7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Pengirim pesan misterius di pernikahan ku


__ADS_3

Acara pernikahan ku telah di gelar. Semua sesi sesi pun berjalan dengan lancar di lakukan. Sekarang adalah saat nya untuk menyantap makanan. Aku menghampiri semua teman ku di bawah pelaminan yang tengah mencoba makanan dan minuman dengan berdiri.


“Lo cantik banget sih Al” ujar Ghea memuji ku.


“Oo thank you”


“Lo bener-bener kaya tuan putri,cantik banget pakai gaun ini. Althara juga” ucap Venna dengan melirik Althara yang jauh disana sedang berbincang dengan teman-teman nya yang lain.


“Dia juga tampan kaya pangeran Al. Kalian berdua itu emang serasi banget,lo beruntung dapetin dia Al,dia baik,setia,tampan dan juga mau banyak berkorban demi lo” sambung Venna menggenggam tangan ku.


“Gue tahu Ven,gue ga pernah nyesel buat menunggu dia selama ini. Karena akhirnya gue dapetin hal yang setimpal,dia berjanji akan bahagia kan gue selamanya” ucap nya.


“Al mungkin lo harus liat ini” ujar Tata menghampiri ku dengan wajah nya yang begitu gelisah.


“Apa?” Dia menunjukan sebuah foto di handphone nya.


Itu adalah karangan bunga yang di pajang di depan hotel di antara karangan bunga lain nya yang di kirim orang lain. Karangan bunga itu bertuliskan.


“Aku akan selalu menunggumu Alhena” dan di bawah nya tertulis lagi tulisan “dari aku yang selalu mengagumi mu”


Aku terkejut lalu terpatung memikirkan siapa pengirim nya. Teman-teman ku ikut melihat apa yang di tunjukan Tata dan mereka pun ikut terkejut melihat nya.


Suhu tubuh ku terasa panas. Jantung ku berdebar hebat karena merasa kesal. Aku berusaha mengontrol emosi ku takut jika Althara dan yang lain nya akan melihat ku.


“Ini masih di pajang di luar?” Tanya ku kepada Tata.


Dia menganggukan kepala nya.


“Gue minta karangan itu di buang,jangan sampai Althara dan keluarga nya lihat itu” ujar ku tanpa menoleh ke arah Althara.


“Oke” jawab Tata.


Lalu dia segera berlari keluar dan mencari crew WO ku untuk membantu nya menyingkirkan karangan bunga yang akan membahayakan ku jika ada orang lain yang melihat itu dan menyebarkan nya.


Aku melirik Althara,dan dia masih terlihat berbincang dengan orang-orang disana. Lalu dia melirik ku dan langsung melambaikan tangan nya kepadaku. Lalu dia mengisyaratkan aku untuk menghampiri nya dengan lambayan tangannya.


“Bentar ya” ucap ku kepada semua teman ku yang sedang panik dengan karangan bunga itu.


“Kenalin ini Alhena” ujar Althara menyentuh punggung ku untuk menunjukan ku kepada orang yang ada di sekitarnya.


“Kenalin ini saudara ku” ujar Althara.


“Hay Alhena” ucap ku dengan menjabat tangan mereka,satu persatu dengan tersenyum.


“Mereka saudara ku yang di Bandung”


“Oh iya” sahut ku.


“Ya mereka tinggal di Bandung tapi kita memang jarang bertemu”


“Ya Althara memang sombong,ga pernah mau kunjungi kerabatnya sendiri disini”


“Aku kan di jerman Om dan pindah rumah ke Jakarta ikut Bunda dan Ayah” jawab Althara membela diri.


“Ya sekarang kan kamu bilang akan tinggal kembali di Bandung,nah nanti kalian harus sering mengunjungi kami ke rumah ya” pesan Om nya itu.


“Baik Om” jawab ku dengan begitu manis

__ADS_1


“Kalian sudah makan?” Tanya Althara.


“Belum baru aja kami sampai kan” jawab perempuan yang ada di samping om.


“Makan dulu kalau gitu ayo,coba makanan nya” ujar Althara.


“Iya ini kami mau makan,takut makanan nya keburu habis” ujar Om nya dengan tertawa.


“Ngga lah Om. Makanan nya akan selalu tersedia untuk Om” ujar Althara membuat semua keluarga nya tertawa.


Lalu mereka pergi ke deretan makanan yang berjajar begitu banyak di samping-samping gedung. Aku dan Althara masih terus memperhatikan keluarga nya yang menuju meja makanan.


“Hay Althara,hay Alhena” sapa seorang laki-laki yang tiba-tiba datang menghampiri ku dan Althara.


Roni. Raut wajah ku berubah drastis menatap dia begitu kesal.


“Selamat ya” ujar Roni menjabat tangan Althara yang menatap nya begitu tajam.


“Oke thank you” sahut Althara.


“Kalian benar-benar menikah ya,aku kira kalian hanya main-main” ujar Roni begitu memancing amarah ku.


Althara tampak menyunggingkan senyuman nya.


“Kenalin. Ini Lisa” ujar Roni memegang punggung seorang wanita yang baru aku sadari.


“Hay Lisa” ucap wanita itu dengan senyuman manis nya.


Wanita itu begitu cantik dan elegant,dia memakai dress putih pendek dengan rambut tergerai indah bergelombang. Kulit nya pun mulus dan bertubuh tinggi sepantar ku.


Althara terlihat tersenyum melihat Roni membawa seorang wanita ke pernikahan kami.


“Ya baru saja tadi malam aku berstatus pacaran dengan dia” jawab Roni dengan tersenyum.


Althara terlihat tertawa mendengar itu.


