7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Terlalu menyebalkan


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu, di sekolah aku sudah amat banyak di kenal oleh beberapa siswa karena tingkah ku yang selalu mencolok. Aku sering sekali terlambat masuk sekolah namun hukuman yang aku dapat begitu ringan, dan sering sekali dapat masalah setiap kegiatan, namun selalu lolos dari hukuman. Itu semua membuat heran seluruh siswa sekolah, sampai akhirnya status ku sebagai keponakan dari bapak kepala sekolah pun terbongkar, membuat kakak kelas jadi takut membuat masalah dengan ku, dan juga membuat guru-guru pun tidak berani memberikan hukuman kepadaku. Itu membuat aku menjadi perhatian seluruh siswa di sekolah dan sudah pasti karena kecantikan ku dan teman teman ku pun ikut disorot dan di kagumi beberapa laki-laki di sekolah.


“Hay al” sapa seorang lelaki yang menghampiri ku dan teman teman ku yang sedang menghabiskan waktu istirahat di dalam kelas.


“Hay kak Devan” jawab semua teman ku.


Aku hanya memberikan nya senyuman, Devan menarik kursi di sampingku dan duduk di samping ku.


Kak Devan ini adalah salah satu siswa terfavorit di sekolah, karena dia pun duduk di kelas tiga unggulan,dan dia adalah atlet basket yang sering sekali di soraki seluruh siswi yang menonton pertandingan nya di lapang basket. Dia juga ikut extracurricular kesenian bersama ku,dan dari situlah kami pertama kali bertemu.


“Al, hari ini pulang sekolah kamu gak kemana mana kan ?”


“Mmmhh,,,Aku cuma di minta mama pulang cepet aja sih kak,karena kan akhir akhir ini aku banyak banget kegiatan jadi sering banget telat pulang” aku berusaha untuk menghindarinya.


“Oh gitu, lagian aku nanya dari kemarin tapi kamu ga bales pesan aku”


“Emang kakak ada kirim sms?” Tanyaku begitu meyakinkan pura-pura kebingungan, namun Devan terlihat begitu kecewa.


“Maaf ya kak,mungkin pesan kakak tenggelem atau ga sempet aku liat, nanti coba aku cek lagi pesan nya”


“Ya udah gak apa apa nanti pulang aku tunggu ya biar aku yang anter pulang, bye semua” belum sempat aku menolak ajakan nya dia sudah pergi begitu saja.


Wajahku berubah begitu kesal, aku begitu tidak nyaman denan sikap Devan yang seperti itu membuatku malah menjadi ilfeel.


“Al, lo kenapa sih cuek banget sama Devan, dia kan ganteng banget al, populer lagi di sekolah ini, lo harusnya beruntung banget bisa di taksir sama dia” ucap Venna yang mulai membuatku tambah kesal.


“Iya tau nih, so jual mahal banget sih lo,lagian ka Devan tuh ga berhenti buat deketin lo tau ga, keliatan banget dia itu tulus walaupun lo cuekin” tambah Tata.


Aku menyenderkan tubuhku begitu lemas dan bingung. Bukan nya aku so jual mahal atau berusaha mengecewakan nya,tapi memang aku tidak suka kepadanya,bahkan walaupun dia tampan dan begitu populer, dia sama sekali tidak menarik perhatian ku.


“Alhena, di panggil bu Renatha diruang musik” entah dia siapa, dia hanya menyamapikan pesan di ambang pintu lalu pergi begitu saja, membuatku merenyitkan dahi.


Bu Renatha adalah guru seni musik ku,aku mulai dekat dengan Bu Renatha karena dia sering meminta ku untuk bernyanyi ketika kegiatan tambahan itu berlangsung.


Aku segera menghampirinya ke ruang seni.


Tok tok tok


Aku membuka pintu ruang seni dengan perlahan.


“Permisi Ibu panggil Alhena?”


“Iya Alhena, sini masuk” aku masuk kedalam ruangan dan kembali menutup pintu nya.


Ketika ku berbalik begitu terkejut nya aku melihat ada Althara yang duduk di belakang drum dengan stick di tangan nya dan beberapa teman nya juga disana masing-masing sudah memegang alat musik lain nya.


Althara menatap ku, dan aku langsung memalingkan wajah ku berjalan menghampiri bu Renatha.


“Ada apa bu?”


“Al, kita ini ada acara lomba musik setiap taun nya antar sekolah se Provinsi, nah taun ini kamu di pilih untuk ikut serta ikut lomba itu untuk menjadi vokalis, kamu bersedia kan?”


“Lomba bu?”


“Iya”


“Untuk kapan ?”


“Acaranya masih 1 bulan lagi namun persiapan nya kita harus mulai dari sekarang” sontak aku langsung menatap Althara yang sedang memperhatikan ku.

__ADS_1


Aku tidak bisa terus-terusan di dekat dia yang selalu membuat ku risih.


“Maaf bu, emang ga ada lagi yang lain ya bu ? Maksud saya kan suara saya gak begitu bagus bu, suara saya juga masih biasa aja , pasti banyak siswa lain yang suara nya lebih bagus dari pada saya” aku berusaha keras untuk tak mengikuti kegiatan tambahan ini yang sudah pasti akan menembah waktu ku di sekolah.


