7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Althara kembali


__ADS_3

Aku kembali mengembalikan lukisan itu ke tempat nya,sebelum ada yang menyadari itu.


“Hanya dua orang di dunia ini yang mengerti tentang lukisan” jantung ku berhenti sejenak mendengar suara seorang pria di belakang ku.


Althara. Aku coba menahan untuk tak membalikan badan ku sebelum aku menghapus kesedihan ku,aku tak ingin Althara melihat ku seperti ini.


“Alhena” panggil nya begitu lirih, suara langkah Althara terdengar mendekatiku.


“Jangan mendekat” pintaku tanpa membalikan badan ku.


Aku berusaha menenangkan diriku agar tak terpancing rasa emosionalku. Lalu aku memberanikan diri membalikan badan ku untuk menghadapinya.


Akhirnya sosok Althara kini ada di hadapan ku. Orang yang selama ini telah membuat ku frustasi lebih dari 6 tahun lamanya,akhirnya menunjukan dirinya dengan memakai kemeja putih celana hitam panjang dan wajah yang sudah mulai berubah menjadi lebih dewasa memperlihatkan dia sudah banyak berubah.


“Alhena” panggil nya lagi dengan lembut dan tampak sedih. Suara yang selalu ku rindukan kini terdengar lagi di telingaku.


Ini semua begitu menyakitkan. Air mataku tak tertahan kan,aku membiarkan nya mengalir di pipiku.


“Aku mau bicara” ucap nya membuat ku menjadi muak ketika mengingat begitu kejam nya Althara meninggalkan ku.


Aku melangkah kan kaki dengan cepat berusaha melewatinya. Althara menghalangi langkah ku.


“Alhena,aku mohon” aku membuang wajah ku tak ingin menatap wajah nya yang terlihat ingin di kasihani.


“Aku bisa jelasin semuanya”


“Jelasin apa?” Ucap ku dengan kesal menatap nya penuh dendam.


“Ini udah terlambat al,sudah sangat terlambat” kesal ku dengan terus menangis.


“Aku yakin ini belun terlambat,aku mohon dengarkan aku dulu”


Aku menyeka air mataku dan mengusap kasar wajah ku.


“Dengerin apa lagi?” Teriak ku dengan penuh emosi. Itu berhasil membuat nya diam.


“6 tahun bukan waktu yang sebentar al


,6 tahun aku nunggu kabar dari kamu,selama 6 tahun aku terus di hantui pertanyaan kenapa kamu pergi, aku merasa selama ini tidak pernah berbuat salah sama kamu, tapi kenapa kamu setega itu sakitin aku al” air mataku sudah tak terbendung lagi.


Hatiku yang baru saja mulai tertata kini kembali rapuh. Begitu menyakitkan jika mengingat masa masa kelam ketika aku di tinggalkan Althara.


“Aku minta maaf”


Aku tertawa mendengar ucapan nya.


“Minta maaf? Selama ini kamu udah buat aku hampir gila kamu cuma bisa minta maaf?!” Ucap ku dengan tajam.


“Al kamu tahu ? selama ini aku harus bertaruh dengan kehidupan aku agar aku bisa lupain kamu. Selama ini aku harus berpura pura baik-baik aja di depan semua orang agar mereka ga anggap aku depresi. Kamu tahu betapa sulit nya aku untuk lupain kamu? Aku udah terlalu sakit al. Kamu udah berhasil bikin aku ga normal di depan semua orang,kamu udah berhasil bikin aku kaya gini” aku terus berteriak dalam isakan tangisku.

__ADS_1


“Alhena” Althara berusaha menenangkan ku.


“Jangan sentuh aku” aku menghindarkan diriku darinya.


“Kasih aku kesempatan untuk jelasin semuanya”


“Aku ga perlu penjelasan apapun,semua nya udah cukup al. Aku udah lupain kamu,lupain kenangan kita dan bahkan aku udah lupain kalo kita pernah bersama” ucap ku dengan sinis.


Aku hendak pergi meninggalkan nya. Althara menarik tangan ku dan mengangkatnya.


“Kalo memang kamu udah lupain aku,kamu ga mungkin masih simpan ini” Althara menunjukan separuh bintang yang bergantung di lenganku.


Iya dia benar,memang terlihat jelas sekali jika aku sudah berbohong. Aku memang bukan pembohong yang handal.


Aku menghempaskan tangan ku dari nya,dan berusaha melepaskan benda itu dari tangan ku dengan kasar.