Aku masih terus menatap Roni. Karena aku mencurigai dia yang telah mengirimkan karangan bunga itu. Tapi jika memang dia sudah mengirim karangan bunga itu,kenapa dia menuliskan jika dia akan menunggu ku semantara dia saja sudah memiliki pacar.


“Althara!” Teriak seseorang dari jauh. Althara menyahuti nya dengan mengangkat tangan nya.


“Aku kesana sebentar ya” ucap Althara.


“Ron sebentar ya” lalu Roni mengangguk sambil tersenyum.


Althara lalu pergi meninggalkan ku dengan Roni dan kekasih nya.


“Kamu bisa bawa aku minuman?” Pinta Roni kepada pacar nya itu.


“Boleh” jawab wanita itu dengan tersenyum lalu dia pun ikut pergi dan tersisa lah aku dan Roni.


Aku masih menatap dia dengan tajam.


“Apa maksud kamu kirim karangan bunga dengan tulisan seperti itu?” Tanya ku yang langsung saja menuduh dia yang telah mengirimkan itu.


“Kenapa?” Tanya nya dengan sinis.


“Kamu ga suka?” Sambung nya.

__ADS_1


Aku semakin kesal menatap nya karena ternyata dugaan ku benar,dialah dalang nya.


“Kamu mau aku dapet masalah? Kamu mau Althara mengira kalau ada orang yang sudah meneror aku dengan karangan bunga aneh itu?” Ujar ku dengan begitu kesal.


“Aku juga ga tau Alhena. Aku merasa begitu terpacu untuk dapetin kamu,aku begitu ingin bisa seperti ini di pelaminan dengan kamu” ucap nya yang tampak tenang namun menyeramkan.


“Kamu gila Ron. Kamu benar-benar gila” cibir ku dengan menggelengkan kepala.


“Ya aku emang gila. Aku emang udah tergila gila sama kamu” jawab nya dengan menatap ku tajam.


“Aku sudah menikah Ron. Aku sudah menjadi istri dari Althara”


“Lalu kenapa? Itu bukan masalah untuk aku” jawab nya dengan begitu tenang.


“Kamu harus tahu. Aku terlalu cinta sama Althara,aku ga akan pernah bisa berpindah kelain hati bahkan sama kamu” tegas ku begitu meyakinkan.


“Kalau begitu,aku harus lebih bisa berusaha untuk mendapatkan kamu” jawab nya dengan begitu enteng.


“Aku permisi dulu. Dan selamat atas pernikahan kamu pujaan hatiku” ucap Roni membuat ku terkejut dengan panggilan nya kepada ku.


Lalu Roni pergi dari hadapan ku membuat ku terpatung memikirkan tentang gila nya dia.


Seseorang menyentuh punggung ku dengan lembut membuat ku tersentak membalikan badan ku.


“Hay” sapa Althara dengan manis namun dia mengerutkan kening nya melihat ku yang begitu kaget.


“Hay” sahut ku.


“Kenapa? Kok kamu panik?” Tanya Althara membaca raut wajah ku.


Aku berusaha untuk tenang di hadapan nya.


“Ya aku panik,karena kamu ngilang” ucap ku berdalih.


Lalu aku melingkarkan tangan ku di leher nya.


Lampu gedung tiba-tiba saja terlihat redup tak bercahaya membuat aku dan semua orang tampak bingung. Dan tak lama lampu sorot menyorot ku dengan Althara membuat mata ku silau.


Suara piano terdengar begitu nyaring. Piano itu tampak merdu dan begitu menenangkan. Althara tiba-tiba saja mundur 2 langkah,menaruh satu tangan nya di belakang dan membungkukan tubuh nya. Dia menyodorkan tangan nya dengan membungkukan tubuhnya. Dia mengajak ku berdansa.


Aku tersenyum melihat nya yang sudah seperti pangeran mengajak tuan putri berdansa. Aku menggenggam tangan nya menyahuti jika aku bersedia.


Dia menarik ku ke dalam pelukan nya, dengan refleks aku melingkarkan tangan ku di leher nya dan dia melingkarkan tangan nya di tubuh ku. Kita saling bertatapan begitu dekat,lalu menggerakan tubuh kami kesana kemari.


Orang-orang di sekitar kami menonton kami dalam diam,mereka begitu terharu dengan keromantisan kami. Dan membiarkan kami berdansa berdua di antara mereka. Alunan piano pun membuat suasana begitu intim dan romantis,kami berdansa begitu terbawa dengan suasana.


“Aku mencintai kamu Alhena” ucap Althara begitu jelas.


“Aku juga mencintai kamu Althara” jawab ku.


Lalu aku memeluk nya dengan erat dengan terus menggerakan tubuh kami kesana kemari. Aku bersandar di bahu Althara yang telah membuat ku begitu nyaman. Althara terus memeluk ku dengan lembut. Aku meraskaan betapa dia mencintai ku begitu dalam.


Aku membuka mataku dan mendapati Roni yang sedang berdiri di kegelapan dengan sebuah minuman di tangan nya di antara tamu lain nya. Dia berdiri sendiri di sana dengan memasukan satu tangan nya di celana. Dan dengan tatapan yang begitu tajam kepadaku.


Aku menatap nya dengan kesal,lalu dia tersenyum kepadaku dan mengerjapkan mata nya begitu manis dan menggoda membuat ku semakin kesal.


“Aku akan selalu melindungi mu” bisik Althara dengan masih memeluk ku. Seolah dia tahu jika aku sedang merasa takut. Aku menutup mata ku dan terus bersandar di bahu nya sambil berdansa pelan mengikuti alunan musik yang menenangkan ini.

__ADS_1


Aku tahu Althara. Kamu pasti akan selalu melindungiku,tidak ada yang perlu aku khawatirkan,termasuk Roni.


__ADS_2