
Tata,Venna dan Ghea meminta ku untuk bertemu di salah satu Cafe di Bandung. Mereka meminta ku datang sendiri tanpa di temani Althara. Dan tidak seperti biasanya Althara mau hanya mengantarkan ku ke Cafe dan dia juga ada janji dengan ketiga teman nya entah dimana.
Aku menaiki lift untuk sampai ke Cafe yang berada di lantai atas hotel ternama di Bandung.
Ketika pintu lift terbuka. Aku terkejut melihat ada Tata disana.
“Heh lo mau kemana?” Tanya ku mengira dia akan masuk ke dalam lift.
“Jemput lo dong” jawab nya dengan tersenyum.
“Tutup dulu mata lo” pinta Tata yang sudah menyiap kan penutup mata yang begitu lembut terbuat dari bulu. Tata mengikat nya begitu kencang agar aku tak bisa mengintip sama sekali.
“Mo apa sih lo?” Tanya ku.
“Udah ikutin aja bisa ga sih ga usah ngomel ngomel” ketus Tata dengan kesal.
Lalu aku di tuntun oleh Tata berjalan ke tujuan nya.
Begitu gelap aku tidak bisa melihat jalan di depan ku. Tangan ku terus di tarik dengan perlahan oleh Tata.
“Lewat sini. Ati-ati ada tangga. Ya bagus” ujar Tata memberikan arahan kepada ku.
“Dikit lagi dikit lagi. Nah diem disini”
Lalu aku menghentikan langkah ku.
“Jangan di buka sebelum kita hitung sampai 3 ya” aku merasakan Tata tak lagi memegangi ku.
“1…” terdengar suara teman-teman ku mulai menghitung.
“2…3” lalu aku membuka penutup mata ku.
Begitu silau dengan terik nya matahari yang membuat kening ku berkerut untuk mengedipkan mata.
“Surprise” teriak mereka dengan menunjukan meja yang sudah di hias dan begitu menakjubkan dengan banyak nya cup cake yang di tata di atas stand cupcake yang bersusun 3 tingkat. Lalu ada hiasan beberapa balon gas berwarna putih yang di apungkan di kedua sisi meja cantik. Di tembok ada banner bertuliskan “Bridal To Shower Alhena” menggunakan balon huruf berwarna emas di ikuti hisan lampu kuning di sekitar tulisan balon.
Di meja pun ada lampu-lampu kelap kelip berwarna kuning dan putih yang menambah keindahan meja hias panjang yang begitu banyak bunga dan kue juga coklat di atas nya.
Aku tak henti-henti nya terkejut melihat kejutan yang di berikan ketiga teman ku.
“Waw ini keren banget” puji ku dengan masih begitu takjub melihat kejutan dari mereka yang sangat indah.
“Keren kan?” Tanya Ghea begitu bangga nya.
“Sini dong sini”
Venna menarik ku duduk di depan tulisan di balik meja hias dan memakaikan ku mahkota juga selempang kain putih bertuliskan “Miss to Mrs” di selendangkan di tubuh ku.
Mereka lalu memotret ku dengan handphone mereka. Aku bergaya ala ala miss universe di depan kamera dengan senyum bahagia ku.
Lalu ternyata mereka menyediakan fhoto grapher dengan baju kemeja putih dan camera LSR di tangan nya. Kita berempat foto bersama,dan terus bergaya dengan arahan sang photographer.
Setelah beberapa jam berlalu kami akhirnya makan dulu sebelum akhirnya pulang.
“Pernikahaan lo akhirnya di dua tempat? Keren banget sih Al” ucap Tata sambil memasukan sendok berisi makanan ke dalam mulut nya.
__ADS_1
“Ya kita ambil jalur tengah. Gue juga ga mau bikin keluarga Althara kecewa,jadi kita terima aja masukan dari Bunda nya” jawab ku.
Semua menganggukan kepala tak lagi berkomentar.
“Eh iya Al. Lo inget Roni ga?” Tanya Ghea membuat ku berfikir berusaha mencari ingatan tentang nama Roni.
“Roni? siapa?” Jawab ku balik bertanya.
“Dia ketua kelas yang dulu sering di ganggu Tata itu” jawab Ghea membuat ku mengingatnya.
“Oh si Roni cupu itu” jawab ku dengan membulatkan mata ku mengingat kenangan masa lalu kita yang sering meledek orang yang bernama Roni itu.
“Iyaa itu. Lo tau ga? Dia sekarang ganteng banget tau,gue liat di Instagram nya. Dia badan nya jadi berotot,sixpack,kulitnya coklat dan keren banget pokok nya kayak coverboy gilaa” ucap Ghea dengan penuh penghayatan.
“Lebay sih lo” sahut Venna begitu jijik melihat ekspresi Ghea.
“Ih beneran lo liat nih” Ghea mengeluarkan ponsel nya dan segera mencari Instagram Roni untuk menunjukan keaslian ucapan nya.
Venna tampak begitu terkejut.
“Wih ini Roni?” Tanya Venna merebut handphone Ghea.
“Iya” sahut Ghea.
“Ih ini beda banget sumpah,badan nya keren banget gini. Dia tapi ga gay kan?” Tanya Venna begitu mencemaskan hal itu.
“Ya ngga lah gila” timpal Ghea kembali merebut handphone nya.
“Dia masih normal kali. Dia sempet punya pacar kalo menurut postingan dia,tapi putus terus sekarang dia nge jomblo” jawab Ghea yang sangat mengetahui hal itu.