“Jadi kamu tidak mau?”


“Bukan gitu bu tapi…”


kegiatan aku udah begitu banyak, PR juga sudah menumpuk,belum lagi kegiatan extra lain nya, mana mungkin aku mau menambah kegiatan lain nya untuk menambah kesibukan ku di sekolah,belum lagi aku harus terus bertemu dengan kakak kelas yang akan membuatku tidak nyaman ada terus di sekitarnya.


Ucapku dalam hati sambil melirik Althara yang masih saja memperhatikan ku dengan kesal.


“Sudah, ga ada tapi-tapi , ibu percaya sama kamu dan Pak Kepala Sekolah pun percaya sama kamu kalau kamu bisa di andalkan memenangkan lomba itu, kamu harus bisa mengharumkan nama baik sekolah ini oke”


Aku ingin sekali menolak begitu keras, namun apa daya aku tak bisa menentang guru yang selalu baik kepadaku ini dan juga dia membawa-bawa Paman ku. Aku menghela nafas begitu berat dan malas.


“Oke bu” jawab ku akhirnya dengan berat hati.


“Nah gitu doong, kamu harus semangat ya selama latihan. Sekarang kamu berkenalan dulu dengan semua personil-personil tampan kita”


What? Tampan?


“Hay saya Alhena dari kelas sepuluh unggulan” begitu manis nya aku berkenalan sambil memberikan senyuman canggung ku kepada kakak kelas yang terlihat familiar untuk ku.


“Gue Edo” aku kenal yang ini, dia adalah siswa yang sering di bicarakan oleh Ghea.


“Gue Kevin” yang ini tinggi putih juga rambutnya yang begitu rapih.


“Gue Rizal” yang ini agak hitam manis, rambutnya agak botak persisi seperti samuel rizal. Mungkin ayah nya dulu terinspirasi oleh film eifell in love.


Mereka memang tak asing bagiku, karena mereka adalah teman-teman Althara yang selalu membuntuti Althara kemanapun dia pergi,dan sekaligus para mentor OSIS ku.


“Oke, ya udah Al”


“Yaa” spontan ku dan Althara bersamaan menyauti bu Renatha. Aku dan Althara langsung melempar pandang.


“Haha maksud Ibu Althara,coba kamu iringi dulu Alhena bernyanyi, kita dengar lagi model suara Alhena seperti apa, biar ibu bisa mencari nada dan lagu yang pas untuknya”


Althara turun dari tempat duduk nya di balik drum dan melewatiku lalu duduk dibalik piano. Aku tidak tahu bahwa dia bisa memainkan beberap alat musik, kenapa dia tidak pernah telrihat di acara kegiatan kesenian ?


Aku membalikan badan ku menghadap nya yang sudah menyalakan piano. Dia sama sekali tidak mengatakan lagu apa yang akan di mainkan nya atau setidak nya menanyakan kepada ku ingin bernyanyi lagu apa,dia malah langsung memainkan sebuah intro lagu.


Namun sepertinya musik itu tak asing di telingaku, itu salah satu lagu kesukaan ku juga dan aku mulai bernyanyi begitu intro selesai.


If you're not the one then why does my soul feel glad today?


If you're not the one then why does my hand fit yours this way?


If you are not mine then why does your heart return my call?


If you are not mine would I have the strength to stand at all?


I'll never know what the future brings


But I know you're here with me now


We'll make it through


And I hope you are the one I share my life with

__ADS_1


I don't want to run away but I can't take it, I don't understand


If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?


Is there any way that I can stay in your arms?


If I don't need you then why am I crying on my bed?


If I don't need you then why does your name resound in my head?


If you're not for me then why does this distance maim my life?


If you're not for me then why do I dream of you as my wife?


I don't know why you're so far away


But I know that this much is true


We'll make it through


And I hope you are the one I share my life with


And I wish that you could be the one I die with


And I'm prayin' you're the one I build my home with


I hope I love you all my life


I don't want to run away but I can't take it, I don't understand


If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?


Is there any way that I can stay in your arms?


'Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away


And I breathe you into my heart and


Pray for the strength to stand today


'Cause I love you, whether it's wrong or right


And though I can't be with you tonight


You know my heart is by your side


I don't want to run away but I can't take it, I don't understand


If I'm not made for you then why does my heart tell me that I am?


Is there any way that I could stay in your arms?


^^^If you’re not one - daniel badnigfield.^^^


Lalu setelah lagu berakhir dan juga bersamaan berakhirnya dengan iringan piano,aku kembali ke duniaku. Aku tidak menyadari bahwa aku sudah begitu menghayati lagu dan menikmati nyanyian nya.


Suara tepuk tangan dari bu Renatha dan teman-teman Althara membuatku tersadar, aku menundukan kepalaku tersipu malu. Dan melirik Althara yang masih memandangi piano nya entah apa yang sedang di fikirkan nya.


Lalu dia berdiri dan memandang ku begitu tajam dan dingin,tatapan ku pun tak lepas untuk membalas memandang nya.

__ADS_1


__ADS_2