
Keesokan nya Rey menghampiri ku di tempat kerja. Aku melihat dia masuk ke dalam Restaurant dan dengan cepat menghampiri ku yang baru saja membantu melayanin pelayan.
“Alhena..Alhena” panggil Rey sambil menahan tangan ku yang selalu berusaha menghindar darinya.
“Apa sih Rey” ketus ku.
“Alhena, sampai kapan sih kamu diemin aku kaya gini?”
“Aku lagi kerja Rey” ucap ku berusaha melepaskan genggaman nya.
“Al please aku minta maaf kalo udah bertindak kejauhan”
“Rey, kita biacara nanti. Sekarang aku masih banyak kerjaan”
Rey menghela nafas nya menatap ku begitu pilu.
“Oke aku hubungi kamu nanti, dan aku harap kamu angkat telepon aku lagi ya”
Aku menganggukan kepala ku dengan lemas.
“Aku pergi dulu”
Aku diam tak menjawab nya. Lalu Rey pun pergi keluar Restaurant.
Riani segera menghampiri ku di meja kerja ku.
Wajah ku sudah mulai badmood melihat Rey datang menggangguku.
“Al lo kenapa sih?” Tanya Riani kesal melihat ku yang bersikap dingin kepada Rey.
“Yang salah kan elo udah nyembunyiin sesuatu dari dia,kok lo yang sensi sama si Rey sih. Kasian kan dia jadi ngerasa salah gitu sama elo”
Riani terlihat kasihan melihat Rey yang pergi dengan wajah yang sedih.
“Gue ga suka aja cara dia cemburu kaya gitu banget Ri”
“Iya wajar dia cemburu kan dia sayang sama elo” kesal nya.
Aku diam tak ingin membenarkan perkataan Riani.
“Elo jangan gitu dong Al, lo jangan bersikap egois diemin dia kaya gitu” tambah nya lagi.
Riani benar, Rey memang tidak salah. Dia hanya merasa cemburu dan takut jika penantian nya sia-sia selama ini. Seharusnya aku tidak bersikap seperti itu kepada Rey. Aku bisa memberikan sedikit penjelasan kepada dia dan memberikan pengertian kepadanya agar dia tidak lagi bersikap cemburu seperti itu disaat status kami pun belum ada kejelasan apapun,dan aku yakin Rey pasti bisa menerima nya lalu dia akan mengerti.
Aku akan bicara kepadanya.
Beberapa hari telah berlalu. Aku dan Rey kembali baik seperti semula. Aku sering di ajak Rey keluar untuk ikut nongkrong dengan teman-teman nya,namun aku tak pernah melihat Althara lagi dengan mereka.
Aku pernah mendengar Rey menanyakan Althara kepada teman-teman nya. Dan Teman nya yang lain mengatakan jika Althara sudah mulai memiliki project baru di sini.
Althara kembali menghilang. Dia tidak ada lagi muncul di hadapan ku walaupun dia sudah tahu keberadaan ku.
Esok malam nya Rey berkunjung ke rumah ku untuk mencicipi kue bolu buatan ku.
“Enak?” Tanya ku kepada Rey.
Dia terlihat menikmati makanan yang ada di mulutnya.
“Ini enak banget Al”
“Masa?”
“Iya bener” ucap nya begitu semangat.
Aku tersenyum bahagia mendengar nya.
“Oh iya Al, besok malam kamu ikut ya”
“Kemana?”
“Teman aku ulang tahun, dan aku di undang kesana. Kamu temenin aku ya”
“Besok malam?” Tanya ku menimbang ajakan nya.
“Iya besok malem, gak akan lama kok Al”
Aku menganggukan kepalaku.
