7 Hari Bersama Althara

7 Hari Bersama Althara
Ending bahagia


__ADS_3

Semua masalah ku sudah terpecahkan. Aku dan Althara sudah hidup bahagia tanpa ada bayang-bayang masa lalu kami lagi.


Kami sudah begitu cukup mendapatkan pelajaran dengan apa yang di dapatkan selama ini. Masa lalu memang telah berlalu,namun semua hal yang telah kita lalui di masa itu akan menjadi cambuk untuk kita di masa mendatang,kita hanya harus selalu siap jika masa lalu masih membayangi kita sampai kita sudah berada di masa depan. Dan aku juga Althara bisa melewati semua itu dengan mudah jika kita bersama.


Hari itu Althara mengajak ku untuk makan malam kembali di milky way. Aku begitu bahagia karena akhirnya setelah kita menikah baru kali ini lagi Althara mengajak ku kesini. Karena mungkin kita terlalu sibuk dengan pernikahan kita dan mengurus Cafe yang baru Grand Opening.


“Kamu bahagia?” Ucap Althara melihat ku yang terus memandang pemandangan indah di hadapan ku.


“Ya. Aku selalu bahagia setiap kamu bawa aku kesini” jawab ku dengan tersenyum manis kepadanya yang duduk bersandar di kursinya tepat di hadapan ku.


Malam itu aku memakai baju rajut berlengan panjang berwarna abu cerah sampai menutupi jari-jari ku agar bisa menghangatkan dingin malam itu. Dan memakai celana jeans panjang,juga menggeraikan rambut ku agar leher ku bisa tertutup dengan rambut indah ku. Malam itu aku hanya ingin menjadi Alhena yang dulu,yang sederhana dan begitu periang karena biasanya aku selalu memakai baju-baju formal ku yang selalu terasa sesak dan begitu kaku. Sementara Althara seperti biasa dia hanya menggunakan kaos polos berlengan panjang memakai topi dan memakai celana blue jeans panjang. Dia tidak pernah berubah,selalu terlihat tampan walaupun hanya memakai pakaian yang sederhana.


Dia mengeluarkan kalung yang ada di balik baju nya.


“Aku ga nyangka,ternyata kalung ini bisa merubah kita seperti ini”


Aku tertawa dengan ucapan nya.

__ADS_1


“Bukan kalung itu yang membuat kita bertahan,tapi kekuatan nya” jawab ku membenarkan ucapan Althara.


Aku menatap Althara begitu dalam dan menatap nya dengan mengingat kembali semua masa masa kita.


“Sejak dulu kamu selalu bilang,bahwa kita tidak akan kalah dengan semua masalah yang tengah menghadang kita. Kamu selalu percaya,seberat apapun masalah yang kita hadapi,pasti akan dengan mudah kita lewati asalkan kita bersama,karena kekuatan yang kita punya begitu besar sampai-sampai membuat semua masalah kita kalah dengan mudah,kenapa bisa kamu selalu meyakini itu Althara?” Tanya ku mengingat ucapan yang selalu di katakan Althara untuk menguatkan ku setiap kali kita menghadapi masalah.


“Karena aku selalu percaya kamu” ujar Althara menatap ku dengan penuh arti.


Aku merasa bersalah karena dulu aku sempat membenci nya dan tidak ingin melihat nya lagi.


“Rasa sayang aku terlalu kuat untuk kamu,aku bahkan pernah sempat berfikir untuk mengubur semua cita-cita yang sudah ada di depan mata dan memilih untuk terus menemani kamu,tapi impian ku sempat mencuci otak ku Al,aku terlalu di butakan dengan semua itu,aku menyesal dulu pernah meninggalkan kamu” ujar Althara dengan bersungguh-sungguh.


“Althara. Mungkin ini memang sudah jalan nya seperti ini,kita juga tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi kalo seandainya kamu bertahan disini,bisa saja kita tidak berakhir seperti sekarang kan?. Sekarang aku menganggap itu semua sebagai break up. Kita mungkin perlu beristirahat agar kita tidak merasakan bosan satu sama lain,mungkin kepergian kamu yang begitu lama semua itu agar kita mengumpulkan rindu yang begitu besar agar kita bertemu bisa melepas rindu itu dengan seperti ini”


“Tapi aku sempat takut” ujar nya membuat ku menatap nya dengan bingung.


“Aku sempat takut kalo ketika aku kembali perasaan kamu sudah hilang untuk aku,dan kamu sudah bahagia dengan yang lain” Ketakutan Althara sempat tersirat di dalam benak ku selama dia pergi dan sempat membuat ku cemas melihat dia bahagia dengan yang lain.

__ADS_1


Aku menyentuh pipi Althara dengan lembut dengan tatapan begitu dalam.


“Tapi sekarang ketakuan itu pun sudah sirna,kita masih bersama dan dengan perasaan yang sama,aku baru mengerti dengan maksud keinginan kamu selama ini. Kamu mau aku berjanji untuk tetap seperti ini dan dengan perasaan seperti ini,dan keinginan kamu terwujud. Aku tidak akan pernah melupakan bagaimana awal nya aku memperjuangkan perasaan aku,dan bagaimana aku bertahan dengan semua rintangan nya. Aku harus selalu mengingat semua itu agar kita akan selalu kuat menjaga perasaan kita. Bahkan kamu pun tidak pernah peduli dengan semua masa lalu ku,dan kamu selalu percaya kepadaku” ucap ku dengan mengingat ulah Tania yang membuat ku takut. Namun Althara malah menanggapi nya dengan santai dan dia berhasil menjebak Tania yang ternyata adalah orang misterius yang sudah berusaha mengusik rumah tangga ku.


“Aku hanya mau kamu bahagia sekarang Al,tidak ada lagi hal lain yang aku mau. Kebahagiaan mu sudah begitu berarti untuk aku. Aku tidak mau melihat kamu sedih,melihat kamu kesusahaan atau pun mengalami masalah sendirian,aku mau kamu membagi semua itu dengan ku. Kamu harus janji tidak ada lagi yang boleh di tutupi,kita harus saling terbuka mulai dari sekarang dan selamanya.” pinta Aditya dengan mengacungkan jari kelingking nya untuk mengikrarkan janji kita seperti dulu.


“Berjanjilah kita akan selalu bersama dan kita akan saling percaya”


Aku tersenyum melihat dia mengacungkan kelingkingnya di hadapan aku. Lalu aku menjalinkan kelingking ku di kelingking nya.


“Janji” sahut ku dengan penuh keyakinan.


Althara mendekatkan wajah nya kepadaku dan dia mencium bibir ku dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Aku sangat begitu yakin sekarang jika kita akan selalu bersama dan bahagia selamanya. Aku begitu merasakan cinta Althara.


7 hari bersama Althara yang penuh rintangan dan masalah,sudah tergantikan dengan bahagia selamanya dengan Althara. Jika bukan karena 7 hari itu,aku belum tentu bisa memiliki nya hingga sekarang.

__ADS_1


__ADS_2