
“Hah lo ikut lomba musik bareng sama para pangeran ? Serius?” Heboh Venna ketika aku menceritakan semua kejadian kemarin.
Kemarin aku tak sempat bercerita kepada mereka, karena sudah masuk jam pelajaran terakhir dan langsung pulang.
“Berisik deh lo,pangeran dari mana sih? Biasa aja deh” omel ku yang benar-benar kesal karena teman ku malah mendukung ku ikut lomba itu.
“Ya lo beruntung banget dong bisa sering ketemu sama mereka”
“Ya beruntung apanya? Yang ada gue tuh sial tau ga harus ketemu mulu sama mereka” kesalku.
“Lo tuh emang aneh ya, orang lain tuh berebut buat deket sama mereka tau ngga,lo malah ngoceh mulu deh bukan nya lo manfaatin keadaan ini biar lo tambah populer di sekolah” ujar Ghea dengan kesal kepadaku.
Aku menyilangkan tangan ku dengan sinis menatap mereka.
“Tapi tunggu, ka Devan bukan nya siswa terbaik ya di seni musik ? Kok dia ga di ajakin ikut lomba itu ya” tanya Tata yang baru ku sadari.
“Bener juga ya, kok dia ga di ajakin” tambah Ghea.
Aku hanya mengangkat kedua bahuku, tanda tidak tahu dan tanda bahwa aku sama sekali tidak perduli dengan itu.
Bel istirahat kedua berbunyi aku dan ketiga teman ku pergi beriringan menuju kantin. Tiba-tiba kami di hadang oleh seorang laki-laki tinggi,gagah,tampan dan angkuh.
Althara
Aku dan ketiga teman ku berhenti berjalan dan menatap nya dengan bingung.
“Di panggil bu Renatha di ruang musik” ucap nya dengan ketus.
“Iya” ucapku sambil mendelikan mata.
“Sekarang!!” Ujar nya dengan ketus.
“Ish iya , bawel banget jadi cowo” omel ku.
Althara memutarkan tubuhnya dan pergi meninggalkan kami yang masih terpatung. Aku begitu membenci nya, aku terus menekukan wajah ku menatap nya yang sudah berjalan menjauh.
“Ih galak banget sih kak Althara” ucap Tata akhirnya.
“tapi untung dia ganteng” sambung nya membuat ku menatap nya dengan tajam. Tata hanya menyengir dan menunjukan sederet giginya kepadaku.
“Lo kok ga tertarik sama dia ?” Tanya Ghea yang menambah kekesalan ku.
“Udah ah, gue ke ruang seni dulu, bye” kesal ku sambil menyusul Althara dari jauh menuju ruang musik.
Sampai di ruang seni terlihat sudah ada all team yang akan mengikuti lomba musik dan sudah duduk dengan rapih. Aku duduk di samping Kak Edo.
“Okee udah semua kumpul ya, Ibu ada info penting untuk kalian” ucap bu Renatha..
__ADS_1
“Ternyata acara lomba itu akan di adakan hari minggu depan, ibu salah baca pengumuman nya, dan kemarin untung ada yang ngasih tau Ibu kalau Ibu salah liat tanggal”
aku merenyitkan dahiku, melempar pandang pada orang orang di sekitarku.
“Jadi mulai senin depan kalian sudah harus mulai latihan ya selama 1 minggu penuh,dan dispensasi kalian akan Ibu atur ke wali kelas kalian masing-masing”
Aku masih tidak mengerti dengan apa yang di sampaikan Ibu Renatha.
“Maksud ibu kita ga ngikutin pelajar sekolah selama seminggu bu?” Tanyaku memperjelas.
“Oh iya ibu lupa kalau ini adalah kali pertama kamu untuk ikut lomba ya” ujarnya tersenyum..
“Iya al jadi selama 6 hari kedepan kamu ga perlu ikut pelajaran sekolah, mulai dari hari senin dan sampai sabtu, dan hari minggu nya kita langsung pergi lomba”
Begitu terkejut aku mendengar nya karena selama satu minggu aku tidak akan mengikuti pelajaran sekolah yang membosan kan.
Aku menganggukan kepalaku dan membulatkan mulutku.
“Dan mulai hari senin kita akan mulai latihan di jam 9 pagi ya langsung diruang musik, ibu sudah akan disini lebih dulu untuk memastikan ruangan musik kosong”
aku memikirkan suatu hal yang membuat ku kebingungan.
“Ada yang mau di tanyakan ?”
Aku mengangkat tangan ku.
“Kenapa Alhena?”
“Emang di antara kalian gak ada yang searah ?”
“Ada buuu” seru Kevin. Lalu di menunjuk tepat kebelakang nya.