“Oke”
“Besok aku jemput jam 9 malam”
__ADS_1
“Malem banget ngerayain ulang tahun nya”
“Iya Al emang dia suka nya malem-malem”
“Oke”
Dan keesokan harinya. Aku bersiap berdandan di kamar ku. Memakai baju dress panjang nya selutut ku dengan berlengan pendek berwarna cream dan model v neck yang memperlihatkan kedua pundak dan leher ku yang mulus putih,juga memakai high heels berwarna coklat tua agar membuatku terlihat lebih elegant . Aku tatap diriku dalam cermin dan membereskan rambut ku yang terurai indah dengan jari lalu memakai polesan make up sedikit di wajah ku.
Suara klakson mobil terdengar nyaring di dalam kamar. Itu mobil Rey.
Aku langsung menyambar tas kecil ku yang berwarna cream di atas kasur dan berlari keluar rumah.
Aku melihat Rey yang memakai kemeja berwarna hitam dengan melipat nya sampai sikut,dia memakai celana berwarna coklat tua dan juga memakai sneakers berwarna coklat senada dengan celana nya. Rey tampak begitu tampan dengan rambut rapih dan kulit nya yang putih pucat.
“Waawww Al, cantik banget kamu” puji Rey ketika melihat ku keluar dan menghampirinya.
“Terimakasih Rey” ucap ku tersipu malu.
Seperti biasa Rey membuka kan pintu mobil untuk ku.
“Ayo masuk”
Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah baik nya yang seperti itu.
Rey melajukan mobil nya kesebuah Club malam besar di Jakarta.
“Acara nya disini?” Tanya ku.
“Iya, dia sewa tempat ini untuk acara ulang tahun nya”
Aku langsung turun dari mobil dengan bingung. Karena aku belum pernah datang ke tempat seperti ini sebelum nya. Suasana nya terlalu memyeram kan karena terlalu gelap dan hanya disinari oleh kelap-kelip lampu disko.
Rey menggandeng tangan ku.
“Ayo al”
Dia membawaku masuk kedalam begitu dia sudah menyebutkan nama dirinya kepada penjaga di pintu depan.
Suasana riuh di dalam sana pun mulai terasa. Suara berisik lagu disko dan suara bisik orang-orang membuat telinga ku bising.
“Itu teman-teman ku” ucap Rey melihat sekelompok orang di salah satu meja tengah melambaikan tangan nya kepadanya.
“Hey Rey” sapa Sam begitu Rey menghampiri.
“Hay Alhena” sapa seseorang menepuk bahu ku.
Itu Billa. Baju yang di kenakan nya begitu seksi dan mewah. Baju nya tanpa lengan,dan hanya berukuran pendek se paha nya. Billa begitu cantik seperti orang korea.
“Hay Bill” sapa ku sambil menempelkan pipi ku kepada pipinya.
“Kamu apa kabar?”
“Aku baik Al. Kamu?”
“Aku juga baik,kamu sama siapa?” Tanya ku memastikan Althara tak ada di sekitar nya.
Namun raut wajah Billa berubah menjadi dingin saat aku bertanya seperti itu. Lalu dia segera tersenyum.
“Aku bareng yang lain disini”
Aku menganggukan kepala ku.
“Al duduk disini” ucap Billa mengajak ku duduk di antara yang lain nya.
“Eh si Althara mana?” Tanya Rey sambil meliuk liukan kepala nya.
“Dia ga dateng” ujar Fadil
“Dia paling males ke tempat gini Kan” timpal Sam.
Aku hanya mendengarkan percakapan mereka dan mengingat memang Althara tidak pernah mau di ajak ke tempat seperti ini. Yang banyak sekali orang mabuk dan suara berisik di ruangan, Althara adalah sosok orang yang menyukai ketenangan, jadi dia tidak pernah cocok untuk di ajak ke tempat seperti ini.
“Dia ada ke apartement lo Bil?” Tanya Rey.
Aku langsung melirik Billa di samping ku. Terkejut mendengar Althara yang sepertinya sering ke Apartemen Billa. Dan apa yang mereka lakukan?
Billa menatap ku dulu sebelum menjawab pertanyaan dari Rey.
