adalah bunga Lili. Aku masih menyimpan semua pesan kita Tania. Dan dari awal,kamu yang selalu membahas tentang pengirim bunga Lili misterius itu dan bahkan aku pun ga pernah berfikir jika itu dari mantan nya. Kenapa kamu bisa yakin kalo itu dari masalalu Alhena?” Tanya Althara dengan terus menyelidik wajah nya yang mulai gugup.
“Dan dari mana kamu tahu ada yang menghubungi Alhena selama ini?”
Tanya Althara semakin curiga kepada Tania.
__ADS_1
Dia tetap berusaha untuk tenang walaupun terlihat sekali dia sudah mulai panik. Althara terus menatap dia dengan tajam dan penuh dengan kecurigaan.