“Wiiihhh kalo gitu gue mau kalo gitu ceritanya” sahut Tata dengan percaya diri nya.
Tata tampak menunjukan sederet gigi nya kepadaku.
“Ya belom sih,tapi ya jodoh kan ga ada yang tau iya ga ?” Ujar nya dengan makanan masih di mulutnya.
Aku mendelikan mata ku.
“Lo mau liat ga?” Tanya Ghea menyodorkan handphone nya kepadaku.
“Gak perlu. Dari reaksi kalian berdua gue udah bisa percaya kalo si Roni ini pasti berubah” jawab ku dengan malas untuk melihat nya. Lalu aku kembali menghabiskan makanan ku yang masih tersisa di piring ku.
Setelah beberapa jam berlalu. Kami berempat pulang dan berpisah di depan bangunan Cafe. Ghea dan Venna sudah lebih dulu pergi dengan mobil nya dan tersisa lah aku dan Tata.
“Gak apa-apa gue tinggal?” Tanya Tata ketika dia sudah di dalam mobil nya dan hendak untuk pergi.
“Gak apa-apa gue nunggu Althara kok ini bentar lagi dia nyampe” jawab ku.
“Ya udah gue balik ya. Bye Alhena”
“Bye Tata” jawab ku.
Lalu tinggal lah aku sendiri berdiri di depan bangunan Cafe melirik kanan kiri ku mencari orang,aku seperti orang linglung lalu aku memutuskan untuk kembali ke basement dan menunggu Althara disana.
Aku berjalan dengan menggenggam handphone hendak untuk mengabari Althara namun suara klakson besar di ikuti serempetan kecil di pinggang ku membuat ku terkejut berteriak dan terjatuh.
__ADS_1
“Awwww” teriak ku meringis kesakitan.
Mobil itu langsung berhenti di tengah jalanan basement dan langsung turun membantu ku.
Dia tampak begitu rapih dengan pakaian kemeja yang di pakai nya.
“Maaf maaf mbak saya tadi buru-buru langsung belok ga lihat ada mbak” ucap pria itu membantu ku bangun.
Aku berdiri dengan raut wajah yang kesal dan membersihkan tangan dan lutut ku. Dan syukur saja handphone ku tak terlepas dari genggaman ku.
“Mbak gak apa-apa?” Tanya nya yang masih saja aku diamkan.
Lalu aku menatap nya dengan mengkerutkan keningku.
“Lain kali hati-hati ya mas tolong” ketus ku menatap nya dengan sinis.
Dia melihat ku dengan terkejut.
“Alhena!” Panggil nya menyebut nama ku.
Aku semakin mengkerutkan kening ku memperhatikan apakah aku pernah mengenal wajahnya.
“Gue Roni Al” aku langsung mengangkat kedua mata ku begitu mendengar dia menyebutkan nama nya.
Baru saja tadi kita membicarakan manusia ini,dan sekarang dia ada di hadapanku. Aku langsung memperhatikan tubuh nya yang memang sudah berubah begitu drastis.
“Oh hey. Ternyata elo Ron” sapa ku dengan menepuk bahu nya.
“Lo kok bisa ada disini?” Tanya ku heran.
“Gue ada meeting disini”
“Wih hebat ya lo,berubah banget lo sekarang” ucap ku begitu memuji perubahan nya entah dari fisik atau pun pencapaian nya.
“Iya lah Al gue masih inget masukan dari elo kok dulu” ucap nya membuat ku bingung.
Aku langsung terdiam melihat nya.
“Masukan?” Tanya ku.
“Elo pernah bilang. Pintar aja ga cukup buat gue bisa di hargain orang,dan terkadang kita perlu perubahan penampilan agar bisa merubah pandangan orang lain kepada kita. Dan walaaa,gue ga cuma ngandelin pinter,sekarang gue lebih mentingin penampilan agar gue ga di pandang sebelah mata lagi” ucap Roni berusaha mengingatkan ku tentang petuah yang pernah ku berikan.
“Gue pernah bilang gitu?” Tanya ku yang memang tidak bisa mengingat nya.
“Iya Al lo pernah bilang gitu di saat gue sendiri di kelas dan ga ada yang nemenin gue. Bahkan lo selalu belain gue kalo temen lo Tata itu banyak bully gue” ujar Roni dengan raut wajah nya yang begitu kagum melihat ku.
Aku lupa dengan apa yang di bicarakan nya,tapi memang aku selalu memperingati Tata kalau dia sudah keterlaluan meledek orang lain. Bukan hanya kepada Roni,kadang Tata suka mengerjai teman sekelasnya,bahkan meledek orang yang di pandang dia lucu.
“Oh iya? Gue bahkan lupa itu” jawab ku dengan masih saja kikuk.
“Tapi gue ga akan pernah bisa lupain motivasi itu Al. Kata-kata lo selalu jadi penyemangat gue selama ini, gue berusaha berubah selama ini karena lo”
Aku tersenyum mendengarnya.
“dan bahkan gue berharap lo bisa suka dengan perubahan gue sekarang”
__ADS_1
Aku tertegun mendengar nya.
Roni mengatakan nya dengan menatap ku begitu serius. Aku tidak tahu harus menjawab apa kepadanya. Penampilan dia memang sudah begitu berubah,bahkan ketiga teman ku pun bisa menganggumi nya. Tapi ucapan dia membuat ku malah menjadi kikuk.