“Sekarang sih ngga, tapi nanti pasti dateng lagi” jawab nya begitu penuh arti.
Semua teman nya tertawa mendengar ucapan Billa,yang terkesan sudah tahu apa yang di maksud Billa. Sementara aku merasa tidak nyaman mendengar pernyataan itu.
__ADS_1
“Dio di sana kan?” Tanya Rey lagi.
“Iya dia disana” ujar Sam.
“Ya udah kita kesana dulu yu terus foto bareng”
Dio adalah teman Rey yang sedang berulang tahun malam itu.
“Ya udah ayo semua kesana” ucap Fadil.
“Ayo Al”
Aku menggelengkan kepala ku dan terus diam di tempat duduk.
“Ngga Rey aku tunggu sini aja ya” ucap ku tahu diri.
Karena aku malu berfhoto dengan pakaian seperti ini dan di tempat seperti ini,aku masih belum terbiasa.
“Ya udah tunggu sebentar ya Al” pinta Rey.
“Oke”
Aku duduk dengan canggung disana.
Walaupun suasana gelap tetapi aku begitu malu dengan orang-orang yang tidak ku kenal berlalu lalang di sekitar ku.
Aku mulai haus,karena terlalu banyak orang yang merokok membuatku kekurangan oksigen di dalam sana.
Seorang pria datang menghampiri ku.
“Hay” sapa dia.
Sepertinya aku sempat melihat laki-laki ini beberapa kali di tempat tongkrongan Rey.
“Pacar nya Rey kan?” Tanya dia sambil duduk di dekat ku.
Tercium sekali bau alkohol di mulutnya,tapi dia tetap bisa sesadar ini dengan masih mengenaliku.
Aku hanya menjawab nya dengan senyuman. Lalu dia mengambil salah satu minuman di meja ku.
“Rey nya kemana?”
“Dia lagi nemuin Dio dulu”
“Oohh” lalu dia diam kembali minum.
Aku terbatuk batuk mengisap asap rokok yang ada dimana mana.
“Minum minum Dulu” pria itu menyodorkan sebuah minuman botol kepadaku.
Aku menolak nya dengan menjauhkan botol itu.
“Ngga makasih”
“Kenapa? Kamu ga minum?” Tanya nya.
“Aku ga minum alkohol” ucap ku dengan ketus.
“Oh ya udah yang ini aja” ucap nya mengambil sebuah minuman yang ada berada di sebuah gelas wine bening yang sudah tersedia beberapa gelas di meja itu.
“Ini aman kok” ujar nya.
Aku melihat minuman dingin itu seperti minuman soda biasa berwarna bening.
“Disini banyak asap rokok,sama sesek orang, kamu pasti haus kekurangan oksigen, nanti kamu malah kenapa napa lagi kalo ga minum”
Aku membenarkan ucapan nya. Aku memang haus namun aku belum mau minum sebelum Rey yang menawariku.
“Udah gak apa-apa minum aja”
Aku mengambil alih minuman itu di tangan nya. Mencium bau nya dahulu lalu mulai menempelkan bibir ku ke pinggiran gelas dengan perlahan.
Pria itu tampak mencurigakan dengan terus memperhatikan ku.
Aku hanya akan mencoba dulu sedikit minuman itu namun pria itu mengangkat bagian gelas gelas yang sedang ku minum membuat semua minuman hampir masuk kedalam mulutku.
“Ayo minum gak apa-apa” paksanya membuat ku hampir tersedak.
Pria itu terus tertawa menjahili ku dengan mencekoki ku minuman yang entah minuman apa itu.
Tiba-tiba gelas ku terlempar ke lantai membuat gelas itu pecah belah. Dan semua minuman di mulutku terbuang ke lantai dan baju ku.
__ADS_1
Seorang pria bertubuh tinggi dan tampan, dengan memakai baju lengan panjang dan Jeans biru melemparkan gelas ku.
Althara!