
Esok hari nya aku sudah harus pergi meeting ke gedung pusat restaurant Daniel di pusat Jakarta. Semua General Manager Restaurant milik Daniel berkumpul semua di gedung kantor untuk membahas hal penting setiap bulan nya.
Aku sudah terlihat seperti sekertasi Daniel dengan terus mengekor nya dan memenuhi semua perintahnya. Semua pegawai di seluruh cabang Restaurant nya sudah mengenal ku,karena pekerjaan ku selalu di sorot oleh Daniel dan di jadikan roll model untuk para seluruh karyawan nya di semua cabang Restaurant Daniel. Mereka juga banyak menggosip kan ku dengan Daniel,namun aku tak pernah memperdulikan itu.
“Thank ya Al kamu udah banyak bantuin aku” ucap Daniel ketika kami selesai meeting dan makan di Restaurant lain.
“Sama-sama niel, ini kan udah kerjaan aku”
Tiba-tiba Daniel menggenggam tangan ku ketika aku sedang asik makan makanan ku.
Aku terkejut melihat dia menarik tangan ku dan menggenggam tangan ku dengan kedua tangan nya di atas meja.
“Alhena. Selama ini aku selalu takjub sama kinerja kerja kamu,bahkan kamu pun selalu membawa evort yang besar untuk Restaurant aku, aku selalu kagum dengan semua yang kamu lakukan,kamu pintar,cerdas dan juga dermawan. Selama ini aku sudah menaruh perasaan yang lebih untuk kamu,bahkan aku mau kamu terus ada di samping aku dan menemani aku bukan sebagai pegawai tapi sebagai teman hidup”
Aku begitu terkejut karena Daniel bisa seberani ini mengatakan perasaan nya kepadaku,bahkan dia bisa to the point untuk meminta ku menjadi istrinya.
Aku menimpa tangan Daniel dan mengelus tangan nya dengan lembut.
“Niel, mungkin aku pintar dalam mengelola Restaurant,aku juga hebat dalam melakukan promosi Restaurant tapi kamu ga pernah tahu bagaimana aku di luar sana Niel. Mengurus Restaurant dan mengurus hubungan itu benar-benar beda, aku itu ga sesempurna yang kamu fikirkan”
Daniel masih diam mendengar ku berbicara.
“Kamu hanya mengagumi aku karena aku baik,karena aku rajin,karena aku pinter,tapi kamu harus tau,semua itu aku lakukan karena tuntutan pekerjaan niel,karena aku masih perlu bekerja disana jadi aku harus membuat diri aku sebaik mungkin. Kamu tidak pernah tau bagaimana aku di luar kan? Mungkin aja sifat aku bisa berbanding terbalik 180 derajat ketika kita ada hubungan lain nanti. Aku ngerasa kita ga cocok niel,aku ga pantes di sandingin sama kamu”
“Tapi Al..”
“Niel please, jangan bikin aku jadi ga nyaman buat kerja di Restaurant kamu lagi. Aku yakin kamu pasti bisa dapetin yang lebih dari aku, untuk sekarang tolong biarin aku tetap jadi anak emas kamu di Restaurant, tetep jadiin aku pegawai teladan kamu jangan bikin aku canggung buat ketemu kamu,aku gamau resign disana,aku masih mau kerja disana”
Daniel menatap ku dengan sedih. Aku tahu dia akan kecewa, tapi aku harus bisa setegas ini agar dia mengerti dan tidak lagi membuat ku risih seperti ini.
“Tapi kamu boleh suka sama aku kok Niel selama kamu belum punya pacar” ledek ku.
Lalu dia tersenyum dan menganggukan kepalanya. Kita tertawa bersama.
“Oke Alhena terimakasih” lalu kami tersenyum memecahkan kecanggungan kami.
Daniel mengantar ku pulang ke rumah setelah meeting.
“Sampai ketemu nanti ya”
“Oke niel, thank ya udah anter aku”
__ADS_1
“Oke”
Lalu aku turun dari mobil Daniel dan dia langsung melajukan mobil nya dengan cepat pergi dari hadapan ku.
Aku membalikan tubuh ku dan melihat ada sebuah mobil di depan halaman ku. Itu mobil Rey. Aku melihat kedepan rumah ku, dan benar saja Rey sudah duduk di kursi teras rumah. Rey menatap ku dengan raut wajah yang jutek.
Aku berjalan masuk ke dalam rumah ku.
“Hay Rey” sapaku ketika dia berdiri menyambutku.
“Kamu habis dari mana?” Tanya nya dengan lemah.
“Aku habis meeting bulanan sama Daniel”
“Dimana?” Tanya nya dengan sinis membuat ku mengerutkan kening ku.
“Di kantornya” jawab ku bingung melihat dia yang seperti menahan emosi ini.
“Sampai malam begini?”
