
Dia memainkan sebuah instrument yang begitu tak asing untuk ku. Itu lagu City Of Star soundtrack dari film layar lebar La La Lands yang di nyanyikan oleh Ryan Gosling dan Emma Stone di dalam film nya. Lagu dan film ini terkenal di akhir tahun 2016 dan entah mengapa lagu itu tiba-tiba mengingatkan ku kepada Althara. Sejak saat itu lagu itu menjadi lagu favorit ku.
“Al,bukan nya ini lagu yang sering kamu puter di Resto ya?”
Memang lagu ini sudah masuk kedalam playlist lagu yang selalu ku putar setiap hari nya di Restaurant.
“Kamu tau lagu ini?” Tanya Fadil.
“Siapapun tahu lagu ini kan?” Ujar ku.
Lalu Fadil kembali mengangkat tangan nya dan memanggil pelayan tadi. Dia kembali berbisik ke pelayan itu dan pelayan itu segera pergi lagi melakukan perintah lain nya dari Fadil.
Aku heran mengapa Althara hanya terus memutar instrument lagu nya tanpa bernyanyi.
“Althara emang ga jago nyanyi Al,jadi dia cuma nunjukin kebolehan nya dalam bermain piano” ujar Rey seolah tahu apa yang sedang aku fikirkan.
Pelayan tadi tampak menghampiri Mc dan berbisik kepadanya. Dan Mc itu berdiri di depan panggung mengambil mic nya.
“Euh ada satu permintaan lain dari Mas Fadil katanya,dia minta Mbak Alhena untuk menemani Mas Althara bernyanyi disini” aku tersentak kaget dan langsung menatap Fadil dengan kesal.
“Ngga mau Rey” Rey malah bertepuk tangan untuk ku sambil menertawakan hal itu.
“Ayo dong al,kado ulang taun aku ini” ujar Fadil sambil tertawa.
Aku terus duduk tak beranjak berdiri,sama sekali tak menginginkan hal itu terjadi.
“Ayo dong Al,satu lagu aja kasian temen aku di panggung sendirian” ujar Rey memohon.
Kamu lebih kasihan kepada dia di banding kepadaku yang sudah beberapa tahun di tinggalkan nya.
“Ayo Al” Rey menarik tangan ku dan menuntuk ku ke atas panggung.
Dengan terpaksa aku naik ke atas panggung dan duduk dengan bingung di belakang stand mic. Semua mata sudah terlanjur tertuju kepadaku,dan instrument yang di mainkan oleh Althara terdengat hanya terus berputar putar di awal lagu seperti memang di sengaja menunggu ku untuk mulai bernyanyi.
Aku menarik nafas ku dan memegang Mic.
City of stars
Are you shining just for me
There’s so much that I can’t see
Who knows?
I felt it from the first embrace I shared with you
That now our dreams
They’v finally come true
City of stars
Just one thing everybody wants
There in the bars
__ADS_1
And through the smokescreen of the crowded restaurants
It’s Love
Yes,all we’re looking for is love from someone else
A rush ,A glance,A touch ,A dance
A look in somebody’s else
To light up the skies
To open the world and send it reeling
A voice that says ,I’ll be here
And you’ll be alright
I don’t care if I know
Just where I will go
‘Cause all that I need is this crazy feeling
A rat-tat-tat on my heart
Think I want it to say
City of stars
Are you shining just for me
You never shined so brightly
Lagu telah berhenti. Althara berhenti memainkan piano nya lalu terdengar riuh suara tepuk tangan dari semua orang. Aku tersenyum dan menundukan kepalaku dengan malu.
Aku melirik Althara di samping ku. Dia melirik ku dengan dingin. Ini seperti the javu,aku pernah mengalami situasi ini dengan Althara. Ketika di acara lomba sekolah dulu,dia begitu bangga telah melihat ku berani bernyanyi di hadapan semua orang. Namun hari ini suasana nya berbeda. Senyum ku hilang ketika menatap Althara,aku tersadar dengan rasa kesal ku yang masih tersimpan untuk nya. Aku segera turun dari panggung dan kembali kepada Rey dan yang lain nya.
Sudah hampir tengah malam akhirnya kita semua pulang dari Restaurant Jepang itu. Jika saya Restaurant itu buka 24 jam sudah pasti Rey dan teman-teman nya akan menghabiskan waktu disana sampai pagi,beruntung Restaurant itu tutup hingga jam 11 malam sehingga membuat Rey dan teman-teman nya segera pulang.
