7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Popcorn Caramel


__ADS_3

Esok harinya ketika pulang dari Restaurant Rey menjemput ku tepat waktu tanpa memberikan ku kesempatan untuk berganti baju. Aku masih memakai baju yang begitu formal.


“Kemana si Rey buru-buru amat”


Ledek ku ketika masuk kedalam mobil nya.


“Waktu aku sama kamu tuh bener-bener singkat, jadi aku ga mau buang-buang waktu lagi”


Aku tersenyum mendengar ucapan nya.


Lalu dia melajukan mobil nya ke tujuan kami untuk menonton di sebuah mall.


Aku dan Rey sampai di bioskop. Banyak orang yang berlalu lalang disana. Rey tampak mencari seseorang di antar orang-orang di sekitarnya.


“Cari siapa?”


“Carii… ah itu dia” ucap Rey sambil mengangkat tangan nya ke orang yang dia temukan.


Aku melihat arah orang yang sedang bertegur sapa dengan Rey dari jauh.


Althara !


Aku terkejut melihat nya disana dan lebih terkejut lagi ketika ada Billa di samping nya. Billa membalas lambaian tangan Rey dengan tersenyum bahagia. Sementara Althara menatap ku dengan masih saja dingin.


Kenapa Rey tidak bilang ada mereka ?


Andai saja aku tahu jika Rey mengajak mereka untuk nonton film aku pasti sudah menolak mentah-mentah ajakan Rey.


Mereka berjalan menghampiri kami berdua.


“Hay Rey,hay Alhena” sapa Billa dengan semangat.


“Hay” ucap ku sambil tersenyum kaku kepadanya.


“Hay Tar, kok lo tumben mau ikut nonton tar, biasanya juga lo males kalo udah di ajak nonton gini” ledek Rey.


Althara melirik ku seolah berkata dia disini karena ada aku.


“Gue lagi bosen aja dirumah” jawab nya dingin.


“Nah gitu dong, jangan monoton amat deh idup lo kali kali harus hangout” ujar Rey menceramahinya. Althara hanya tersenyum kecut mendengar nya.


“Oh iya tiket nya udah pesen?” Tanya Rey.


“Udah ini 4 tiket” Billa menunjukan untaian tiket di tangan nya.


“Itu film apa Bil? Bukan film hantu kan? Alhena ga suka nonton film hantu soalnya” Tanya Rey mengingat aku begitu takut menonton film yang menyeramkan.


Ucapan Rey membuat Billa menatap ku bingung. Entah mengapa aku rasa tatapan Billa ada yang aneh kepadaku saat itu.


Billa menggelengkan kepala nya sambil tersenyum manis.


“Bukan,bukan film horor kok”


Billa masih saja menatap ku dengan tatapan yang menurut ku ada sesuatu.


“Euh ya udah mending kalian beli popcorn dulu” pinta Rey.


“Ya udah, yu Al” ajak Billa menarik tangan ku.


Aku berjalan mengikuti nya untuk mengantri di depan kasir.


“Emang kamu setakut itu ga suka film horor?” Tanya Billa tiba-tiba.

__ADS_1


Aku menganggukan kepala ku sambil tersenyum ramah kepadanya.


“Iya. Aku suka ga bisa tidur kalo udah nonton film itu”


Lalu dia menganggukan kepalanya sambil tersenyum seolah dia memahami ku.


Sampai lah kita di depan kasir setelah mengantri sejenak.


“Mba 4 popcorn ya dan 4 cola” pinta Billa kepada sang kasir.


“Boleh mba, yang salty atau caramel?” Tanya kasir itu.


“Euh..”


“Caramel 2” potong ku mengingat aku dan Althara tidak suka asin.


Billa bingung melihat ku yang tiba-tiba saja request tanpa bertanya lebih dulu.


“2 Caramel?”


“Iya aku ga suka asin soalnya” ucap ku menjelaskan.


“Yang satu nya?” Tanya dia dengan wajah heran nya.


Aku pun baru menyadari kenapa aku tidak menunggu Billa saja untuk bertanya aku akan pesan apa. Tapi ingatan aku begitu kuat mengetahui jika Althara pun tidak suka asin.


“Buat kamu kan?” Gagap ku dengan panik.


“Aku ga suka caramel Al dan seingatku Rey juga ga suka Caramel”


Dia terus memperhatikan wajah ku.


“Hah masa? Tapi waktu itu kalo ga salah Rey pesen nya yang caramel juga” tangkis ku dengan berusaha tenang.


Aku dan Billa melihat pesanan sudah terlanjur di buat rekan sang kasir yang lain.


“Oke gak apa-apa” ucap manis Billa.


Aku memaki diriku sendiri dalam hati,karena bisa-bisa nya aku bisa seceroboh itu.