“Tadi Daniel ngajak aku makan dulu di luar sambil ngobrol”
Rey terlihat kecewa.
“Aku tahu aku bukan siapa-siapa kamu Al, tapi selama ini aku udah berusaha buat dapetin semua perhatian dari kamu,berusaha untuk bisa dapetin hati kamu. Aku ga mau sampai akhirnya kamu lupa dengan semua perjuangan aku untuk bersabar menunggu kamu buka hati buat aku. Selama ini aku cukup sabar Al buat nunggu kamu tapi aku ga mau tiba-tiba kamu malah buka hati untuk orang lain”
Aku merasakan sekali rasa kecewa yang di rasakan Rey. Tapi aku rasa semua itu sebenarnya bukan di tujukan untuk Daniel tapi untuk Althara yang kini sudah kembali mengganggu fikiran ku. Bukan Daniel yang harus di khawatirkan nya tapi Althara.
“Rey. Aku selalu hargain usaha kamu selama ini, bahkan aku pun selalu menuruti semua keinginan kamu walaupun sebenernya aku ga mau,tapi aku juga berusaha buat ga buat kamu kecewa dengan menolak semua ajakan kamu. Kamu harus tau selama ini baru kamu lagi laki-laki yang aku percaya untuk aku jadikan teman”
Rey diam mendengarnya.
“Udah begitu lama Rey aku takut mengenal sosok laki-laki. Aku takut kembali sakit hati dan aku takut rasa frustasi aku kembali seperti dulu,aku takut berkenalan dengan laki-laki manapun yang akhirnya hanya akan berusaha cuma buat dapetin hatiku aja. Aku ga mau sama orang yang cuma modus deketin aku,Selama ini aku ga pernah terima laki-laki mana pun untuk aku jadikan teman”
“Tapi kamu? Aku kira kamu beda dari mereka,kamu ga pernah maksain perasaan aku untuk balas rasa cinta yang kamu punya selama ini. Jadi aku mohon sama kamu,jangan buat pandangan aku berubah sama kamu, jangan sampai aku menilai kamu sama dengan yang lain nya Rey”
“Alhena aku cuma..” aku menerobos masuk kedalam rumah dan mengunci diri ku di dalam.
“Alhena aku minta maaf al, aku ga bermaksud buat kamu berfikir seperti itu” teriak nya di luar rumah dengan berusaha membuka pintu.
Aku menutup Gordyn pintu untuk menutupi Rey di balik pintu.
__ADS_1
“Alhena please aku minta maaf, aku tahu rasa cemburu aku salah al,jangan kaya gini”
Dia masih menggedor gedor pintu ku. Aku masih bersandar di pintu ku menunggu dia pergi.
“Alhena buka dulu pintu nya al”
Air mataku tiba-tiba saja mengalir mengingat sebenernya Rey terlalu baik selama ini. Aku juga tidak tahu mengapa sulit sekali membuka hati ku untuk nya padahal dia sudah sesabar itu menghadapi ku. Aku akui,di hati ku masih tersimpan perasaan untuk Althara,dan sulit sekali untuk di hilangkan. Apalagi sekarang dia sudah datang kembali dan berusaha untuk menumbuhkan kepercayaan ku seperti dulu.
Aku minta maaf Rey aku minta maaf.
Esok nya aku pergi ke Restaurant dengan seluruh masalah yang telah menggangguku.
“Al ayok makan dulu” ajak Riani.
“Oh iya” lalu aku membereskan dulu meja kerja ku dan segera mengikuti nya.
“Lo kenapa lemes gini?” Tanya nya ketika kita baru keluar dari Restaurant.
“Masalah gue makin berat Ri”
“Kenapa?”
“Rey makin cemburuan aja sama gue”
“Cemburu sama siapa Althara?”
“Ya kali cemburu sama Althara Ri, yang ada gue di benci sama Rey kalo dia udah tau tentang gue dan Althara”
“Jadi Rey belum tahu tentang Althara”
Aku menggelengkan kepalaku.
“Oh my god Al l,terus dia cemburu sama siapa?”
“Sama Daniel,semalem dia liat gue jalan sama Daniel depan rumah”
Riani menggelengkan kepala tak percaya mendengarnya.
“Bahaya nih Al, Rey liat lo jalan sama Daniel aja udah cemburu kaya gitu, apalagi kalo tau tentang Althara”
“Iyaa gue juga mikirin itu Ri, gue harus gimana dong?” Rengek ku begitu bingung nya aku.
__ADS_1
“Kalo gue jadi lo, gue bakalan embat semua cowo cowo ganteng itu Al, dan membuat mereka akur semuanya, terus nanti kalau ngedate gue bagi-bagi harinya, senin sama Althara,selasa sama Rey, Rabu sama Daniel, terus nanti tinggal nunggu yang kamis jumat sabtu aja Al”
Aku berdecak kesal melihat Riani menanggapi nya dengan bercanda.