“Althara searah sama Alhena kok bu, ya kan ?” Tanya nya, dan Althara tak menjawab hanya diam dan menatap Kevin dengan matanya seolah berkata ‘cari perkara lo ya’, sementara aku terus memperingati Kevin dengan tatapan ku yang sinis.
“Ah iya bener bu, Althara searah sama rumah Alhena bu” tambah Rizal, membuatku menatap nya juga dengan kesal.
“Oh iya udah kalo gitu Althara mau kan jemput Alhena ?”
Aku langsung membulatkan mata ku mendengar permintaan Bu Renatha kepada Althara.
“Eh ngga, ngga bu, gak apa apa aku naik angkutan umum aja, bisa kok bu”
“Yakin lo bisa naik umum ? Bukan nya perumahan komplek lu tuh jauh banget ya ke jalan raya ?” Tanya Edo yang semakin membuatku kesal kepadanya.
“Ya kalau ada yang searah kenapa harus naik umum Alhena. Kamu mau kan Althara?” Tanya nya lagi kepada Althara yang dari tadi tidak ada jawaban.
“Oke bu”
__ADS_1
Hah apanya yang oke?
Lalu semua teman-tman nya beradu tos kepalan tangan, terlihat senang sekali sudah mengerjai Althara. Althara hanya memukul kecil kepala Kevin yang tepat berada di depan nya dan ikut tertawa melihat tingkah semua teman-teman nya.
Kenapa bisa bisa nya Althara mau mengikuti keinginan semua teman nya itu,padahal dia bisa saja menolak nya. Hari hari ku akan di buat lebih menyebalkan dengan nya.
Tidak terbayang kan,selama seminggu penuh aku bersama dia yang selalu membuatku jengkel. Rasa bahagia ku dispensasi belajar sirna sudah saat tau akan terus di jemput Althara selama satu minggu.
Setelah pengumuman yang singkat dan pemilihan lagu sudah di putuskan, bu Renatha langsung membubarkan kami. Semua orang di dalam ruangan langsung membereskan barang barang mereka dan segera keluar dari ruangan.
“Tunggu”
aku menghentikan Althara yang baru saja akan pergi keluar ruangan. Semua orang sudah keluar tersisa aku dan althara di dalam sana.
Dia menghentikan langkah nya dan membalikan tubuh nya mentap ku.
“Kenapa ga nolak aja sih ? Gue ga keberatan kok buat naik naik umum, gue juga yakin lo juga gamua kan ?” ujarku.
“Ga usah cerewet, gue jemput tepat waktu dan lo jangan sampe telat, karena gue sama sekali ga suka nunggu” jawab nya dengan begitu sinis lalu kembali pergi meninggalkan ku yang masih saja merasa kesal.
Ish kenapa sih tuh orang
Aku kembali ke dalam kelas ku dengan begitu lemas.
“Lo kenapa ko lemes gitu?” Tanya Tata.
“Lomba ternyata di adain nya minggu depan bukan bulan depan” lemas ku.
“Hah kok bisa sih ?’
“Bu Renatha salah liat tanggal lomba katanya” ucapku sambil menghel anafas yang begitu berat.
“Terus kenapa muka lo kusut gitu ?”
“Selama seminggu gue dispensasi belajar”
“Ya enak dong lo, ga perlu ikut belajar dalam seminggu”
“Iya, kalau aja gue punya suara bagus kayak lo, mending gue aja yang gantiin lo buat ikut lomba itu, udah ga usah belajar seminggu, bisa ketemu cowo-cowo ganteng lagi tiap hari, ah ga kebayang gue” ucap Venna.
Aku berdecak kesal mendengar ucapan Venna yang masih saja berangan untuk dekat denfan Althara dan teman-teman nya.
“Ya bukan nya gue ga mau, sebenernya gue seneng banget pas denger gue mau dispensasi,sampai akhirnya gue tau yang akan anter jemput gue selama latihan itu cowo freak yang bener-bener suka bikin gue kesel”
aku benar-benar heran dengan keputusan Bu Renatha. Aku menutup wajah ku dengan kedua tangan ku, menahan rasa kesal ku.
“Althara?” Tebak Tata. Aku tak menjawab nya hanya terus diam dengan wajah yang terus di tekuk.
__ADS_1
“Oh my god al, seriously ? Lo bakalan di antar jemput terus sama Althara! gila beruntung banget loh, beruntung banget”
aku sudah mulai malas mendengarkan mereka yang mulai berlebihan menanggapi Althara. Aku membiarkan mereka mengoceh sampai mereka merasa lelah. Biarlah telingaku panas mendengar ocehan mereka, yang pasti aku tidak akan terpengaruh oleh pujian-pujian mereka tentang Althara dan teman-teman nya.