“Alhena stop!” Althara memegang kedua tangan ku untuk menghentikan ku melukai diriku sendiri berusaha melepaskan gelang tangan yang sudah ku ikat terlalu kencang.


“Aku ga pernah tinggalin kamu Alhena,aku selalu tepati janji aku”


Aku menggelengkan kepala ku dengan tatapan masih saja benci melihat nya.


“Aku udah ga percaya lagi dengan kalimat itu Althara,aku minta maaf” sinis ku.


Terdengar suara langkah kaki seseorang mendekati ruangan,aku segera melepaskan diriku dari Althara,dan aku langsung membalikan badan ku berpura-pura memperhatikan lukisan yang adalah lukisan ku sendiri.


Aku berusaha menghapus air mataku,dan mengilangkan bengkak di bawah mataku.


“Alhena” panggil Rey.


Aku membalikan badan ku bersandiwara di depan nya.


“Oh hey Rey”


“Udah liat-liat nya?”


“Udah” aku menghampiri Rey melewati Althara dan langsung menggandeng tangan nya.


“Kenalin ini Altahra temen aku yang aku ceritain itu,dan tar ini Alhena cewe yang gue ceritain” ucap Rey memperkenalkan kami.


“Althara” ucap Althara menyodorkan tangan nya. Aku begitu bingung untuk bisa kembali menyentuh tangan nya.


Namun Rey terus menatap ku dengan senyuman nya. Ya dia tidak akan mengerti isi hatiku.


Aku menyambut tangan Althara.


“Alhena” sapa ku dengan pura-pura tersenyum kepadanya.


Lalu dengan cepat aku menarik tangan ku dan kembali menggandeng tangan Rey.

__ADS_1


“Gelap banget sih disini tar,ga ngerti gue kenapa lo bikin konsep kaya gini” ucap Rey memperhatikan sekitarnya.


“Cuma orang tertentu yang bisa ngerti konsep ruangan ini” ucap Althara membuat bingung Rey. Rey memperhatikan ku,dia tampak memikirkan suatu hal.


“Euh Rey, boleh aku minta pulang,aku udah ga enak badan disini dingin” ujarku mengalihkan perhatian nya.


“Tapi temen-temen aku ngajakin makan dulu di luar,kita makan dulu ya” ajak Rey dengan manis.


Aku menganggukan kepala ku dengan lemah.


Asalkan tidak disini dengan Althara,aku mau.


“Mata kamu kenapa?” Tanya Rey menyentuh wajah ku. Aku terkejut dengan sentuhan tangan nya yang membuat Althara menatap ku dengan dingin.


“Mata ku sakit,mungkin karena tadi kemasukan apa aku gatau” aku terus melirik Althara yang terlihat sekali tak nyaman dengan perhatian Rey.


“Ya udah yu” ajak Rey kepadaku.


“Lo ikut kan?” Tanya Rey kepada Althara, mataku membulat mendengar Rey mengajak Althara.


“Rey,bukan nya ini pameran Nya ya,kalo dia ikut yang jaga pameran siapa?” Tanya ku berhati-hati berusaha tak membuat Rey curiga.


“Acara nya udah selesai ko Al,yang dateng cuma dari keluarga dan kerabat terdekat dia aja. Pameran nya tinggal di tutup aja,ya kan al?”


“Iya” jawab Althara sambil membuang wajah nya kepadaku dan pergi.


Rey tersenyum melihat tingkah Althara seperti itu.


“Sorry ya,temen aku emang kaya gitu. Jutek dan dingin,kalo belum kenal emang kaya gitu,tapi nanti kalo udah lama kalian pasti akrab”


Aku tersenyum mendengar Rey menjelaskan kepribadian Althara yang sudah lebih jauh ku ketahui.


Aku mengenal dia lebih dari apa yang kamu tahu Rey.


Hatiku bergumam seperti itu.


Ketika di parkiran terlihat Althara berlari mengejar ku dan Rey.


“Rey!”


“Kenapa tar?”


“Gue nebeng mobil lo ya”


“Mobil lo kenapa?”


“Di pake nganterin lukisan gue”


Aku melengos masuk kedalam mobil Rey memutar bola mataku kesal mendengar alasan Althara yang begitu klasik. Aku tahu dia hanya ingin menggangguku dan Rey. Dan aku berusaha untuk tak memperdulikan itu.

__ADS_1


__ADS_2