“Thank ya tar udah kasih kado ulang taun buat gue” ujar Fadil masih saja meledek Althara.
“Jail lo ga pernah berubah yah” ucap Althara dengan tersenyum dingin.
“Thank juga ya Alhena,ga nyangka suara kamu bagus banget”
“Ouw terimakasih”
“Chemistry kalian bisa langsung dapet gitu ya”
Aku tersentak dengan ucapan Fadil,membuat ku dan Althara saling bertatapan.
Yups ini pun sama persis seperti dulu ketika aku di minta bu Renatha untuk menyanyikan sebuah lagu dan di iringi oleh Althara untuk pertama kalinya sebelum lomba,dan saat itu pun Althara tak memberi tahuku lagu apa yang akan di mainkan nya. Dan hebatnya,lagu yang kami sukai selalu sama bahkan ketika kami terpisah begitu lama.
“Ya udah kita pulang dulu ya” ujar Sam
__ADS_1
“Gue juga”
“Ya udah sampai ketemu nanti lagi ya”
Dan kami semua bubar masuk kedalam mobil masing-masing. Althara masih ikut masuk kedalam mobil Rey.
Sepanjang perjalanan aku hanya terus diam menatap jalan menuju rumah ku,dan aku menyadari sesuatu.
“Rey Stop!” ucap ku meminta dia berhenti,lalu Rey memberhentikan mobil nya ke bahu jalan.
“Kenapa Al?”
“Rey aku ada janji sama Riani” ucap ku yang tiba-tiba saja mengatakan apa yang terlintas di fikiran ku.
“Heh? Janji sama Riani ? Malem-malem gini?”
“Iya,aku lupa Riani nunggu aku dari tadi,aku udah janji mau nemuin dia dirumah nya” ucap ku terbata bata.
Aku benar-benar baru menyadari jika Rey mengantarkan ku pulang dan Althara ikut mengantarkan ku,ini akan membuat dia tahu dimana rumah ku. Atau malah memang ini tujuan Althara nebeng mobil Rey.
“Ya udah aku anter kerumah Riani ya”
“Hah? Ga usah Rey, aku bisa sendiri”
“Kok ga usah? Aku kan bisa anterin kamu al,emang kamu mau pake apa kesana? Ini udah malem,aku ga mau kamu naik taxi”
“Ya aku di jemput Riani nanti”
“Ya udah kamu telepon dulu dia coba”
Aku bingung harus memberikan alasan seperti apalagi kepada Rey. Karena yang aku tahu malam ini Riani tak ada dirumah,dia sedang mengambil cuti untuk berlibur dengan keluarga nya di luar kota.
“Alhena” panggil Rey.
“Gimana?”
“Yaudah Rey pulang aja” ucap ku begitu pasrah.
Rey tampak bingung mendengar nya. Tapi dia kembali menyetir sambil sesekali melirik ku yang terus diam tak seperti biasa.
Aku membiarkan Rey mengantarkan ku pulang. Biarlah Althara tahu dimana aku tinggal,aku ingin tahu apakah masih berani Althara untuk menghampiriku.
Kita sampai di depan halaman rumah ku.
“Besok aku ke resto ya”
“Oke” jawab ku sambil berusaha melepaskan seatbelt.
Tiba-tiba Rey membelai rambutku dengan lembut. Membuat ku terkejut melihatnya. Andai saja tidak ada Althara di belakang sana,aku pasti sudah menepis tangan Rey yang sudah berani memegang kepalaku.
“Thank ya udah mau nemenin aku malem ini”
Aku menganggukan kepalaku dengan kaku,lalu segera keluar dari mobil. Aku berdiri di samping mobil Rey menunggu mobil Rey pergi, namun bukan nya pergi aku malah melihat Althara membuka pintu mobil nya,dia berjalan kedepan dan berdiri tepat di hadapan ku begitu dekat,sampai aku bisa melihat begitu jelas wajah nya yang semakin tampan. Jantung ku berdetak hebat,aku tidak tahu apa yang akan di lakukan Althara seberani itu berdiri di hadapan ku namun kaki ku tak dapat bergerak sampai aku mendengar suara pintu mobil yang di buka Althara tepat di belakang nya.
Dia hanya akan pindah tempat duduk ke depan, namun cara nya yang selalu membuat ku gugup telah membuat nya begitu puas, Althara sudah berhasil membuat ku jantungan seharian ini.
__ADS_1