Aku membawa 2 popcorn caramel dan 2 minum soda di tangan ku. Lalu aku dan Billa segera menghampiri para lelaki itu menunggu kami.


“Ini punya ku?” Tanya Rey.


Sebenernya aku ragu memberikan popcron itu karena takutnya Rey benar-benar tidak suka.


“Wow ini Caramel Alhena, aku kan ga suka terlalu manis” ucap Rey membuat ku semakin terlihat bodoh.


“Tadi gue udah bilang kalo lo ga suka caramel tapi Alhena udah tanggung pesen jadi ya udah gapapa”


Aku hanya bisa diam tak membuat pembelaan,karena memang aku yang bodoh disini. Bisa-bisa nya aku malah ingat popcorn kesukan Althara,dan kenapa masalah popcorn saja perlu di permasalahkan seperti ini.


“Gua yang suka caramel” ucap Althara sambil merebut pop corn itu dari tangan ku.


Lalu Althara berjalan menjauh meninggalkan kami yang masih bingung. Aku merasa Billa masih terus menatap ku curiga, namun entah apa yang di fikirkan nya aku tidak bisa menebaknya.


Kami mulai menonton film action dengan kursi yang berjejer. Kami menikmati film dengan tenang, sesekali aku melirik Althara yang serius menonton film dengan raut wajah nya yang dingin. Tak sadar senyum simpul ku keluar ketika melihat nya ada di samping ku.


Setelah selesai pemutaran film. Semua pengunjung bioskop berhamburan keluar dan berbondong bondong segera keluar dari sana.


“Aku ke toilet dulu ya” ucap ku.


“Euh aku ikut” Billa mengekor di belakang ku ikut masuk ke dalam toilet.

__ADS_1


Selesai aku buang air kecil aku melihat Billa yang masih terus mencuci tangan nya di washtafel dengan tatapan yang kaku melihat pantulan diriku di cermin.


Aku tersenyum kepadanya dan ikut mencuci tangan ku di washtafel samping nya.


“Al ada yang mau aku tanyain” ucap Billa membuat ku berhenti mengeringkan tangan ku di hand dryer karena suara bising hand dryer membuat suara Billa teredam.


“Kenapa Bil?”


Billa tampak bingung sekali untuk berbicara kepadaku,tapi dia berusaha untuk terlihat relax.


“Kamu sudah berapa kali bertemu Althara?”


Aku menatap dia dengan bingung dan mencoba mencari jawaban yang masuk akal.


“Baru beberapa kali”


“Kamu pernah ngobrol sama Althara sebelum nya?”


Aku semakin bingung dengan pertanyaan nya.


“Maksudnya?”


“Sorry bukan maksud aku intimidasi kamu yang aneh-aneh, aku cuma mau tau seberapa jauh Rey kenalin Althara ke kamu”


Aku menggelengkan kepala ku.


“Ga ada,selama ketemu Althara dia selalu dingin” ucap ku mencari alasan.


“Tapi,apa mungkin dua orang yang sebelum nya ga saling kenal mereka bisa tau hal yang ga di sukai satu sama lain?” Tanya Billa akhirnya.


Aku tersentak mendengar pertanyaan nya.


“Maksudnya?” Tanya ku.


“Tadi aku pesen tiket,sebenarnya aku udah rencana nonton Scary Movie pas Rey ngajak aku nonton. Tapi tiba-tiba Althara bilang,jangan,jangan mau nonton film itu...”


“Dia ga akan suka film horor,nanti dia ga bisa tidur”


Aku sedikit tersentak mendengar nya.


“Lalu ?”


“Ucapan Rey dan Althara tadi jelas-jelas sama, mereka tau kalo kamu ga suka film horor”


Aku terkekeh mendengar ketakutan nya.


“Ya mungkin Rey udah bilang sama Althara kalau aku ga suka film horor Bil” jawab ku sambil terus tersenyum berusaha tenang.


“Ya mungkin kalo untuk itu kamu benar” ucap nya tersenyum.


“Tapi ada satu lagi yang bikin aku heran al” ternyata dia belum selesai,masih ada hal yang ingin dia katakan tentang Althara sepertinya.


“Kamu pesen popcorn tadi seakan udah tahu kalo ada orang lain yang juga menyukai popcorn itu”


Ternyata dia menyadari hal itu. Aku kembali tersenyum mendengarnya.


“Ngga Bil, aku ga pesenin buat siapapun kok. Aku kan suka banget sama popcorn caramel, dan aku ga inget Rey suka apa jadi aku main pesenin 2 aja Langsung tadi”


Billa kembali menganggukan kepala nya.


“Iya mungkin semua itu perasaan aku aja kali ya, sorry yah udah introgasi aneh-aneh kaya gini Al”


Ucap nya dengan menyesal.

__ADS_1


“Iya iya iya Bill It’s Ok”


__ADS_2